Sun,26 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Negara Eropa Ini Ternyata Paling Suka Liburan di Indonesia, Negara Mana Itu?

Negara Eropa Ini Ternyata Paling Suka Liburan di Indonesia, Negara Mana Itu?

negara-eropa-ini-ternyata-paling-suka-liburan-di-indonesia,-negara-mana-itu?
Negara Eropa Ini Ternyata Paling Suka Liburan di Indonesia, Negara Mana Itu?
service

29 Maret 2026 20.00 WIB • 1 menit

Negara Eropa Ini Ternyata Paling Suka Liburan di Indonesia, Negara Mana Itu?


Selama ini, banyak yang beranggapan bahwa wisatawan asal Belanda adalah penyumbang turis terbanyak dari Eropa karena ikatan historis yang kuat.

Namun, data kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sepanjang tahun 2025 dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan hal yang berbeda. Panggung utama turis Eropa kini justru dikuasai oleh Inggris.

Berdasarkan catatan setahun penuh, wisatawan asal United Kingdom (Inggris) menempati urutan pertama dari wilayah Eropa dengan total 412.902 kunjungan.

Angka ini cukup jauh meninggalkan Prancis yang berada di posisi kedua dengan 367.904 kunjungan, serta Jerman di posisi ketiga.

Belanda sendiri harus puas berada di peringkat keempat dengan total 251.941 kunjungan.

Agustus Adalah Puncak Gairah “Summer Holiday”

Jika kita membedah tren bulanan, Agustus 2025 menjadi puncak arus kedatangan warga Eropa ke Nusantara.

Fenomena ini sangat terlihat pada data kunjungan dari Prancis dan Italia. Prancis mencatatkan lonjakan drastis dari 30 ribu kunjungan di bulan Juni menjadi 57 ribu di bulan Agustus.

Kondisi yang lebih menarik terlihat pada wisatawan Italia. Jika di awal tahun kunjungan mereka hanya berkisar di angka 5.000, pada bulan Agustus jumlahnya melesat hingga 45.846 kunjungan.

Pola ini memperlihatkan bahwa libur musim panas di Eropa masih menjadi mesin penggerak utama bagi industri pariwisata kita, di mana para pelancong mencari matahari tropis saat wilayah mereka memasuki puncak panas.

Destinasi-destinasi di kawasan Sunda Kecil seperti Bali, NTB, dan NTT dengan pamornya yang semakin meningkat pun jadi tujuan wisata yang menarik mereka untuk datang ke Indonesia saat musim panas.

Turis Rusia dan Inggris yang Selalu Ada

Selain itu, satu hal yang menarik untuk diamati adalah bagaimanya stabilnya tingkat kunjungan dari wisatawan Inggris dan Rusia.

Berbeda dengan turis Prancis atau Italia yang kunjungannya sangat fluktuatif tergantung musim, turis Inggris cenderung stabil di angka 30-40 ribu setiap bulannya.

Rusia juga menunjukkan pola yang menarik dengan total 219.162 kunjungan setahun. Puncak kunjungan mereka justru terjadi di awal dan akhir tahun (Januari dan Desember).

Bagi mereka, Indonesia tetap menjadi destinasi pelarian utama bagi warga Rusia untuk menghindari musim dingin ekstrem di negaranya.

Peluang dari Eropa Timur dan Skandinavia

Di luar negara-negara besar tersebut, potensi dari wilayah Eropa Timur seperti Polandia mulai menunjukkan geliatnya dengan total 68 ribu kunjungan.

Begitu pula dengan negara-negara Skandinavia seperti Denmark dan Swedia yang konsisten mengirimkan ribuan turis setiap bulan.

Meskipun secara angka belum sebesar Inggris atau Prancis, durasi tinggal turis dari wilayah ini biasanya cenderung lebih lama. Hal ini pun turut memberikan dampak ekonomi lebih besar bagi sektor akomodasi dan UMKM lokal.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Muhammad Fazer Mileneo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Muhammad Fazer Mileneo.

Tim Editorarrow

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.