Thu,30 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Komitmen Jumawan Jaga Kelestarian Penyu di Cilacap

Komitmen Jumawan Jaga Kelestarian Penyu di Cilacap

komitmen-jumawan-jaga-kelestarian-penyu-di-cilacap
Komitmen Jumawan Jaga Kelestarian Penyu di Cilacap
service

Jumawan (33) mengangkat ember berisi ikan segar seukuran empat ruas jari orang dewasa, untuk diberikan kepada seekor penyu sisik (Eretmochelys imbricata). Patrick, nama penyu tersebut, yang dikarantina di Konservasi Penyu Nagaraja, Cilacap, Jawa Tengah. Tiga tahun lalu, Jumawan menerima sebanyak 90 telur penyu sisik dari nelayan. Dia meneteskannya, lalu sebagian tukik dilepasliarkan, termasuk si Patrick di Pantai Sodong, Desa Karangbenda, Kecamatan Adipala. Namun, selang sehari, Patrick kembali ke pantai. Jumawan memutuskan mengkarantina, hingga ia benar-benar siap dikembalikan ke alam. “Penyu hasil pembesaran itu tidak sembarang dilepasliarkan,” ujar Jumawan yang merupakan Ketua Kelompok Konservasi Penyu Nagaraja, kepada Mongabay, Sabtu (11/4/2026). Penyu sisik merupakan satu dari tujuh spesies penyu di dunia. Bentuk tubuhnya datar; dewasa dapat tumbuh sampai satu meter dengan berat 80 kilogram. Umumnya, hidup di perairan tropis Samudra Hindia, Pasifik, dan Atlantik –termasuk di pesisir selatan Asia dan Asia Tenggara, seperti selatan Pulau Jawa. Populasi penyu sisik secara global diperkirakan tersisa sekitar 15-25 ribu individu betina yang bersarang setiap tahun. Sejumlah enelitian mennjelaskan, populasinya menurun akibat krisis iklim dan ulah tangan manusia, seperti perburuan ilegal, pencurian telur, hingga pencemaran laut. Penyu lekang di area Konservasi Penyu Nagaraja, Cilacap, Jawa Tengah. Foto: Achmad Rizki Muazam/Mongabay Indonesia. Jumawan juga membesarkan satu penyu lekang (Lepidochelys olivacea) dan dua penyu hijau (Chelonia mydas), sejak netas tahun lalu. Menurut Daftar Merah Badan Konservasi Global (IUCN), penyu lekang berstatus Rentan (Vulnerable/VU) sementara penyu hijau digolongkan Risiko Rendah (Least Concern/LC). Di pesisir Cilacap, Jumawan kerap menemukan telur penyu lekang ketika patroli malam dan pagi hari. Ia mengidentifikasi…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.