Hantu Anak Sima, Penampakan Bayi Pemakan Jantung Manusia dalam Cerita Rakyat Kalimantan Selatan
Hantu anak sima, salah satu mitos legendaris yang berasal dari daerah Kalimantan Selatan. Apakah Kawan pernah mendengar kisah dari cerita rakyat Kalimantan Selatan tersebut sebelumnya?
Sama seperti mitos-mitos lain yang ada di Indonesia, keberadaan hantu anak sima mencari salah satu cerita rakyat yang diwariskan secara turun temurun di tengah masyarakat. Hal ini membuat keberadaan mitos tersebut masih bisa dijumpai hingga saat ini.
Lantas apa sebenarnya yang dimaksud dengan hantu anak sima serta kisah di balik cerita rakyat Kalimantan Selatan tersebut? Simak ulasan lengkapnya dalam artikel berikut ini.
Hantu Anak Sima dalam Cerita Rakyat Kalimantan Selatan
Legenda hantu anak sima menjadi salah satu cerita rakyat yang berasal dari Kalimantan Selatan. Pada dasarnya, hantu anak sima merupakan sejenis roh halus yang digambarkan memiliki bentuk seperti bayi manusia.
Konon ada sebuah cerita memilukan di balik asal usul dari hantu anak sima ini. Menurut legendanya, hantu anak sima sebenarnya dulunya adalah seorang anak bayi manusia biasa.
Dikutip dari artikel Noraidarayanti dan Nur Laili, “Tema dan Amanat Legenda Alam Ghaib,” bayi yang menjadi asal usul hantu anak sima ini terlahir dari hubungan terlarang antara sepasang lelaki dan wanita. Akibat situasi ini, anak bayi tersebut kemudian ditelantarkan dan dibuang seorang diri di dalam hutan.
Tangisan bayi tersebut kemudian terdengar ke seluruh penjuru hutan. Hingga akhirnya tangisan bayi ini terdengar oleh hantu takau, salah satu makhluk mistis lain yang berkembang di tengah masyarakat Kalimantan Selatan.
Pada awalnya hantu takau berniat untuk memakan anak bayi tersebut. Namun begitu dia menyentuh sang bayi, tangisannya langsung berhenti saat itu juga.
Hal ini membuat hantu takau merasa iba. Akhirnya dua memutuskan untuk merawat bayi tersebut selayaknya anak sendiri.
Hantu takau merawat sang bayi dengan sepenuh hati. Namun ada satu hal aneh dari bayi manusia tersebut.
Meskipun sudah dirawat sejak lama, dirinya tidak pernah tumbuh besar. Bayi itu masih saja memiliki fisik selayaknya bayi.
Hantu takau juga selalu memenuhi kebutuhan sang bayi. Dirinya selalu memberi makanan kesukaan sang bayi, yakni jantung manusia.
Perlahan anak bayi tersebut juga memiliki kemampuan mistis selayaknya hantu takau. Hingga akhirnya hantu takau memberi nama Anak Sima pada bayi tersebut.
Kebiasaan memakan jantung bayi ini terus dilakukan oleh hantu anak sima. Tidak jarang dia memangsa jantung manusia yang dia temukan di dalam hutan.
Hantu anak sima juga memiliki cara tersendiri dalam memangsa targetnya. Pada awalnya, hantu anak sima akan menangis selayaknya anak bayi umumnya.
Nantinya tangisan ini biasanya akan menarik manusia untuk mendekat dan mencarinya. Begitu menemukan hantu anak sima, manusia tersebut biasanya akan merasa iba dan membawanya pulang.
Pada saat inilah nantinya hantu anak sima akan melancarkan aksinya. Dirinya akan memakan jantung orang yang membantunya itu dan meninggalkannya begitu saja di dalam hutan.
Ada sebuah cara yang dipercaya masyarakat agar seseorang terlepas dari tipu muslihat hantu anak sima. Dilansir dari laman Perpustakaan Digital Budaya Indonesia, jika seseorang mendengarkan tangisan anak bayi yang memanggil uma (ibu), maka dia mesti menjawab, “Aku lainan uma ikam. Uma ikam di anu atau di kampung anu,” (Aku bukan ibumu. Ibumu ada di anu atau di kampung anu).
Konon jika jawaban ini didengar oleh hantu anak sima, maka dia akan pergi begitu saja. Dengan demikian, orang tersebut bisa terlepas dari ancaman akan dimakan jantungnya oleh hantu anak sima.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News




Comments are closed.