Sat,18 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Features
  3. Rumput Laut dan Asa Baru Nelayan Kendal

Rumput Laut dan Asa Baru Nelayan Kendal

rumput-laut-dan-asa-baru-nelayan-kendal
Rumput Laut dan Asa Baru Nelayan Kendal
service

Di sejumlah desa pesisir Kabupaten Kendal, tambak-tambak yang sebelumnya kurang produktif mulai dimanfaatkan untuk budidaya rumput laut. Komoditas ini perlahan dilirik sebagai alternatif sumber penghasilan bagi nelayan dan petambak.

Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kendal melihat peluang tersebut dan mulai melakukan pendampingan. Kepala DKP Kendal, Hudi Sambodo, menyebut potensi rumput laut di wilayah ini cukup besar jika dikelola secara serius. “Kami terus mendampingi agar budidaya ini bisa berkembang dan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.

Budidaya ini tidak berdiri sendiri. Di beberapa lokasi, rumput laut ditanam bersamaan dengan ikan bandeng, memanfaatkan tambak yang sebelumnya tidak optimal. Pendekatan ini dinilai lebih efisien karena tidak memerlukan pembukaan lahan baru.

Dalam skala usaha, budidaya rumput laut di Kendal mulai menunjukkan hasil. Saat ini sekitar 50 petani terlibat dengan luasan tambak kurang lebih 25 hektare yang tersebar di wilayah seperti Karangsari, Bandengan, Banyutowo, Balok, hingga Kampung Mbiru.

Secara ekonomi, hasilnya cukup menjanjikan. Dari satu hektare tambak, petani dapat memperoleh pendapatan sekitar Rp30 juta dalam satu kali panen. Setelah dikurangi biaya operasional, keuntungan bersih berkisar Rp15 juta. Dengan siklus panen sekitar dua bulan, dalam setahun panen dapat dilakukan hingga lima kali.

Koordinator budidaya, Budiarto, menyebut kegiatan ini telah berjalan sekitar satu tahun dan mulai menarik minat petambak lain. “Selain menambah penghasilan, budidaya ini bisa dilakukan di tambak yang sebelumnya kurang produktif,” katanya.

Data produksi menunjukkan bahwa pada 2025, Kendal mampu menghasilkan sekitar 420 ton rumput laut kering dan lebih dari 2.200 ton dalam bentuk basah per tahun. Meski demikian, pengembangan masih terpusat di beberapa kecamatan, sehingga peluang peningkatan produksi masih terbuka.

Hasil panen rumput laut dari Kendal tidak berhenti di tingkat lokal. Produk kering dipasarkan ke berbagai daerah, termasuk Surabaya dan Brebes. Kehadiran penampung membantu memastikan hasil budidaya terserap pasar.

Rantai distribusi ini menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan usaha. Petani tidak hanya bergantung pada pasar lokal, tetapi sudah terhubung dengan jaringan perdagangan yang lebih luas.

Tantangan di Lapangan

Di balik peluang tersebut, sejumlah tantangan masih dihadapi. Kualitas lingkungan perairan menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi hasil budidaya. Aktivitas industri di wilayah pesisir berpotensi memengaruhi kondisi air, yang pada akhirnya berdampak pada pertumbuhan rumput laut.

Selain itu, faktor cuaca seperti curah hujan tinggi juga dapat menurunkan produktivitas. Perubahan kondisi air secara tiba-tiba membuat hasil panen tidak selalu stabil.

Tantangan lain datang dari aspek sumber daya manusia. Tidak semua petambak memiliki pengetahuan teknis yang memadai terkait budidaya rumput laut. Pendampingan dan pelatihan masih diperlukan agar produksi bisa lebih optimal.

Pemerintah daerah menilai budidaya rumput laut berpotensi menjadi salah satu penopang ekonomi pesisir Kendal. Namun, pengembangannya tidak hanya bergantung pada perluasan lahan, melainkan juga pada pengelolaan lingkungan dan peningkatan kapasitas petani.

Upaya pendampingan yang terus dilakukan menjadi kunci agar budidaya ini tidak berhenti sebagai proyek jangka pendek. Dengan pengelolaan yang tepat, rumput laut tidak hanya menjadi komoditas tambahan, tetapi dapat berkembang menjadi sumber ekonomi yang lebih stabil bagi masyarakat pesisir.

Jurnalisme lingkungan Indonesia butuh dukungan Anda. Bantu Ekuatorial.com terus menyajikan laporan krusial tentang alam dan isu iklim.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.