Sat,2 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Nastar: Kue Warisan Belanda yang Jadi Salah Satu Ikon Lebaran

Nastar: Kue Warisan Belanda yang Jadi Salah Satu Ikon Lebaran

nastar:-kue-warisan-belanda-yang-jadi-salah-satu-ikon-lebaran
Nastar: Kue Warisan Belanda yang Jadi Salah Satu Ikon Lebaran
service

20 Maret 2026 16.08 WIB • 2 menit

Nastar: Kue Warisan Belanda yang Jadi Salah Satu Ikon Lebaran


Kue nastar merupakan salah satu hidangan yang hampir selalu hadir saat perayaan Lebaran di Indonesia. Kue kecil berbentuk bulat dengan isian selai nanas ini memiliki rasa manis dan tekstur lembut yang khas.

Di balik popularitasnya, nastar ternyata memiliki sejarah panjang yang berakar dari pengaruh budaya Belanda di masa kolonial.

Sejarah Nastar di Indonesia

Kehadiran nastar di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari masa penjajahan Belanda. Pada masa itu, budaya kuliner Eropa mulai masuk dan beradaptasi dengan bahan-bahan lokal di Nusantara. Salah satu hasil akulturasi tersebut adalah nastar, yang awalnya terinspirasi dari kue tart khas Eropa.

Di tempat asalnya yaitu Belanda, kue tart biasanya diisi dengan berbagai jenis buah beri seperti stroberi atau apel.

Namun, karena buah-buahan tersebut sulit ditemukan di Indonesia pada masa itu, masyarakat lokal menggantinya dengan nanas yang lebih mudah didapat. Dari sinilah lahir kue nastar dengan ciri khas isian selai nanas yang legit dan sedikit asam.

Ananas dan Tart

Nama nastar berasal dari dua kata, yaitu ananas yang berarti nanas dalam bahasa Belanda, dan tart yang merujuk pada jenis kue pai atau pastry khas Eropa. Gabungan kedua kata tersebut menjadi ananastaart, yang kemudian disederhanakan dalam pengucapan menjadi nastar.

Nama ini mencerminkan perpaduan budaya antara Eropa dan Indonesia. Meskipun berasal dari tradisi Belanda, nastar telah mengalami berbagai penyesuaian sehingga lebih sesuai dengan selera masyarakat Indonesia. Hal ini menjadikan nastar sebagai contoh nyata dari hasil akulturasi kuliner yang berhasil.

Perkembangan Nastar sebagai Kue Lebaran

Seiring berjalannya waktu, nastar mulai dikenal luas oleh masyarakat Indonesia dan menjadi bagian dari tradisi perayaan hari besar, khususnya Lebaran. Kue ini sering disajikan bersama kue kering lainnya seperti kastengel dan putri salju sebagai hidangan untuk tamu.

Kehadiran nastar saat Lebaran bukan hanya sekadar tradisi, tetapi juga menjadi simbol keramahan dan kebersamaan.

Tuan rumah biasanya menyajikan nastar dalam toples cantik sebagai bentuk penghormatan kepada tamu yang datang bersilaturahmi. Rasa manisnya pun dianggap cocok untuk merayakan momen kemenangan setelah menjalani bulan puasa.

Ciri Khas dan Proses Pembuatan Nastar

Nastar memiliki ciri khas pada teksturnya yang lembut dan lumer di mulut. Bagian luarnya terbuat dari adonan tepung, mentega, dan telur, sementara bagian dalamnya diisi dengan selai nanas yang telah dimasak hingga kental.

Proses pembuatan selai nanas biasanya membutuhkan waktu cukup lama agar menghasilkan rasa yang pekat dan aromatik.

Selain itu, bagian atas nastar biasanya diolesi kuning telur sebelum dipanggang, sehingga menghasilkan warna keemasan yang menggugah selera. Beberapa variasi modern bahkan menambahkan topping seperti keju atau cengkeh untuk memberikan sentuhan rasa yang berbeda.

Makna Budaya dan Daya Tahan Tradisi

Nastar bukan sekadar kue, melainkan juga bagian dari identitas budaya Lebaran di Indonesia. Kehadirannya yang konsisten dari generasi ke generasi menunjukkan bahwa tradisi ini memiliki makna yang mendalam bagi masyarakat.

Nastar menjadi pengingat akan sejarah panjang interaksi budaya yang membentuk identitas kuliner Indonesia saat ini.

Di tengah berkembangnya berbagai jenis kue modern, nastar tetap mempertahankan popularitasnya. Banyak keluarga yang bahkan membuat nastar sendiri di rumah sebagai bagian dari persiapan Lebaran. Aktivitas ini tidak hanya menghasilkan kue, tetapi juga mempererat hubungan antaranggota keluarga.

Warisan Kolonial yang Jadi Warisan Nasional

Kue nastar adalah contoh nyata bagaimana warisan budaya asing dapat beradaptasi dan menjadi bagian dari tradisi lokal. Berasal dari pengaruh Belanda, nastar kini menjadi simbol khas Lebaran di Indonesia.

Dengan rasa yang lezat dan makna budaya yang kuat, nastar akan terus menjadi bagian penting dalam perayaan hari raya di masa depan.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Daniel Sumarno lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Daniel Sumarno.

Tim Editorarrow

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.