Jakarta (ANTARA) – Ganda campuran Indonesia Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu memilih memasang target realistis pada Kejuaraan Asia (BAC) 2026 setelah hasil kurang maksimal yang mereka raih sepanjang rangkaian turnamen tur Eropa.
Felisha mengatakan evaluasi menyeluruh telah dilakukan, terutama karena performa mereka belum optimal akibat sejumlah faktor, termasuk kondisi fisiknya yang masih dalam proses pemulihan cedera.
“Evaluasi dari tur Eropa cukup banyak, dari berbagai aspek memang masih harus ditingkatkan karena hasilnya juga belum maksimal. Itu yang harus diperbaiki supaya bisa kembali ke performa terbaik, bahkan kalau bisa lebih baik lagi,” kata Felisha di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta, Rabu.
Dalam dua turnamen di Benua Biru, Jafar/Felisha terhenti di babak kedua Super 1000 All England pada 3-8 Maret, dan mencapai perempat final di Super 300 Swiss Open pada 10-15 Maret.
Ia mengungkapkan kondisi cedera siku yang dialaminya sejak Super 500 Indonesia Masters pada 20-25 Januari turut memengaruhi performanya di Eropa.
“Waktu semifinal Indonesia Masters sebenarnya kondisi tangan sudah sakit sekali, bahkan untuk mengangkat tangan saja sulit. Tapi karena tanggung jawab, saya tetap mencoba bermain semaksimal mungkin,” ujarnya.
Setelah turnamen tersebut, Felisha menjalani masa pemulihan dengan mengistirahatkan tangannya selama sekitar tiga pekan dan hanya menjalani latihan fisik bagian bawah serta latihan ringan untuk menjaga kondisi.
Saat kembali berlatih penuh di lapangan, ia mengaku masih sempat merasakan kekhawatiran saat melakukan pukulan karena bagian yang cedera belum sepenuhnya pulih, sehingga berdampak pada aspek teknis permainannya.
“Pas kembali latihan memang sempat ada rasa takut waktu memukul karena masih terasa di bagian yang sakit, jadi tekniknya belum maksimal. Tapi sekarang sudah jauh lebih baik dan bisa dikondisikan,” kata Felisha.
Menjelang Kejuaraan Asia 2026, Felisha mengatakan persiapan mereka kini jauh lebih baik dibandingkan saat tur Eropa, meski masih ada beberapa hal yang perlu dimaksimalkan dalam waktu latihan yang tersisa.
“Persiapan sekarang lebih baik daripada waktu tur Eropa. Masih ada beberapa hari latihan, semoga kekurangan yang ada bisa diperbaiki,” ujarnya.
Baca juga: Sabar/Reza maksimalkan sparing di Pelatnas PBSI jelang Kejuaraan Asia
Terkait target, Felisha mengatakan ia dan Jafar berharap setidaknya mampu menyamai pencapaian sebelumnya dengan menembus semifinal, namun mereka memilih fokus menjalani pertandingan secara bertahap.
“Target minimal tentu tidak ingin turun dari hasil sebelumnya. Tapi melihat performa kemarin, kami mau fokus step by step dulu supaya bisa tampil lebih baik,” kata Felisha.
Pada edisi tahun lalu, langkah mereka terhenti di babak empat besar setelah kalah dari pasangan asal Jepang Hiroki Midorikawa/Natsu Saito dengan skor 21-15, 21-23, 11-21.
Sementara itu, Jafar mengakui tekanan tetap ada setelah hasil yang belum memuaskan, namun ia menyebut hal tersebut menjadi motivasi untuk tampil lebih kompak sebagai pasangan.
“Tekanan pasti ada apalagi kalau hasil sebelumnya belum bagus. Tapi kami fokus memperbaiki kekompakan dan komunikasi di lapangan,” kata Jafar.
Ia juga mengingatkan bahwa lawan yang akan dihadapi di babak awal tidak mudah, termasuk pasangan-pasangan papan atas dunia, sehingga mereka memilih untuk tidak memikirkan target terlalu jauh.
“Babak awal pasti tidak mudah. Jadi kami fokus satu pertandingan ke pertandingan berikutnya saja,” ujarnya.
Pada babak pertama Kejuaraan Asia 2026, Jafar/Felisha akan berhadapan dengan pasangan Taiwan Ye Hong Wei/Nicole Gonzales Chan.
Jafar menambahkan kunci yang terus mereka perbaiki adalah saling menutup kekurangan masing-masing di lapangan agar bisa tampil lebih solid sebagai pasangan.
“Kami harus bisa lebih kompak dan saling cover di lapangan,” kata Jafar.
Baca juga: Putri KW jadikan hasil tur Eropa sebagai modal di Kejuaraan Asia 2026
Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.





Comments are closed.