Sun,10 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. BAZNAS Dorong Digitalisasi dan Integrasi Zakat Nasional

BAZNAS Dorong Digitalisasi dan Integrasi Zakat Nasional

baznas-dorong-digitalisasi-dan-integrasi-zakat-nasional
BAZNAS Dorong Digitalisasi dan Integrasi Zakat Nasional
service

Jakarta, NU Online

Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, Sodik Mudjahid menegaskan pentingnya transformasi besar dalam pengelolaan zakat nasional melalui digitalisasi, riset, serta penguatan integrasi kelembagaan.

Sodik menyampaikan bahwa BAZNAS tengah menyiapkan delapan strategi besar untuk periode 2026-2031. Salah satu fokus utama adalah menjadikan digitalisasi sebagai mesin organisasi, dengan membangun sistem terpadu dari tingkat pusat hingga desa.

“Ke depan, seluruh data muzaki dan mustahik akan terintegrasi dalam satu sistem. Ini bagian dari upaya transparansi dan integrasi pengelolaan zakat,” ujarnya dalam kegiatan Halal Bihalal Poroz di Gedung PBNU, Kamis (16/4/2026).

Selain itu, BAZNAS juga memperkuat pendekatan berbasis riset. Kajian akan difokuskan pada profil mustahik dan muzaki, posisi zakat dalam sistem ekonomi nasional, serta dampak pemberdayaan zakat terhadap penurunan kemiskinan.

Menurut Sodik, penguatan riset ini penting untuk menjawab tantangan kebijakan, termasuk peluang menjadikan zakat sebagai bagian dari sistem ekonomi nasional, sebagaimana praktik di negara lain.

“Jika zakat sudah masuk dalam arus utama ekonomi nasional, bukan tidak mungkin ke depan bisa terintegrasi dengan kebijakan fiskal,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan perlunya sistem dan regulasi yang kuat dalam pengelolaan zakat, serupa dengan sistem perpajakan, agar penghimpunan zakat dapat lebih optimal.

Empat karakter lembaga zakat ideal, yakni dikenal luas, dipercaya (amanah), mudah dijangkau termasuk melalui digitalisasi serta mampu menumbuhkan kebanggaan bagi masyarakat.

Ia mencontohkan inovasi dari pelaku usaha di Jawa Timur yang mengintegrasikan pembayaran digital dalam jaringan bisnisnya, sehingga masyarakat dapat dengan mudah menunaikan zakat.

Sodik mengungkapkan empat arahan Presiden RI kepada BAZNAS, yaitu optimalisasi potensi zakat nasional yang mencapai Rp772 triliun, penguatan koordinasi data dan program antar lembaga, pembentukan unit pengumpul zakat hingga tingkat desa, serta peningkatan akuntabilitas pengelolaan.

“Kolaborasi ini menjadi kunci utama. Kita harus bersama-sama memperkuat pengelolaan zakat agar benar-benar berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.