Thu,30 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Top News
  3. Dukungan yang diperlukan saat memproses duka kehilangan

Dukungan yang diperlukan saat memproses duka kehilangan

dukungan-yang-diperlukan-saat-memproses-duka-kehilangan
Dukungan yang diperlukan saat memproses duka kehilangan
service

Jakarta (ANTARA) – Psikolog anak, remaja, dan keluarga Sani Budiantini Hermawan mengemukakan bentuk dukungan yang diperlukan saat memproses kedukaan atau grieving process usai kehilangan orang tersayang.

Menurut dia, setiap individu memiliki cara berbeda dalam memproses kedukaan. Dalam hal ini perlu dukungan membantu individu memahami perasaan dirinya.

“Memproses kedukaan terhadap diri kita karena biasanya semakin kita memahami diri kita, semakin baik dibanding kalau kita enggak memahami diri jadi kita juga enggak tahu bagaimana cara memprosesnya dan sebagainya,” kata Sani ketika dihubungi ANTARA dari Jakarta, Kamis.

Psikolog lulusan Universitas Indonesia itu mengatakan dalam memproses kedukaan, seseorang dapat mengalami berbagai gejala yang biasanya muncul seperti rasa rindu, kehilangan, hingga penyesalan atas hal-hal yang belum sempat dilakukan.

Emosi seperti marah dan sedih juga kerap muncul secara bersamaan dan berulang. Saat memproses kedukaan itu, kata Sani, perlu mewaspadai adanya potensi delay effect atau gejala yang tertunda.

Baca juga: Psikolog bagikan kiat berempati pada pihak yang tengah berduka

Dalam kondisi tersebut, seseorang mungkin merasa baik-baik saja pada awalnya, tetapi emosi duka justru muncul lebih kuat di kemudian hari.

Oleh karena itu, ia menyarankan pentingnya dukungan dengan pendampingan ahli profesional sejak awal, terutama jika kehilangan terjadi secara mendadak.

“Mestinya sih dari awal ketika orang dicintai itu sudah meninggal karena tadi, mendadak karena kecelakaan misalnya, perlu sekali ke psikolog untuk antisipasi, memahami bagaimana proses kedukaan yang efektif buat setiap orang karena berbeda,” imbuh dia.

Sani juga menyampaikan dalam menunjukkan empati sebagai upaya memberikan bantuan kepada pihak yang tengah berduka, seperti mendengarkan ceritanya dan membiarkannya mengekspresikan kesedihan tanpa dibatasi.

Selain itu, jika memungkinkan sentuhan emosional seperti memeluk juga dapat membantu pihak yang berduka merasa tidak sendirian.

Baca juga: Setiap individu miliki cara masing-masing untuk ekspresikan kedukaan

“Berempati itu kan lebih ke arah mendengarkan, bercerita-cerita tentang orang dikasih-nya selama hidup, kita dengarkan, berikan apresiasi terhadap misalnya si almarhum ternyata sebagai ibu yang hebat atau sebagai karyawan yang berprestasi,” kata dia.

Lebih lanjut, Sani menekankan dalam mendampingi pihak yang tengah berduka tidak boleh menyalahkan atau menghakimi. Tidak seharusnya seseorang memberi label “lebay” kepada individu yang sedang berduka.

Misalnya, ketika seseorang yang kehilangan lalu menangis terus-menerus hingga sulit tidur, sebaiknya disikapi sebagai hal yang wajar hal ini dinilai menjadi bentuk menghormati terhadap proses kedukaan mereka.

“Ketika setiap orang bisa mengeluarkan ekspresinya melalui tangisan misalnya, itu wajar dan sah-sah saja. Bukan berarti dia tidak beriman dan sebagainya. Ini yang menurut saya perlu juga orang di sekitarnya mendukung proses kedukaan sehingga jadi lebih optimal,” ujar Sani.

Baca juga: Tanda masa duka berkomplikasi saat kehilangan orang terdekat

Baca juga: Kiat hadapi orang yang alami rasa kehilangan

Pewarta: Sri Dewi Larasati
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.