Jakarta (ANTARA) – Ganda putra bulu tangkis Indonesia Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani gagal memperpanjang catatan positif kontra pasangan Taiwan Fang-Chih Lee/Fang-Jen Lee setelah takluk di babak 16 besar Kejuaraan Asia Bulu Tangkis atau Badminton Asia Championships (BAC) 2026.
Dalam pertemuan di Ningbo Olympic Arena, Ningbo, Kamis, Sabar/Reza harus mengakui ketangguhan ganda Taiwan tersebut lewat rubber gim 14-21, 21-18, dan 15-21.
“Hari ini Alhamdulillah bisa menyelesaikan pertandingan dengan baik walaupun belum bisa menang, tetapi kami sudah mencoba yang terbaik,” kata Sabar dikutip dari keterangan pascalaga PBSI, Kamis.
Tercatat dalam pertemuan terakhir, Sabar/Reza sebelumnya mempunyai catatan positif dengan menjungkalkan Fang-Chih Lee/Fang-Jen Lee di perempat final Australia Open 2025 pada Desember lalu.
Dalam empat pertemuan terakhir setidaknya Sabar/Reza mengantongi dua kemenangan berbanding dengan menelan dua kekalahan.
Baca juga: Sabar/Reza tuai hasil persiapan di Pelatnas pada babak awal BAC 2026
Sabar mengaku bahwa di pertandingan kali ini memang menghadapi lawan yang skema serangannya sulit untuk diantisipasi.
“Lawan tidak mudah dimatikan, dari bola bawah dan defence mereka juga tahan. Mungkin karena sering bertemu dan ketat terus jadi tidak mudah untuk melawan mereka,” ujar Sabar.
Sementara itu, Reza mengevaluasi permainannya yang pada gim ketiga gagal mempertahankan ritme permainan dan terlalu bermain terburu-buru.
Ke depannya, SabRe berharap bisa meningkatkan daya tahan fisik dan fokus untuk menghadapi kondisi gim yang memakan stamina seperti saat ini.
“Evaluasi kami ke depannya, harus ditingkatkan lagi daya tahan dan fokusnya disaat poin-poin akhir, Karena kami banyak lengah disana,” kata Reza.
Baca juga: Alwi Farhan petik pelajaran berharga usai dihentikan Kodai Naraoka
Baca juga: Fajar/Fikri kantongi tiket perempat final BAC 2026
Pewarta: Fajar Satriyo
Editor: Gilang Galiartha
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.





Comments are closed.