KABARBURSA.COM – Program gentengisasi yang digagas Presiden Prabowo Subianto, mulai memberi dampak nyata bagi pelaku usaha kecil di sektor bahan bangunan.
Di sejumlah sentra produksi genteng, permintaan pasar meningkat signifikan seiring percepatan pembangunan dan perbaikan hunian masyarakat.
Lonjakan permintaan ini salah satunya dirasakan oleh Hj. Nurhasanah, pengrajin genteng dari sentra produksi di Majalengka, Jawa Barat.
Bersama dua saudarinya, ia melanjutkan usaha genteng keluarga yang telah dirintis oleh sang ibu puluhan tahun lalu.
Dalam beberapa bulan terakhir, pesanan genteng terus berdatangan dari berbagai daerah seperti Jakarta, Bandung, hingga Tegal. Peningkatan permintaan tersebut membuat kapasitas produksi harus digenjot agar mampu memenuhi kebutuhan pasar.
Namun di tengah meningkatnya permintaan, Nurhasanah menghadapi tantangan pada ketersediaan tenaga kerja. Saat ini, pabrik genteng milik keluarganya mempekerjakan sekitar 150 orang pekerja, tetapi jumlah tersebut masih belum mencukupi.
Sebagian besar tenaga kerja yang tersedia juga merupakan pekerja berusia lanjut.
Sementara generasi muda cenderung memilih bekerja di sektor industri atau perusahaan.
“Permintaan sekarang semakin banyak, tetapi mencari tenaga kerja tidak mudah. Banyak anak muda yang lebih memilih bekerja di perusahaan,” ujar Nurhasanah lewat keterangan resmi BRI, Senin 16 Maret 2026.
Dalam operasionalnya, usaha genteng tersebut menggunakan 12 mesin press yang mampu memproduksi sekitar 16.000 keping genteng setiap minggu. Biasanya genteng yang sudah selesai dipasarkan ke sejumlah kota besar di Pulau Jawa.
Dari aktivitas produksi tersebut, Nurhasanah mampu membukukan omzet hingga ratusan juta rupiah setiap bulan.
Di tengah meningkatnya permintaan pasar, ia mengaku tidak mengalami kendala besar dalam hal permodalan. Hal itu karena usahanya telah memperoleh dukungan pembiayaan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI.
Kerja sama dengan BRI, menurutnya, telah berlangsung selama sekitar empat tahun dan menjadi salah satu penopang penting bagi keberlanjutan usaha keluarga tersebut.
“Alhamdulillah untuk modal usaha kami terbantu dari program KUR BRI,” ungkapnya.
Sementara itu Direktur Utama BRI, Hery Gunardi menyebut, pihaknya siap mendukung program gentengisasi melalui penyaluran pembiayaan KUR, sekaligus memperkuat konektivitas antara pelaku usaha dengan pasar.
Menurutnya, BRI dapat berperan sebagai penghubung antara pengrajin genteng dengan pembeli, atau pengembang perumahan sehingga rantai pasok industri dapat berjalan lebih efisien dan berkelanjutan.
“Peran BRI berada di tengah. Ketika sudah ada kontrak antara pengrajin dengan pembeli atau pengguna, BRI dapat hadir memberikan dukungan pembiayaan agar proses produksi dapat berjalan optimal,” jelasnya.
Hery menambahkan, bahan bangunan seperti genteng menjadi bagian dari ekosistem pembiayaan KUR sektor perumahan yang terus dikembangkan oleh BRI.
Sebagai bank dengan fokus kuat pada pemberdayaan UMKM, BRI berkomitmen menghadirkan akses pembiayaan yang mudah dan terjangkau bagi pelaku usaha di sektor riil.
Melalui dukungan pembiayaan tersebut, pelaku UMKM di sektor bahan bangunan diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperkuat peran mereka dalam mendukung program pembangunan perumahan nasional. (info-bks/*)





Comments are closed.