Sat,18 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Keberanian Viona Amalia Adinda Putri, Semangat untuk Olahraga Indonesia yang Bebas Kekerasan Seksual

Keberanian Viona Amalia Adinda Putri, Semangat untuk Olahraga Indonesia yang Bebas Kekerasan Seksual

keberanian-viona-amalia-adinda-putri,-semangat-untuk-olahraga-indonesia-yang-bebas-kekerasan-seksual
Keberanian Viona Amalia Adinda Putri, Semangat untuk Olahraga Indonesia yang Bebas Kekerasan Seksual
service

31 Maret 2026 21.24 WIB • 2 menit

Keberanian Viona Amalia Adinda Putri, Semangat untuk Olahraga Indonesia yang Bebas Kekerasan Seksual


Lebih dari sekadar olahragawan, Viona Amalia Adinda Putri adalah atlet kickboxing nasional yang tidak hanya penuh motivasi dalam mengejar prestasi. Ia juga memancarkan semangat untuk mewujudkan olahraga Indonesia yang bebas kekerasan seksual.

Viona tidak abai ketika ada dugaan kekerasan seksual di lingkungan kickboxing yang jadi tempatnya hidup. Ia memilih untuk bersuara lantang untuk mencari jalan keluar atas masalah yang ada.

Suara lantang Viona bergema saat ia memutuskan untuk mengungkap dugaan kekerasan seksual yang dialaminya sendiri. Semua bermula pada awal Maret 2026 lalu kala Viona bercerita tentang pengalaman pahit yang selama ini dipendamnya dalam-dalam. Lewat media sosialnya, ia mengaku menjadi korban dugaan pelecehan seksual.

Pelakunya adalah orang yang berada di lingkaran yang cukup dekat dengan Viona. Ia adalah pelatih sekaligus Ketua Pengurus Provinsi Kickboxing Indonesia Jawa Timur berinisial WPC.

Viona tidak menampik bahwa ia sempat takut untuk bicara. Sebab terduga pelaku bukan orang sembarangan di dunia kickboxing. Jabatan tinggi dan kekuasaannya di organisasi yang menaungi kickboxing di Indonesia membuat Viona sempat bungkam.

“Aku memendam kejadian ini sejak lama. Aku takut bersuara karena dia adalah ketua, dan aku hanyalah seorang atlet yang seharusnya fokus untuk juara,” demikian petikan pesan Viona di media sosialnya.

Meski sebelumnya tidak bersuara, Viona sesungguhnya tidak sepenuhnya diam. Pada 2024, perempuan kelahiran 25 Juni 2001 itu telah mengadukan apa yang dialaminya kepada manajer tim nasional kickboxing. Lantaran aduannya tidak berakhir dengan penyelesaian seperti yang diharapkan, kemudian pada Januari 2025 ia membuat laporan ke Kepolisian.

Jangan bayangkan Viona melapor ke polisi dengan didampingi kuasa hukum. Dalam proses pelaporan ke Kepolisian, Viona mengaku menjalani semuanya sendirian tanpa pendamping.

Waktu berjalan, laporan Viona diproses oleh Polda Jawa Timur dan WPC ditetapkan sebagai tersangka pada Februari 2026. Polisi menerangkan bahwa kekerasan seksual oleh WPC terjadi di sejumlah daerah berbeda, tidak hanya di Jawa Timur tetapi juga di daerah lain.

“Saya sudah buat pengaduan bersurat ke PP KBI, lalu saya juga terus melakukan follow-up lewat WhatsApp dan telepon sampai akhirnya dibentuk tim kode etik,” ujar Viona.

Keberanian dan Harapan Viona

Tentu bukan tanpa alasan Viona akhirnya berani untuk speak up. Di balik keputusannya, ada harapan agar hal serupa tidak terjadi lagi di lingkungan olahraga.

Kekerasan seksual jelas hal yang bertentangan dengan nilai-nilai olahraga itu sendiri. Apalagi, Viona mengalaminya saat dirinya sedang menjalani masa latihan intensif demi mengejar prestasi.

Viona memang termasuk atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama Indonesia hingga ke kancah internasional. Ia pernah meraih pencapaian apik di sejumlah ajang, salah satunya medali emas dan perak Global Association of Mixed Martial Arts (GAMMA) World Mixed Martial Arts Championships 2023 di mana ia menjadi yang terbaik di kategori Full Contact -48 kg Putri.

Oleh karena itulah Viona mengajak atlet-atlet lainnya untuk tidak takut bersuara jika ada kekerasan seksual di sekitar mereka.

“Saya minta tolong kepada atlet perempuan untuk jaga diri masing-masing. Jangan ragu untuk melapor. Mungkin kejadian seperti ini banyak, tapi jarang yang mau bicara,” kata Viona.

Viona juga menegaskan bahwa harga diri dan martabat adalah hal yang wajib dijaga setiap atlet. Saking pentingnya bahkan, prestasi pun tidak boleh dibayar dengan mengorbankan dua hal tersebut.

“Jangan pernah menukar prestasi dengan harga diri dan martabat kalian,” pungkasnya.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Aulli Atmam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Aulli Atmam.

Tim Editorarrow

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.