Wed,29 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Perspektif
  3. Wacana War Tiket Haji, PBNU: Antrean Jemaah Reguler Harus Dipikirkan

Wacana War Tiket Haji, PBNU: Antrean Jemaah Reguler Harus Dipikirkan

wacana-war-tiket-haji,-pbnu:-antrean-jemaah-reguler-harus-dipikirkan
Wacana War Tiket Haji, PBNU: Antrean Jemaah Reguler Harus Dipikirkan
service

Jakarta, Arina.id—Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) tengah mengkaji skema untuk mengatasi panjangnya daftar tunggu haji, termasuk wacana baru yang disebut war tiket haji.

Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menilai hal itu memerlukan perhitungan serius agar tetap menjamin keadilan bagi jamaah.

“Caranya bagaimana dulu, sistemnya bagaimana dulu supaya adil. Bagaimana dengan mereka yang sudah terlanjur menunggu? Itu harus dipikir,” ujar Gus Yahya dalam Konferensi Pers di PBNU, Jumat (10/4/2026).

Ia menambahkan, pembahasan lebih lanjut juga perlu melibatkan DPR agar skema yang dirancang memiliki landasan yang kuat dan tidak menimbulkan persoalan baru.

“Kedua, nanti harus dibahas dulu di DPR,” kata Gus Yahya. 

Ia menegaskan, setiap kebijakan publik, terutama yang menyangkut ibadah haji, harus didasarkan pada studi yang matang dan data yang jelas.

“Saya tidak bisa berbicara tanpa studi, tanpa data. Harus dilihat dulu apakah ini gagasan yang serius atau tidak,” ujarnya.

Menurut Gus Yahya, jika wacana tersebut sudah jelas dan resmi dibahas, PBNU siap membentuk tim untuk melakukan kajian dan memberikan rekomendasi.

“Kalau ini sudah benar-benar, baru nanti kita bikin tim untuk studi, masukkan rekomendasi dan lain-lain,” ucap Gus Yahya.

Gus Yahya mengungkapkan, PBNU belum dilibatkan dalam pembahasan awal terkait wacana tersebut.

“Belum. Belum ada. Kalau orang gagas melamun sendiri-sendiri kan boleh saja, tapi nanti lihat apakah diajak (mengkaji) atau tidak,” kata dia.

Sebelumnya, Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan pemerintah tengah mengkaji berbagai skema untuk mengatasi panjangnya daftar tunggu, termasuk skema baru yang disebut war tiket haji.

Gagasan tersebut merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto yang menginginkan adanya terobosan agar pelaksanaan haji lebih cepat dan efisien.

“Sekarang itu Presiden berkeinginan supaya, coba kalian pikirkan bagaimana caranya haji tidak ngantre. Nah itu yang sedang kami formulasikan,” ujar Dahnil.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.