Fri,1 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Opini: Kehancuran Pesisir dan Runtuhnya Peradaban Dampak Nikel

Opini: Kehancuran Pesisir dan Runtuhnya Peradaban Dampak Nikel

opini:-kehancuran-pesisir-dan-runtuhnya-peradaban-dampak-nikel
Opini: Kehancuran Pesisir dan Runtuhnya Peradaban Dampak Nikel
service

Ambisi besar Indonesia dalam mendorong hilirisasi nikel kerap dipuji sebagai langkah strategis menuju transisi energi global. Sebagai bahan baku penting kendaraan listrik, nikel diklaim lebih ramah lingkungan. Di balik narasi besar itu, terdapat ironi yang jarang disorot: kerusakan ruang hidup masyarakat pesisir di Maluku Utara (Malut). Di wilayah ini, aktivitas pertambangan nikel tidak hanya mengubah bentang daratan, juga merambah hingga ke pesisir dan laut. Ruang ekologi yang selama ini menjadi penopang kehidupan masyarakat perlahan menyusut, bahkan hilang. Laut yang dulu menjadi sumber pangan kini berubah warna. Sementara kawasan pesisir penuh sedimentasi material tambang. Masalah ini bukan sekadar persoalan lingkungan, melainkan krisis ruang hidup. Lebih jauh, kehancuran pesisir Malut yang didominasi wilayah kepulauan adalah gambaran nyata kehancuran peradaban kita akibat eksploitasi alam atas nama kemajuan. Pertambangan nikel dan berbagai agenda hilirisasinya tidak akan benar-benar menjadi juru selamat menuju energi terbarukan. Ia tak ubahnya wajah baru dari kolonialisme energi yang menempatkan lingkungan hidup dan masyarakat pesisir sebagai korban. Mereka yang mereguk untung dari situasi ini adalah para oligarki,  industri otomotif skala besar di berbagai negara, terutama Cina, Eropa, dan Amerika. Sungai pun terdampak nikel. Foto: Irfan Maulana/Mongabay Indonesia Perampasan ruang ekologi Ekspansi industri nikel di Malut telah mendorong alih fungsi kawasan pesisir secara masif. Reklamasi untuk kawasan industri, pembukaan hutan, serta konversi mangrove menjadi bagian dari lanskap baru yang terbentuk dalam beberapa tahun terakhir. Sejumlah studi menunjukkan perubahan signifikan pada garis pantai di kawasan seperti Teluk Weda. Aktivitas reklamasi dan pembangunan industri menyebabkan perubahan bentang pesisir yang berdampak langsung pada ekosistem laut.…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.