Fri,24 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Perspektif
  3. Bukan Cuma Ngaji, Pesantren Ibnu Abbas Bekali Santri Keahlian Kelola Sampah Berbasis Organik

Bukan Cuma Ngaji, Pesantren Ibnu Abbas Bekali Santri Keahlian Kelola Sampah Berbasis Organik

bukan-cuma-ngaji,-pesantren-ibnu-abbas-bekali-santri-keahlian-kelola-sampah-berbasis-organik
Bukan Cuma Ngaji, Pesantren Ibnu Abbas Bekali Santri Keahlian Kelola Sampah Berbasis Organik
service

Pekalongan, Arina.id—Upaya mengatasi persoalan darurat sampah terus digencarkan melalui kolaborasi lintas lembaga. Salah satunya diwujudkan dalam kegiatan pelatihan pengelolaan sampah organik dan anorganik yang diselenggarakan di Pesantren Ibnu Abbas Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.

Kegiatan ini diinisiasi oleh tim penelitian MoRA The AIR Funds yang bekerja sama dengan Pusat Pengabdian Masyarakat UIN K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Pekalongan serta Kementerian Agama Kabupaten Pekalongan.

Pelatihan ini diikuti oleh perwakilan santri, tenaga kebersihan pesantren, serta guru. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya strategis dalam mendorong pesantren sebagai pusat pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan.

Ketua tim riset MoRA The AIR Funds, Nanang, dalam sambutannya menyampaikan bahwa program pendampingan pengelolaan sampah ini akan dilaksanakan di tiga pesantren di Kabupaten Pekalongan, yaitu Pesantren Ibnu Abbas di Wiradesa, Pesantren Syarief Hidayatullah di Wonopringgo, dan Pesantren Walindo di Siwalan. 

Menurutnya, secara historis pesantren memiliki peran penting dalam menjawab persoalan sosial yang berkembang di masyarakat. 

“Hari ini, salah satu problem krusial yang dihadapi adalah persoalan sampah. Pesantren memiliki potensi besar untuk menjadi solusi,” ujarnya dalam keterangan diterima Arina.id, Rabu (22/4).

Ke depan, program ini tidak hanya berfokus pada pengelolaan sampah semata, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat kurikulum pesantren serta membekali santri dengan soft skill dalam memecahkan problem kehidupan nyata di masyarakat.

Sementara itu, Kepala Pusat Pengabdian Masyarakat UIN Gus Dur Pekalongan, Syamsul menyampaikan bahwa sampah yang selama ini dipandang sebagai beban, jika dikelola dengan baik justru dapat memberikan nilai ekonomi. 

“Baik sampah organik maupun anorganik memiliki potensi untuk diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat dan bernilai ekonomis,” ungkapnya.

Ketua Yayasan Ibnu Abbas, Budi Harjo, menyambut baik program ini dan berkomitmen untuk mendukung penuh implementasi pengelolaan sampah di lingkungan pesantren. 

Ia bahkan menegaskan kesiapan pesantren dalam mendorong konsep zero waste serta pengembangan ekonomi sirkular berbasis pengelolaan sampah.

“Kegiatan ini diharapkan pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga menjadi motor penggerak perubahan sosial, khususnya dalam menghadapi krisis lingkungan dan persoalan sampah yang semakin kompleks,” jelasnya.

Kegiatan dihadiri oleh Ketua Yayasan Ibnu Abbas, Budi Harjo, Mudir Pesantren Ahfadl Saefuddin, Kepala Sekolah Ali Mahdi, serta Koordinator Pengelolaan Sampah Amiruddin. 

Materi pelatihan pengelolaan sampah organik disampaikan oleh Ridho, seorang aktivis pengelolaan sampah dari Mulyorejo, serta Rudi dari komunitas Banyu Larva yang telah berpengalaman dalam pengolahan sampah berbasis organik dan pemberdayaan masyarakat.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.