Mon,27 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Business
  3. Permintaan Genteng Naik, UMKM Terbantu Pembiayaan KUR BRI

Permintaan Genteng Naik, UMKM Terbantu Pembiayaan KUR BRI

permintaan-genteng-naik,-umkm-terbantu-pembiayaan-kur-bri
Permintaan Genteng Naik, UMKM Terbantu Pembiayaan KUR BRI
service

KABARBURSA.COM – Program gentengisasi yang digagas Presiden Prabowo Subianto, mulai memberi dampak nyata bagi pelaku usaha kecil di sektor bahan bangunan.

Di sejumlah sentra produksi genteng, permintaan pasar meningkat signifikan seiring percepatan pembangunan dan perbaikan hunian masyarakat.

Lonjakan permintaan ini salah satunya dirasakan oleh Hj. Nurhasanah, pengrajin genteng dari sentra produksi di Majalengka, Jawa Barat.

Bersama dua saudarinya, ia melanjutkan usaha genteng keluarga yang telah dirintis oleh sang ibu puluhan tahun lalu.

Dalam beberapa bulan terakhir, pesanan genteng terus berdatangan dari berbagai daerah seperti Jakarta, Bandung, hingga Tegal. Peningkatan permintaan tersebut membuat kapasitas produksi harus digenjot agar mampu memenuhi kebutuhan pasar.

Namun di tengah meningkatnya permintaan, Nurhasanah menghadapi tantangan pada ketersediaan tenaga kerja. Saat ini, pabrik genteng milik keluarganya mempekerjakan sekitar 150 orang pekerja, tetapi jumlah tersebut masih belum mencukupi.
Sebagian besar tenaga kerja yang tersedia juga merupakan pekerja berusia lanjut.

Sementara generasi muda cenderung memilih bekerja di sektor industri atau perusahaan.

“Permintaan sekarang semakin banyak, tetapi mencari tenaga kerja tidak mudah. Banyak anak muda yang lebih memilih bekerja di perusahaan,” ujar Nurhasanah lewat keterangan resmi BRI, Senin 16 Maret 2026.

Dalam operasionalnya, usaha genteng tersebut menggunakan 12 mesin press yang mampu memproduksi sekitar 16.000 keping genteng setiap minggu. Biasanya genteng yang sudah selesai dipasarkan ke sejumlah kota besar di Pulau Jawa.

Dari aktivitas produksi tersebut, Nurhasanah mampu membukukan omzet hingga ratusan juta rupiah setiap bulan.

Di tengah meningkatnya permintaan pasar, ia mengaku tidak mengalami kendala besar dalam hal permodalan. Hal itu karena usahanya telah memperoleh dukungan pembiayaan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI.

Kerja sama dengan BRI, menurutnya, telah berlangsung selama sekitar empat tahun dan menjadi salah satu penopang penting bagi keberlanjutan usaha keluarga tersebut.

“Alhamdulillah untuk modal usaha kami terbantu dari program KUR BRI,” ungkapnya.

Sementara itu Direktur Utama BRI, Hery Gunardi menyebut, pihaknya siap mendukung program gentengisasi melalui penyaluran pembiayaan KUR, sekaligus memperkuat konektivitas antara pelaku usaha dengan pasar.

Menurutnya, BRI dapat berperan sebagai penghubung antara pengrajin genteng dengan pembeli, atau pengembang perumahan sehingga rantai pasok industri dapat berjalan lebih efisien dan berkelanjutan.

“Peran BRI berada di tengah. Ketika sudah ada kontrak antara pengrajin dengan pembeli atau pengguna, BRI dapat hadir memberikan dukungan pembiayaan agar proses produksi dapat berjalan optimal,” jelasnya.

Hery menambahkan, bahan bangunan seperti genteng menjadi bagian dari ekosistem pembiayaan KUR sektor perumahan yang terus dikembangkan oleh BRI.

Sebagai bank dengan fokus kuat pada pemberdayaan UMKM, BRI berkomitmen menghadirkan akses pembiayaan yang mudah dan terjangkau bagi pelaku usaha di sektor riil.

Melalui dukungan pembiayaan tersebut, pelaku UMKM di sektor bahan bangunan diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperkuat peran mereka dalam mendukung program pembangunan perumahan nasional. (info-bks/*)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.