Fri,21 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Business
  3. Tak Cuma Modal, Investasi Otomotif Kini Harus Perkuat TKDN

Tak Cuma Modal, Investasi Otomotif Kini Harus Perkuat TKDN

tak-cuma-modal,-investasi-otomotif-kini-harus-perkuat-tkdn
Tak Cuma Modal, Investasi Otomotif Kini Harus Perkuat TKDN
service

KABARBURSA.COM – Pemerintah mulai mengarahkan investasi di sektor otomotif tidak hanya berfokus pada masuknya modal, tetapi juga pada kemampuan menghadirkan nilai tambah dalam negeri melalui kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Kementerian Perindustrian menegaskan penguatan TKDN menjadi bagian penting dalam strategi memperdalam struktur industri otomotif nasional. Upaya ini dilakukan mendorong transformasi menuju ekosistem kendaraan listrik yang berdaya saing global, khususnya pada segmen roda dua dan roda tiga.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa pemerintah berkomitmen mengoptimalkan pendalaman industri melalui peningkatan kandungan lokal serta penguatan ekosistem kendaraan listrik.

Menurutnya, pengembangan industri kendaraan roda dua dan roda tiga, terutama kendaraan listrik, memiliki dampak luas terhadap investasi, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan kemandirian industri nasional.

Oleh karena itu, kebijakan diarahkan untuk mempercepat peningkatan kandungan lokal sekaligus mendorong transfer teknologi.

Di sisi lain, pemerintah juga menekankan pentingnya pengawasan agar investasi yang masuk tidak hanya berorientasi pasar.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Setia Diarta mengatakan pemerintah akan terus mengawal pertumbuhan industri agar sejalan dengan kebijakan TKDN dan penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI).

“Pemerintah akan terus mengawal pertumbuhan industri otomotif nasional agar berkembang sesuai dengan arah kebijakan, khususnya dalam peningkatan TKDN dan penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI). Langkah ini penting untuk memastikan industri dalam negeri semakin kompetitif, berdaya saing global, serta mampu memberikan nilai tambah yang optimal bagi perekonomian nasional,” pungkas Setia Diarta dalam keterangannya dikutip, Senin, 13 April 2026.

Penguatan arah kebijakan ini juga mendapat sorotan dari legislatif. Ketua Komisi VII DPR RI, Bapak Saleh Partaonan Daulay, menekankan bahwa setiap investasi di sektor manufaktur harus mampu mendorong peningkatan nilai tambah di dalam negeri.

“Kami menekankan pentingnya setiap investasi di sektor manufaktur tidak hanya berorientasi pada pasar, tetapi juga mampu meningkatkan nilai tambah dalam negeri melalui implementasi TKDN yang terukur dan bertahap,” ujar Saleh.

Langkah tersebut tercermin dalam kunjungan kerja spesifik Komisi VII DPR RI ke QJMotor Manufacture Indonesia di Cikarang. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah, DPR, dan pelaku industri dalam mendorong pengembangan industri otomotif nasional, termasuk peningkatan investasi yang sejalan dengan kebijakan TKDN.

Dalam kesempatan itu, QJMotor Manufacture Indonesia menyampaikan komitmennya menjadikan Indonesia sebagai basis produksi sepeda motor di kawasan Asia Tenggara melalui penguatan kapasitas manufaktur, pengembangan rantai pasok lokal, serta peningkatan kualitas produk sesuai standar global.

Pemerintah menilai, dengan dukungan kebijakan dan kolaborasi lintas sektor, industri otomotif nasional dapat berkembang lebih terarah, tidak hanya sebagai pasar, tetapi juga sebagai basis produksi yang memiliki nilai tambah lebih tinggi bagi perekonomian nasional.(*)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.