Thu,30 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Top News
  3. Pertamina cari sumber impor alternatif di tengah dinamika Selat Hormuz

Pertamina cari sumber impor alternatif di tengah dinamika Selat Hormuz

pertamina-cari-sumber-impor-alternatif-di-tengah-dinamika-selat-hormuz
Pertamina cari sumber impor alternatif di tengah dinamika Selat Hormuz
service

kita sudah antisipasi untuk mencari sumber yang lain supaya ketahanan stoknya juga bisa baik dan bagus

Jakarta (ANTARA) – PT Pertamina (Persero) mengantisipasi pasokan energi nasional dengan membuka sumber impor alternatif di tengah dinamika distribusi energi global di Selat Hormuz imbas konflik geopolitik di Timur Tengah.

Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri mengatakan perusahaan telah menyiapkan langkah antisipasi berupa pencarian alternatif impor dari kawasan tersebut guna menjaga ketahanan stok energi nasional.

“Jadi tentunya kita sudah antisipasi untuk mencari sumber yang lain supaya ketahanan stoknya juga bisa baik dan bagus,” kata Simon di Jakarta, Kamis.

Ia menekankan bahwa sumber pasokan energi Indonesia tidak hanya berasal dari Timur Tengah, tetapi juga dari wilayah lain seperti Afrika dan AS.

“Untuk antisipasi kami juga melakukan diversifikasi sumber. Sumber-sumber kita tidak hanya dari Timur Tengah, ada juga dari Afrika, ada dari Amerika Serikat, dan berbagai tempat lainnya,” ujarnya.

Baca juga: ‎Dua kapal sudah lewati zona konflik, PIS tekankan keselamatan kru

Baca juga: PIS: Rantai pasok dan distribusi energi solid didukung 345 kapal

Ketegangan di kawasan Timur Tengah sebelumnya sempat memicu gangguan pelayaran di Selat Hormuz, jalur strategis perdagangan energi dunia yang menghubungkan Teluk Persia dengan pasar global.

Selat tersebut menjadi salah satu rute utama pengiriman minyak mentah dari negara-negara produsen di Timur Tengah ke berbagai negara konsumen.

Pemerintah sebelumnya mencatat bahwa sekitar 20–25 persen impor minyak mentah Indonesia dikirim melalui Selat Hormuz.

Langkah pencarian alternatif impor minyak ini juga direncanakan Pertamina setelah dua kapal tanker milik Pertamina International Shipping (PIS) masih berada di kawasan Teluk Arab dan belum dapat melintasi Selat Hormuz.

Dua kapal tersebut adalah very large crude carrier (VLCC) Pertamina Pride dengan ship management dari NYK serta kapal Gamsunoro yang dikelola oleh Synergy Ship Management.

Berdasarkan laporan PIS pada Senin (2/3), Pertamina Pride telah selesai melakukan proses loading dan berlabuh di Ras Tanura, Arab Saudi, sementara Gamsunoro sedang proses loading di Khor al Zubair, Irak.

Sementara itu dua kapal PIS lainnya, yakni PIS Paragon dan PIS Rinjani, dilaporkan berada di luar dari kawasan perairan di Timur Tengah itu.

“Yang menjadi perhatian kami yang utama adalah keselamatan para kru dan keselamatan kargo kami. Tentunya kami terus berkoordinasi dengan berbagai pihak dari Kementerian Luar Negeri, dari semua pihak dan kita juga mendorong supaya situasi di sana semakin baik,” tutur Simon.

PIS saat ini mengoperasikan sekitar 345 kapal untuk mendukung distribusi energi. Dari total armada tersebut, 266 kapal melayani pengangkutan BBM dan avtur, 27 kapal mengangkut minyak mentah, 45 unit melayani distribusi LPG, serta 7 unit mendukung pengangkutan petrokimia dan berperan juga sebagai Floating Storage.

Selain menjaga pasokan melalui impor, lanjut Simon, Pertamina juga akan terus mendorong peningkatan produksi energi domestik.

“Kita kan punya kerja sama di Blok Cepu ya, jadi sama-sama harus maksimal. Dengan penambahan fasilitas di sana kita dorong supaya produksinya bisa meningkat,” ucap Simon.

Baca juga: Bahlil sebut kapal Pertamina segera bebas dari Teluk Arab

Baca juga: Pertamina siagakan 345 kapal guna jaga pasokan energi selama Ramadhan

Pewarta: Aria Ananda
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.