Fri,15 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. Kebiasaan Menutup Sampah dengan Plastik Bisa Tingkatkan Pemanasan Global

Kebiasaan Menutup Sampah dengan Plastik Bisa Tingkatkan Pemanasan Global

kebiasaan-menutup-sampah-dengan-plastik-bisa-tingkatkan-pemanasan-global
Kebiasaan Menutup Sampah dengan Plastik Bisa Tingkatkan Pemanasan Global
service

Jakarta, NU Online

Ketua Tim Penanganan Sampah Institut Teknologi Bandung (ITB) Pandji Prawisudha mengungkapkan bahwa kebiasaan menutup sampah dengan plastik justru mempercepat terbentuknya gas metana, salah satu gas rumah kaca yang bisa meningkatkan pemanasan global.

Menurutnya, perubahan komposisi dan perlakuan terhadap sampah turut mempengaruhi proses pembusukan. Ia menyoroti kebiasaan masyarakat yang menutup sampah untuk menghindari bau. Padahal, langkah tersebut justru mengubah proses alami penguraian sampah.

“Apa yang akan terjadi ketika kita menutup sampah kita dengan plastik? Karena kita tidak ingin bau, maka sampahnya kita tutup,” ujarnya dalam Webinar Cengkrama Iklim bertajuk Bijak Kelola Sampah, Jaga Iklim Kita: Inovasi Teknologi Menuju Indonesia Asri, yang digelar pada Senin (30/3/2026).

“Tapi sebetulnya ketika kita tutup, yang biasanya terjadi adalah berupa proses aerob seperti yang tadi di siklus alami sampah jatuh ke tanah, dimakan oleh hewan, kemudian didegradasi oleh mikroba dan juga jasa trading lain, kemudian menjadi tanah. Itu tidak terjadi,” lanjutnya.

Pandji menegaskan bahwa penutupan sampah dengan plastik justru mematikan proses aerob dan menggantinya dengan proses anaerob yang lebih berbahaya.

“Ketika kita menutup sampah dengan plastik, maka prosesnya bakteri-bakteri aerobnya mati. Ketika sampah diolah di bagian akhir, maka petugas sampah akan mengalami bau yang sangat-sangat dahsyat. Itu yang biasanya kita keluhkan,” ucapnya.

Ia mengungkapkan bahwa bau menyengat tersebut merupakan indikasi terbentuknya gas berbahaya, termasuk metana.

“Proses anaerob itu akan mengeluarkan gas metana, dan ini adalah merupakan gas rumah kaca. Gas metana ini yang membuat pemanasan global semakin hari semakin terasa,” ungkapnya.

Pandji juga menjelaskan bahwa metana memiliki potensi pemanasan global atau Global Warming Potential (GWP) yang jauh lebih besar dibandingkan gas lainnya.

“Dalam hal ini angka GWP-nya adalah 100. Ini adalah angka Global Warming Metana itu nilainya kurang lebih 28. Tapi kalau kita menggunakan standar GWP untuk 20 tahunan, sebetulnya potensi pemanasan global untuk metana itu naik, bisa mencapai angka 80. Artinya 80 kali lipat dibandingkan GWP,” jelasnya.

Ia menegaskan besarnya potensi gas metana yang dihasilkan dari pengolahan sampah yang keliru menjadi ancaman bagi iklim global.

“Tanpa perubahan perilaku masyarakat dan pembenahan sistem pengelolaan sampah, tumpukan limbah yang selama ini diabaikan justru akan terus menjadi bom waktu yang mempercepat laju pemanasan global,” ujar Pandji.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.