Sat,25 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Profil Juwono Sudarsono: Menhan Sipil Pertama yang Pernah Jabat Posisi Menteri di 4 Kabinet Berbeda

Profil Juwono Sudarsono: Menhan Sipil Pertama yang Pernah Jabat Posisi Menteri di 4 Kabinet Berbeda

profil-juwono-sudarsono:-menhan-sipil-pertama-yang-pernah-jabat-posisi-menteri-di-4-kabinet-berbeda
Profil Juwono Sudarsono: Menhan Sipil Pertama yang Pernah Jabat Posisi Menteri di 4 Kabinet Berbeda
service

Profil Juwono Sudarsono: Menhan Sipil Pertama yang Pernah Jabat Posisi Menteri di 4 Kabinet Berbeda


Namanya jelas tak asing bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Sosoknya begitu membumi. Padahal, jika ditilik dari segi pendidikan dan jabatan, semuanya sangat mentereng.

Adalah Prof. Dr. Juwono Sudarsono, Menteri Pertahanan RI yang menjabat pada tahun 1990-2000 dan 2004-2009. Ia disebut-sebut menjadi salah satu putra terbaik bangsa berkat rekam jejaknya yang luar biasa.

Juwono adalah putra dr. Sudarsono Magnoenadikoesoemo, seorang dokter, diplomat, serta politikus yan pernah menjabat sebaai Menteri Dalam Negeri di masa Perdana Menteri Sutan Sjahrir, serta Menteri Negara Urusan Beras untuk India di Kabinet Sjahrir III.

Terlahir dari latar belakang keluarga yang berpendidikan, Juwono tak menyia-nyiakan kesempatan ini. Ia mendapatkan gelar sarjananya di Universitas Indonesia (UI) di tahun 1965. Kemudian, ia melanjutkan pendidikan pascasarjana di The University of California, Berkeley, dan London School of Economics untuk mendapatkan gelar M.A dan Ph.D.

Juwono adalah dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UI. Ia juga menjadi guru besar ilmu hubungan internasional. Bahkan, Juwono menjadi sosok pertama di Indonesia yang dikukuhkan sebagai guru besar ilmu hubungan internasional.

Di luar kariernya di bidang akademik, Juwono pernah menduduki deretan jabatan strategis di lima periode Presiden RI yang berbeda-beda. Ia menjadi Menteri Pertahanan RI pertama dari kalangan sipil.

Profil Juwono, Menteri Lintas Kabinet

Juwono tidak hanya berkutik di bidang akademik. Kariernya memang dimulai saat ia menjadi dosen di FISIP UI. Ia juga sempat menjabat sebagai Dekan FISIP UI periode 1988-1994.

Namun, di luar lingkup akademik, ia terkenal sebagai salah satu sosok kunci yang mengepalai sekaligus menjadi saksi reformasi pertahanan Indonesia. Juwono ditunjuk menjadi Menteri Negara Lingkungan Hidup Kabinet Pembangunan VII (1998), Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Kabinet Reformasi (1998-1999), dan Menteri Pertahanan Kabinet Persatuan Nasional (1999-2000) serta Menteri Pertahanan Kabinet Indonesia Bersatu (2004-2009).

Bukan hanya itu, Juwono juga pernah ditunjuk sebagai Duta Besar Indonesia untuk Britania Raya pada 2003-2004. Namun, sebelum menjadi menteri di periode kabinet yang berbeda-beda, Juwono mengawali karier di pemerintahan saat ditunjuk menjadi Wakil Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) tahun 1995-1998.

Hal ini cukup unik, karena tak banyak tokoh publik yang bisa mendapatkan kepercayaan untuk mengemban jabatan setingkat menteri di periode presiden yang berbeda-beda. Juwono menunjukkan kapabilitasnya sebagai akademisi sekaligus pakar yang mampu mengemban amanah dengan baik.

Menhan Pertama dari Kalangan Sipil dengan Kinerja Moncer

Disadur dari situs resmi Kementerian Pertahanan RI, Juwono menjabat sebagai Menteri Pertahanan dari kalangan sipil. Juwono yang merupakan akademisi tulen itu ditunjuk oleh Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur menjadi Menhan pada Oktober 1999-Agustus 2000.

Uniknya, sebelum “di-oper” menjadi Menhan, Juwono adalah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di era Presiden Habibie yang menjabat pada Mei 1999-Oktober 1999. Ia dipilih kembali menjadi Menhan di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di tahun 2004.

Merangkum dari ANTARA, SBY menyebut jika penunjukan Juwono bukan tanpa sebab. SBY yang berasal dari kalangan militer ini menyebut jika ia butuh Menhan yang paham tentang hubungan internasional, pertahanan, hak asasi manusia, sampai demokrasi. Seluruh kriteria yang diinginkan SBY ada pada Juwono.

“Saya memilih untuk menempatkan seorang sipil yang cakap dan memahami masalah-masalah pertahanan, sehingga reformasi TNI bisa berjalan dengan baik dan kebijakan pertahanan berkembang secara efektif,” kata SBY.

Meskipun dari kalangan nonmiliter, Juwono ternyata mampu memukau SBY. Di bawah komandonya, sejumlah Rancangan Undang-Undang (RUU) yang berkaitan dengan masalah pertahanan disusun dan diajukan ke DPR untuk diajukan menjadi UU, seperti RUU Komponen Cadangan, RUU Keamanan Nasional, RUU Rahasia Negara, RUU Peradilan Milter dan RUU Veteran.

SBY menyebut ia sering berdiskusi dengan Juwono jauh sebelum menjadi presiden. Salah satu topik yang dibahas mereka adalah tentang menyatukan pandangan militer dan sipil.

Juwono mengupayakan reformasi TNI dan menegakkan supremasi sipil semasa menjabat. Ia berupaya menertibkan bisnis di lingkungan TNI sampai memperkuat unsur sipil untuk menjabat posisi strategis di Kemnhan.

Masih dari ANTARA, Juwono, turut memperkuat alat utama sistem senjata (alutsista) serta menaruh perhatian lebih para prajurit TNI demi kesejahteraan mereka. Ia dikenal sebagai sosok pakar yang sangat dihormati semasa hidupnya.

Juwono wafat pada 28 Maret 2026. Sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan kontribusi apiknya untuk Indonesia, ia dimakamkan di Taman Makam Pahawan (TMP) Kalibata pada 29 Maret 2026.

Jezanah sempat disemayamkan di Gedung Kementerian Pertahanan sebelum dikebumikan. Mendiang dimakamkan dengan prosesi upacara militer dan dipimpin langsung oeh Menhan Sjafrie Sjamsoeddin.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.