KABARBURSA.COM – Aktivitas investor ritel masih mendominasi perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode pekan pendek Senin, 27 April hingga 30 April 2026.
Hal ini tercermin dari posisi Stockbit Sekuritas Digital (XL) yang kembali menempati peringkat teratas nilai transaksi broker.
Berdasarkan data perdagangan yang dihimpun Kabarbursa.com, XL mencatat total nilai transaksi (total valuation) sebesar Rp16,7 triliun dengan nilai beli bersih (net buy) mencapai Rp1,4 triliun.
Dari sisi aktivitas transaksi, broker XL mencatat total volume sebesar 70,9 miliar saham dengan frekuensi transaksi mencapai 6,4 juta kali. Nilai beli bersih tercatat Rp9,0 triliun, sementara nilai jual (net sell) sebesar Rp7,6 triliun.
Di posisi kedua, UBS Sekuritas Indonesia (AK) mencatat total nilai transaksi Rp12,7 triliun dengan net buy Rp478,9 miliar. Nilai beli broker ini mencapai Rp6,6 triliun dan nilai jual Rp6,1 triliun, dengan total volume 16,3 miliar saham dan frekuensi 1,1 juta kali transaksi.
Mandiri Sekuritas (CC) berada di posisi ketiga dengan total nilai transaksi Rp12,2 triliun. Namun, broker ini mencatat net sell Rp80,4 miliar, dengan nilai beli Rp6,0 triliun dan nilai jual Rp6,1 triliun. Volume transaksi tercatat 24,5 miliar saham dengan frekuensi 1,5 juta kali.
Tekanan jual lebih besar terlihat pada Maybank Sekuritas Indonesia (ZP) yang mencatat total transaksi Rp9,5 triliun dengan net sell Rp2,2 triliun.
Nilai beli broker ini sebesar Rp3,6 triliun, sementara nilai jual mencapai Rp5,8 triliun. Volume transaksi tercatat 10,1 miliar saham dengan frekuensi 607,4 ribu kali.
Sementara itu, Mirae Asset Sekuritas Indonesia (YP) mencatat total transaksi Rp7,7 triliun dengan net buy Rp474,0 miliar. Nilai beli tercatat Rp4,1 triliun dan nilai jual Rp3,6 triliun, dengan total volume 24,3 miliar saham dan frekuensi 1,4 juta kali transaksi.
Ritel Masuk ke Bank Besar, tapi Buang Saham Energi
Di tengah dominasi transaksi oleh XL, pergerakan saham yang dikoleksi dan dilepas investor ritel juga terlihat jelas dari data broker activity.
Pada sisi pembelian, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi yang paling banyak dikoleksi dengan nilai beli mencapai Rp247,7 miliar. Transaksi tersebut mencakup 414.951 lot dengan harga rata-rata Rp5.957 per saham.
Selanjutnya, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatat nilai beli Rp212 miliar dengan volume 478.643 lot dan harga rata-rata Rp4.427. Sementara PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dibeli sebesar Rp181,3 miliar dengan volume 597.192 lot pada harga rata-rata Rp3.039.
Saham sektor energi juga masuk radar ritel. PT Petrosea Tbk (PTRO) mencatat nilai beli Rp91,3 miliar dengan 170.364 lot pada harga rata-rata Rp5.333. Selain itu, PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) diborong Rp64,9 miliar dengan volume 594.443 lot di harga rata-rata Rp1.085.
Di sisi lain, tekanan jual ritel terlihat pada sejumlah saham. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) menjadi yang paling banyak dilepas dengan nilai jual Rp30,7 miliar dari 27.189 lot di harga rata-rata Rp11.245.
PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) juga mencatat aksi jual sebesar Rp28 miliar dengan volume 74.499 lot pada harga rata-rata Rp3.763.
Sementara itu, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) dilepas sebesar Rp23,9 miliar dengan 136.155 lot di harga rata-rata Rp1.756.
Aksi jual juga terjadi pada PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) sebesar Rp20,7 miliar dengan volume 82.566 lot pada harga rata-rata Rp2.473.
PT Elnusa Tbk (ELSA) melengkapi daftar dengan nilai jual Rp15,5 miliar dari 191.297 lot di harga rata-rata Rp811.(*)





Comments are closed.