Jumawan (33) mengangkat ember berisi ikan segar seukuran empat ruas jari orang dewasa, untuk diberikan kepada seekor penyu sisik (Eretmochelys imbricata). Patrick, nama penyu tersebut, yang dikarantina di Konservasi Penyu Nagaraja, Cilacap, Jawa Tengah. Tiga tahun lalu, Jumawan menerima sebanyak 90 telur penyu sisik dari nelayan. Dia meneteskannya, lalu sebagian tukik dilepasliarkan, termasuk si Patrick di Pantai Sodong, Desa Karangbenda, Kecamatan Adipala. Namun, selang sehari, Patrick kembali ke pantai. Jumawan memutuskan mengkarantina, hingga ia benar-benar siap dikembalikan ke alam. “Penyu hasil pembesaran itu tidak sembarang dilepasliarkan,” ujar Jumawan yang merupakan Ketua Kelompok Konservasi Penyu Nagaraja, kepada Mongabay, Sabtu (11/4/2026). Penyu sisik merupakan satu dari tujuh spesies penyu di dunia. Bentuk tubuhnya datar; dewasa dapat tumbuh sampai satu meter dengan berat 80 kilogram. Umumnya, hidup di perairan tropis Samudra Hindia, Pasifik, dan Atlantik –termasuk di pesisir selatan Asia dan Asia Tenggara, seperti selatan Pulau Jawa. Populasi penyu sisik secara global diperkirakan tersisa sekitar 15-25 ribu individu betina yang bersarang setiap tahun. Sejumlah enelitian mennjelaskan, populasinya menurun akibat krisis iklim dan ulah tangan manusia, seperti perburuan ilegal, pencurian telur, hingga pencemaran laut. Penyu lekang di area Konservasi Penyu Nagaraja, Cilacap, Jawa Tengah. Foto: Achmad Rizki Muazam/Mongabay Indonesia. Jumawan juga membesarkan satu penyu lekang (Lepidochelys olivacea) dan dua penyu hijau (Chelonia mydas), sejak netas tahun lalu. Menurut Daftar Merah Badan Konservasi Global (IUCN), penyu lekang berstatus Rentan (Vulnerable/VU) sementara penyu hijau digolongkan Risiko Rendah (Least Concern/LC). Di pesisir Cilacap, Jumawan kerap menemukan telur penyu lekang ketika patroli malam dan pagi hari. Ia mengidentifikasi…This article was originally published on Mongabay
Komitmen Jumawan Jaga Kelestarian Penyu di Cilacap
Komitmen Jumawan Jaga Kelestarian Penyu di Cilacap





Comments are closed.