Ambisi besar Indonesia dalam mendorong hilirisasi nikel kerap dipuji sebagai langkah strategis menuju transisi energi global. Sebagai bahan baku penting kendaraan listrik, nikel diklaim lebih ramah lingkungan. Di balik narasi besar itu, terdapat ironi yang jarang disorot: kerusakan ruang hidup masyarakat pesisir di Maluku Utara (Malut). Di wilayah ini, aktivitas pertambangan nikel tidak hanya mengubah bentang daratan, juga merambah hingga ke pesisir dan laut. Ruang ekologi yang selama ini menjadi penopang kehidupan masyarakat perlahan menyusut, bahkan hilang. Laut yang dulu menjadi sumber pangan kini berubah warna. Sementara kawasan pesisir penuh sedimentasi material tambang. Masalah ini bukan sekadar persoalan lingkungan, melainkan krisis ruang hidup. Lebih jauh, kehancuran pesisir Malut yang didominasi wilayah kepulauan adalah gambaran nyata kehancuran peradaban kita akibat eksploitasi alam atas nama kemajuan. Pertambangan nikel dan berbagai agenda hilirisasinya tidak akan benar-benar menjadi juru selamat menuju energi terbarukan. Ia tak ubahnya wajah baru dari kolonialisme energi yang menempatkan lingkungan hidup dan masyarakat pesisir sebagai korban. Mereka yang mereguk untung dari situasi ini adalah para oligarki, industri otomotif skala besar di berbagai negara, terutama Cina, Eropa, dan Amerika. Sungai pun terdampak nikel. Foto: Irfan Maulana/Mongabay Indonesia Perampasan ruang ekologi Ekspansi industri nikel di Malut telah mendorong alih fungsi kawasan pesisir secara masif. Reklamasi untuk kawasan industri, pembukaan hutan, serta konversi mangrove menjadi bagian dari lanskap baru yang terbentuk dalam beberapa tahun terakhir. Sejumlah studi menunjukkan perubahan signifikan pada garis pantai di kawasan seperti Teluk Weda. Aktivitas reklamasi dan pembangunan industri menyebabkan perubahan bentang pesisir yang berdampak langsung pada ekosistem laut.…This article was originally published on Mongabay
Opini: Kehancuran Pesisir dan Runtuhnya Peradaban Dampak Nikel
Opini: Kehancuran Pesisir dan Runtuhnya Peradaban Dampak Nikel





Comments are closed.