Mubadalah.id — Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa aktivitas bermain memiliki peran penting dalam membantu anak mengembangkan kemampuan menghadapi berbagai situasi kehidupan.
Salah satu studi yang dilakukan di pusat perkembangan anak di Massachusetts Amerika Setikat menemukan adanya hubungan erat antara tingkat kesenangan bermain dengan kemampuan anak dalam mengatasi masalah.
Dalam penelitian tersebut, menyebutkan bahwa ukuran tingkatan playfulness atau kesenangan bermain pada anak-anak prasekolah, lalu membandingkannya dengan kemampuan mereka dalam menghadapi situasi sulit menggunakan instrumen coping inventory. Maka hasilnya menunjukkan bahwa anak yang lebih sering dan lebih menikmati aktivitas bermain cenderung memiliki kemampuan adaptasi yang lebih baik.
Anak-anak yang aktif bermain tidak hanya belajar bersenang-senang, tetapi juga mengembangkan keterampilan sosial. Mereka belajar berinteraksi, memahami situasi sosial, serta beradaptasi dengan berbagai dinamika yang muncul dalam permainan.
Semakin sering anak terlibat dalam aktivitas bermain, semakin baik pula kemampuan mereka dalam menghadapi tantangan.
Temuan ini memperkuat pandangan bahwa bermain bukan sekadar aktivitas pengisi waktu, melainkan bagian penting dari proses tumbuh kembang anak. Bermain memberikan ruang bagi anak untuk belajar secara alami tanpa tekanan, sekaligus melatih kemampuan mereka dalam mengelola emosi dan situasi.
Para peneliti juga menilai bahwa pengalaman bermain memiliki dampak langsung terhadap kemampuan adaptasi anak dalam kehidupan sehari-hari. Anak yang terbiasa menghadapi berbagai situasi dalam permainan cenderung lebih siap ketika dihadapkan pada masalah nyata.
Oleh karena itu, bermain dapat menjadi sarana penting dalam membangun ketahanan mental anak sejak usia dini. Pendekatan ini menekankan bahwa proses belajar tidak selalu harus melakukannya secara formal, melainkan dapat tumbuh dari pengalaman bermain yang menyenangkan dan bermakna. []
*)Sumber Tulisan: Buku The Danish Way Of Parenting Karya Jessica J X dan Iben D S, hlm 15-18





Comments are closed.