Mon,18 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Health
  3. Darurat Kesehatan Publik Epidemi Ebola Virus Bundibugyo di Kongo dan Uganda

Darurat Kesehatan Publik Epidemi Ebola Virus Bundibugyo di Kongo dan Uganda

darurat-kesehatan-publik-epidemi-ebola-virus-bundibugyo-di-kongo-dan-uganda
Darurat Kesehatan Publik Epidemi Ebola Virus Bundibugyo di Kongo dan Uganda
service

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus menetapkan penyakit Ebola yang disebabkan oleh virus Bundibugyo di Republik Demokratik Kongo dan Uganda sebagai keadaan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional atau public health emergencies of international concern (PHEIC). WHO telah berkonsultasi dengan negara-negara pihak tempat peristiwa terjadi.

Tedros menyampaikan rasa terima kasihnya kepada kepemimpinan Republik Demokratik Kongo dan Uganda atas komitmen mereka untuk mengambil tindakan yang diperlukan dan tegas untuk mengendalikan peristiwa ini. Tedros juga menghormati keterusterangan dua negara ini dalam menilai risiko yang ditimbulkan oleh peristiwa ini. Sehingga, ini memungkinkan komunitas global untuk mengambil tindakan kesiapan yang diperlukan.

Dalam keputusannya, Direktur Jenderal WHO mempertimbangkan, antara lain, informasi yang diberikan Republik Demokratik Kongo dan Uganda berupa prinsip-prinsip ilmiah serta bukti ilmiah dan informasi relevan lainnya. WHO juga menilai risiko terhadap kesehatan manusia, risiko penyebaran penyakit secara internasional, dan risiko gangguan terhadap lalu lintas internasional.

Direktur Jenderal WHO berpendapat peristiwa ini memenuhi kriteria definisi PHEIC dengan alasan sebagai berikut. Pertama, peristiwa ini luar biasa karena alasan-alasan berikut. Per tanggal 16 Mei 2026, delapan kasus terkonfirmasi laboratorium, 246 kasus suspek, dan 80 kematian suspek telah dilaporkan di Provinsi Ituri, Republik Demokratik Kongo, di setidaknya tiga zona kesehatan, termasuk Bunia, Rwampara, dan Mongbwalu.

Selain itu, dua kasus terkonfirmasi laboratorium (termasuk satu kematian) tanpa kaitan yang jelas satu sama lain telah dilaporkan di Kampala, Uganda. Ini terjadi dalam kurun waktu 24 jam, pada tanggal 15 dan 16 Mei 2026, di antara dua individu yang bepergian dari Republik Demokratik Kongo. Pada tanggal 16 Mei, satu kasus terkonfirmasi laboratorium juga dilaporkan di Kinshasa, Republik Demokratik Kongo, di antara seseorang yang kembali dari Ituri.

Sejumlah kasus kematian di masyarakat dengan gejala yang sesuai dengan penyakit virus Bundibugyo (BVD) telah dilaporkan di beberapa zona kesehatan di Ituri, dan kasus yang dicurigai telah dilaporkan di Ituri dan Kivu Utara. Selain itu, setidaknya empat kematian di antara petugas kesehatan dalam konteks klinis yang mengarah pada demam berdarah virus telah dilaporkan dari daerah yang terdampak.

Sehingga menimbulkan kekhawatiran mengenai penularan terkait perawatan kesehatan, celah dalam langkah-langkah pencegahan dan pengendalian infeksi, dan potensi peningkatan penularan di dalam fasilitas kesehatan.

Saat ini, terdapat ketidakpastian yang signifikan mengenai jumlah sebenarnya orang yang terinfeksi dan penyebaran geografis perihal kejadian ini. Selain itu, pemahaman tentang hubungan epidemiologis dengan kasus yang diketahui atau dicurigai masih terbatas.

Namun, tingginya angka positif pada sampel awal yang dikumpulkan (dengan delapan kasus positif dari 13 sampel yang dikumpulkan di berbagai daerah), konfirmasi kasus di Kampala dan Kinshasa, tren peningkatan pelaporan sindromik kasus yang dicurigai, dan kelompok kematian di seluruh provinsi Ituri semuanya menunjukkan potensi wabah yang jauh lebih besar daripada yang saat ini terdeteksi dan dilaporkan. Hal ini berisiko ke penyebaran lokal dan regional yang signifikan.

Selain itu, ketidakamanan yang berkelanjutan, krisis kemanusiaan, mobilitas penduduk yang tinggi, sifat perkotaan atau semi-perkotaan dari pusat penyebaran saat ini, dan jaringan besar fasilitas perawatan kesehatan informal semakin memperburuk risiko penyebaran. Hal ini seperti yang disaksikan selama epidemi penyakit virus Ebola besar di provinsi Kivu Utara dan Ituri pada tahun 2018-19.

Namun, tidak seperti strain Ebola-Zaire, saat ini belum ada terapi atau vaksin khusus virus Bundibugyo yang disetujui. Karena itu, kejadian ini dianggap luar biasa.

Kedua, peristiwa ini merupakan risiko kesehatan masyarakat bagi negara-negara pihak lainnya melalui penyebaran penyakit secara internasional. Penyebaran internasional telah didokumentasikan, dengan dua kasus terkonfirmasi dilaporkan di Kampala, Uganda pada tanggal 15 dan 16 Mei setelah melakukan perjalanan dari Republik Demokratik Kongo.

Kedua kasus terkonfirmasi ini dirawat di unit perawatan intensif di Kampala. Negara-negara tetangga yang berbatasan darat dengan Republik Demokratik Kongo dianggap berisiko tinggi terhadap penyebaran lebih lanjut. Sebab, mobilitas penduduk, hubungan perdagangan dan perjalanan, serta ketidakpastian epidemiologis yang berkelanjutan.

Ketiga, peristiwa ini memerlukan koordinasi dan kerja sama internasional untuk memahami sejauh mana wabah ini. Kerja sama ini juga untuk mengoordinasikan upaya pengawasan, pencegahan dan penanggulangan, untuk meningkatkan dan memperkuat operasi serta memastikan kemampuan untuk menerapkan langkah-langkah pengendalian.

Direktur Jenderal WHO, berdasarkan ketentuan IHR, akan segera mengadakan Komite Darurat untuk memberikan saran. Antara lain, mengenai rekomendasi sementara yang diusulkan bagi Negara-Negara Pihak untuk menanggapi peristiwa itu.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.