Mon,27 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Perspektif
  3. Terima Kenyataan Jadi Kunci Kebahagiaan, Akademisi UIN Yogyakarta Ingatkan Bahaya Penyangkalan

Terima Kenyataan Jadi Kunci Kebahagiaan, Akademisi UIN Yogyakarta Ingatkan Bahaya Penyangkalan

terima-kenyataan-jadi-kunci-kebahagiaan,-akademisi-uin-yogyakarta-ingatkan-bahaya-penyangkalan
Terima Kenyataan Jadi Kunci Kebahagiaan, Akademisi UIN Yogyakarta Ingatkan Bahaya Penyangkalan
service

Jakarta, Arina.idAkademisi Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, Fahrudin Faiz, menegaskan bahwa salah satu kunci utama kebahagiaan hidup adalah kemampuan seseorang untuk menerima kenyataan, baik dalam kondisi beruntung maupun tidak.

Dalam sebuah kajian, ia mengutip pemikiran filsuf Romawi kuno, Seneca, yang menyebutkan bahwa kebahagiaan dapat diraih oleh mereka yang mampu bertahan dalam situasi keberuntungan maupun ketidakberuntungan.

Menurutnya, sikap mental menerima realitas menjadi fondasi penting bagi ketenangan jiwa.

“Di antara sumber ketidakbahagiaan kita adalah ketidakmampuan menerima situasi yang sebenarnya sudah nyata kita hadapi. Kita sering tidak mau mengakui bahwa kondisi memang seperti itu,” kata Fahrudin Faiz dalam tayangan video YouTube Mengaji Hening diakses Senin (22/4/2026).

Ia menjelaskan, dalam tradisi Jawa dikenal istilah kasunyatan, yaitu menerima kenyataan hidup apa adanya sebagai langkah awal sebelum melakukan perubahan. Sikap ini dinilai penting agar seseorang tidak terjebak dalam kegelisahan berkepanjangan.

“Pertama-tama, mari kita terima dulu apa pun situasi yang ada. Setelah itu, baru kita berjuang untuk memperbaikinya agar menjadi lebih baik,” katanya.

Secara psikologis, lanjutnya, penyangkalan atau denial terhadap fakta hanya akan memperburuk kondisi batin. Ketika seseorang terus menolak kenyataan, muncul perasaan curiga, gelisah, hingga kemarahan yang justru menjauhkan dari kebahagiaan.

Ia mencontohkan, dalam situasi ketika seseorang merasa dibohongi, langkah yang lebih menenangkan adalah mengakui fakta tersebut, bukan terus-menerus menyangkal atau diliputi kecurigaan.

“Kalau kita dibohongi, akui saja. Itu bagian dari pembelajaran. Kita bisa evaluasi diri, mungkin kita kurang teliti atau kurang waspada. Dari situ kita belajar agar tidak terulang,” jelasnya.

Menurut Fahrudin, sikap curiga berlebihan atau suuzon tidak akan membawa kebahagiaan. Sebaliknya, penerimaan yang disertai refleksi diri justru membantu seseorang tumbuh menjadi lebih bijak.

Ia menambahkan, kesadaran bahwa manusia memiliki keterbatasan juga menjadi bagian penting dalam proses penerimaan. Dengan menyadari kelemahan diri, seseorang terdorong untuk terus belajar dan memperbaiki kualitas hidupnya.

Meski demikian, Fahrudin menekankan bahwa pendekatan ini lebih relevan pada level individu atau psikologis. Dalam konteks sosial, politik, atau ekonomi, pendekatan yang digunakan bisa berbeda.

“Untuk kenyamanan dan kebahagiaan hidup pribadi, penting bagi kita untuk mengakui dan menerima situasi yang kita hadapi, baik itu keberuntungan maupun ketidakberuntungan,” urainya.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.