Sat,25 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Pengobatan Kasus Keracunan MBG Dijamin BPJS, Kenali Gejala dan Cara Pencegahannya

Pengobatan Kasus Keracunan MBG Dijamin BPJS, Kenali Gejala dan Cara Pencegahannya

pengobatan-kasus-keracunan-mbg-dijamin-bpjs,-kenali-gejala-dan-cara-pencegahannya
Pengobatan Kasus Keracunan MBG Dijamin BPJS, Kenali Gejala dan Cara Pencegahannya
service

Pengobatan Kasus Keracunan MBG Dijamin BPJS, Kenali Gejala dan Cara Pencegahannya


Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS Kesehatan) memastikan bahwa peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap mendapat layanan kesehatan tanpa biaya tambahan, selama insiden tersebut tidak ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) oleh pemerintah daerah.

Melansir dari Antara News, Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, menjelaskan bahwa layanan ini berlaku bagi peserta aktif yang mengalami keluhan kesehatan terkait MBG. Jika insiden dikategorikan sebagai KLB, pembiayaan menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.

Mengutip dari Kompas.com berdasarkan data Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), jumlah siswa yang mengalami keracunan akibat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Januari–Februari 2026 mencapai 4.755 orang, dengan rata-rata 2.377,5 korban per bulan.

Menanggapi hal ini pun Badan Gizi Nasional (BGN) menyampaikan komitmennya untuk melakukan evaluasi dan perbaikan menyusul dugaan kasus keracunan makanan dalam program MBG. 

Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan bahwa pihaknya akan memperketat pengawasan dan prosedur keamanan pangan, guna memastikan kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Seiring dengan itu, penting bagi semua pihak untuk mengetahui langkah-langkah pencegahan keracunan makanan agar risiko gangguan kesehatan bisa diminimalkan.

Cara Mencegah Keracunan Makanan

Melansir dari laman Ayo Sehat Kemenkes, berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah keracunan makanan:

Pilih bahan makanan yang segar dan aman

Periksa kualitas bahan makanan sebelum membeli, pastikan masih segar dan perhatikan tanggal kedaluwarsa.

Cuci bahan makanan sebelum dimasak

Cuci bersih buah, sayur, dan bahan lainnya untuk mengurangi kotoran atau bakteri yang menempel.

Cuci tangan dan peralatan masak

Selalu cuci tangan dengan sabun dan pastikan peralatan masak bersih sebelum dan sesudah menyiapkan makanan.

Pisahkan makanan mentah dan matang

Simpan dan olah makanan mentah dan matang secara terpisah untuk mencegah kontaminasi silang.

Masak makanan hingga matang sempurna

Pastikan semua makanan dimasak pada suhu yang tepat agar bakteri penyebab keracunan mati.

Panaskan kembali makanan sisa sebelum dikonsumsi

Pemanasan ulang dapat membantu mencegah pertumbuhan bakteri pada makanan yang disimpan sebelum

Meski sudah menerapkan langkah-langkah pencegahan, tetap penting untuk mengetahui gejala awal keracunan makanan. Dengan mengenali tanda-tanda sejak dini, penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan risiko komplikasi dapat dikurangi. 

Tanda-Tanda Keracunan Makanan

Melansir dari Primaya Hospital, gejala keracunan makanan umumnya muncul dalam rentang 2–6 jam setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi, meski pada beberapa kondisi bisa baru dirasakan hingga 24 jam kemudian. Berikut beberapa tanda yang perlu diwaspadai.

Mual dan muntah

Kondisi ini merupakan respons tubuh untuk mengeluarkan zat berbahaya dari sistem pencernaan. Jika terjadi berulang, dapat menyebabkan tubuh kekurangan cairan sehingga perlu segera diimbangi dengan minum air atau cairan elektrolit.

Diare

Ditandai dengan frekuensi buang air besar yang meningkat dan tekstur yang lebih cair. Dalam kondisi tertentu, bisa disertai lendir atau darah akibat iritasi usus dan berpotensi menyebabkan dehidrasi.

Nyeri perut dan kram

Rasa tidak nyaman pada perut muncul akibat peradangan pada saluran pencernaan. Biasanya disertai kembung dan kram yang datang tiba-tiba.

Demam dan menggigil

Gejala ini menunjukkan tubuh sedang melawan infeksi yang masuk melalui makanan yang terkontaminasi.

Tubuh terasa lemas dan tanda dehidrasi

Kehilangan cairan akibat muntah dan diare dapat membuat tubuh terasa lemah, pusing, serta muncul tanda seperti mulut kering dan urin berwarna lebih gelap. Mengonsumsi cairan elektrolit dapat membantu memulihkan kondisi tubuh.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.