Thu,30 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. Tekan Kecelakaan, Pendidikan Keselamatan Lalu Lintas Perlu Masuk Kurikulum Sekolah

Tekan Kecelakaan, Pendidikan Keselamatan Lalu Lintas Perlu Masuk Kurikulum Sekolah

tekan-kecelakaan,-pendidikan-keselamatan-lalu-lintas-perlu-masuk-kurikulum-sekolah
Tekan Kecelakaan, Pendidikan Keselamatan Lalu Lintas Perlu Masuk Kurikulum Sekolah
service

Jakarta, NU Online

Pengamat transportasi dari Unika Soegijapranata, Djoko Setijowarno, meminta agar pendidikan keselamatan lalu lintas diintegrasikan ke dalam kurikulum sekolah. Menurutnya, langkah ini bukan sekadar administratif, melainkan strategi penting untuk menekan angka kecelakaan.

“Dalam upaya memutus rantai kecelakaan yang didominasi usia produktif, kurikulum ini menjadi sangat krusial untuk membangun budaya keselamatan sejak dini,” ujarnya kepada NU Online, Kamis (30/4/2026).

Ia menjelaskan, perubahan perilaku berlalu lintas tidak dapat dicapai hanya melalui penindakan di jalan raya, seperti penilangan, melainkan membutuhkan pendekatan edukatif yang berkelanjutan melalui pendidikan formal.

“Etika berlalu lintas harus dipandang sebagai bagian dari norma sosial dan karakter bangsa, bukan sekadar karena takut pada sanksi,” katanya.

Djoko menambahkan, anak-anak yang mendapatkan edukasi keselamatan lalu lintas dengan baik dapat berperan sebagai pengingat bagi orang tua saat berkendara, sehingga dampak edukasi meluas hingga ke lingkungan keluarga.

Berdasarkan data Korps Lalu Lintas Kepolisian Republik Indonesia (Korlantas Polri), mayoritas korban kecelakaan lalu lintas berada pada rentang usia remaja hingga dewasa muda.

“Banyak siswa SMP dan SMA di Indonesia sudah mengendarai sepeda motor sebelum memiliki SIM karena kebutuhan mobilitas,” jelasnya.

Oleh karena itu, kurikulum keselamatan dinilai penting untuk memberikan pemahaman tentang risiko teknis dan aspek hukum yang selama ini kerap diabaikan.

“Melindungi usia produktif dari kecelakaan berarti menjaga potensi ekonomi dan masa depan bangsa,” tegasnya.

Perbaikan Infrastruktur Tak Cukup Tanpa Edukasi

Djoko juga menyoroti bahwa perbaikan infrastruktur jalan yang dilakukan pemerintah tidak akan optimal tanpa diimbangi dengan edukasi keselamatan lalu lintas.

“Perbaikan infrastruktur jalan yang masif tidak akan berdampak maksimal jika faktor manusia (human error) masih menjadi penyebab utama kecelakaan,” ujarnya.

Menurutnya, pendidikan keselamatan lalu lintas harus dipandang sebagai investasi jangka panjang, bukan beban tambahan dalam kurikulum.

“Melalui edukasi yang terstruktur, kita tidak hanya mencetak pengguna jalan yang cerdas, tetapi juga warga negara yang memiliki empati dan tanggung jawab di ruang publik,” pungkasnya.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.