Sun,26 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Menebar Ancaman Sebelum Berunding

Menebar Ancaman Sebelum Berunding

menebar-ancaman-sebelum-berunding
Menebar Ancaman Sebelum Berunding
service

Menebar Ancaman Sebelum Berunding


Pada Sabtu (11/4/2026) lalu, negosiasi antara Amerika Serikat yang diwakili Wakil Presiden Amerika Serikat (AS), JD Vance, dan Iran yang diwakili Ketua Parlemen Iran, Mohammad-Bagher Ghalibaf, serta Menteri Luar Negeri Abbas Araqchi berlangsung. Dengan turut dihadiri 70 anggota delegasi yang terdiri dari spesialis teknis di bidang ekonomi, keamanan dan politik serta wartawan plus staf pendukung,  pertemuan perdamaian ini merupakan “highly sensitivity of negotiations”.

Seperti banyak diberitakan, negosiasi yang berlangsung lebih dari 20 jam itu gagal menghasilkan kesepakatan. Meski demikian, dramanya sudah berlangsung sejak sebelum negosiasi dimulai. Pertemuan di Islamabad, Pakistan, ini sejatinya adalah pertemuan perdamaian untuk mengakhiri konflik antara AS dan Israel melawan Iran. Namun, pihak Amerika Serikat selalu melancarkan ancaman-ancaman sebelum berunding.

Menteri Perang Amerika Serikat Pete Hegseth pernah berujar bahwa “we negotiate with bombs” pada Maret 2026 lalu. Ini menunjukkan seperti apa pendekatan AS dalam mencapai perdamaian ini dengan Iran. Pada awal April 2026, Trump mengancam akan meluluhlantakkan Iran sampai kembali ke zaman batu.

Pernyataan ancaman Trump menjelang pertemuan perdamaian di Pakistan merupakan ancaman yang mengerikan dan mendapatkan kecaman dari berbagai negara dan politisi di AS sendiri.

A whole civilisation will die tonight, never to be brought back again. I don’t want that to happen, but it probably will,” kata Trump di Truth—akun sosial medianya.

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), António Guterres dan Paus Leo XIV telah mengutuk ancaman Trump di atas yang mengatakan bahwa seluruh peradaban Iran akan mati kecuali Iran menyetujui kesepakatan untuk mengakhiri perang dan membuka blokir Selat Hormuz. Guterres mengatakan dirinya sangat terganggu dengan pernyataan itu. Paus Leo XIV pun mengatakan ancaman semacam itu tidak dapat diterima.

Ancaman Trump menjelang pembicaraan perdamaian di Pakistan memang meresahkan dunia karena itu berarti ia akan menggunakan senjata nuklir untuk menghapus Iran dari peta dunia dan membunuh semua rakyatnya yang berjumlah 90 juta.

Jika peradaban atau civilization diartikan sebagai: “the stage of human social and cultural development and organization that is considered most advanced”, maka itu termasuk di dalamnya sejarah bangsa, agama, budaya, bahasa, pendidikan, teknologi, dan sebagainya. Nah, unsur-unsur peradaban tersebut yang berada di Iran sebetulnya sudah dihancurkan oleh AS dan Israel. Salah satu di antaranya yakni Sharif University di Teheran. Universitas ini terkenal di bidang science dan bisa disandingkan dengan Massachusetts Institute of Technology (MIT) di Amerika Serikat. Selain itu, masjid dan berbagai laboratorium juga menjadi target pemboman.

Kementerian Sains dan Teknologi Iran menyatakan bahwa setidaknya 30 universitas telah terkena pemboman sejak awal perang pada Sabtu (28/2/2026). Kementerian juga mencatat bahwa serangan terhadap industri farmasi Iran dapat menimbulkan masalah besar bagi sistem perawatan kesehatan. Untuk diketahui, pada (31/3/2026), juru bicara Pasukan Pertahanan Israel (IDF) sendiri mengatakan pihaknya telah melakukan serangan terhadap Tofigh Daru Research & Engineering Company, salah satu perusahaan farmasi terbesar Iran yang memproduksi obat anestesi dan kanker.

Tak hanya itu, serangan AS dan Israel terhadap Iran telah merusak setidaknya empat situs budaya dan sejarah, termasuk istana dan masjid kuno. Ini sekaligus merupakan alarm tentang dampak perang yang melebar pada landmark yang dilindungi yang penting bagi identitas Iran dan sejarah dunia.

Seperti diketahui Iran seperti tidak gentar dengan segala ancaman pihak Amerika Serikat dengan selalu menyatakan bahwa “Iran is not a country, but it is a civilization.” Artinya, Iran yang rakyatnya adalah bangsa Aria itu memiliki peradaban yang lama selama ribuan tahun, ada yang mengatakan lebih dari 5.000 tahun.

Kini, Trump berusaha menghancurkan kebanggaan Iran akan peradabannya itu.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.