Jakarta, Arina.id—Pakar tafsir Al-Qur’an, M. Quraish Shihab, menegaskan bahwa upaya mewujudkan perdamaian tidak boleh dilakukan dengan mengorbankan keadilan.
Menurutnya, kedamaian yang sejati hanya dapat tercapai jika keadilan ditegakkan secara konsisten.
“Kalau kita berbicara tentang perdamaian, perlu diingat bahwa kita ingin damai, tetapi tidak dengan mengorbankan keadilan,” ujarnya dalam peringatan Nuzulul Qur’an di Istana Negara, Selasa (10/3/2026) malam.
Prof.Quraish mengutip Surat Al-Maidah ayat 8 yang mengingatkan agar kebencian terhadap suatu kaum tidak membuat seseorang berlaku tidak adil.
“Jangan sampai kebencianmu kepada suatu kaum menjadikan engkau tidak berlaku adil,” kata Prof Quraish memaknai pesan dalam ayat tersebut.
Ia menjelaskan bahwa terdapat banyak definisi tentang keadilan, di antaranya menempatkan sesuatu pada tempatnya serta memberikan hak kepada pemiliknya dengan cara yang terbaik dan secepatnya.
Prof. Quraish mencontohkan pandangan para filsuf Yunani. Ketika Plato berdiskusi dengan para filsuf pada masanya, ada yang mendefinisikan keadilan sebagai keberpihakan kepada yang kuat. Namun Plato tidak sependapat dengan pandangan tersebut.
Bertolak belakang dengan pandangan tersebut, para ulama Islam justru memaknai keadilan dengan cara berbeda, sebagaimana sambutan yang dikatakan sahabat rasulullah, Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq saat dilantik sebagai pemimpin.
“Saya bukan orang yang terbaik di antara kamu. Jika saya benar, bantulah saya. Jika saya keliru, luruskan saya,” kata Quraish mengutip pernyataan Abu Bakar.
Dalam pidato tersebut, Abu Bakar juga menegaskan bahwa orang kuat akan menjadi lemah di hadapannya sampai hak orang lain yang diambilnya dikembalikan.
Sebaliknya, orang yang lemah akan menjadi kuat hingga haknya yang diambil oleh orang kuat dikembalikan kepadanya.
“Bapak Presiden, kalau ini kita terapkan, keadilan dan kedamaian akan tercapai,” ujarnya.
Menurut Quraish, niat Presiden Prabowo Subianto untuk memberantas korupsi dapat diwujudkan dengan menegakkan keadilan sebagaimana teladan yang dicontohkan oleh Abu Bakar.
“Niat Bapak (Prabowo Subianto) untuk memberantas korupsi dapat dilakukan dengan adil melalui pemahaman terhadap sikap Sayyidina Abu Bakar,” jelasnya.





Comments are closed.