Puluhan ribu buruh di kawasan industri nikel PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) bekerja dalam bayang-bayang risiko yang tak kasat mata. Di tengah ambisi hilirisasi nikel untuk transisi energi, mereka justru menjadi kelompok paling rentan menghadapi bahaya. Laporan investigasi Tiga Wajah Kematian di Teluk Weda: Karoshi, Bunuh Diri, dan Kecelakaan Kerja Berulang oleh Sembada Bersama Indonesia pada 2026 mengungkap, tiga pola kematian berulang; kematian mendadak, bunuh diri, dan kecelakaan kerja fatal. Ketiga pola kematian itu disebut bukanlah suatu peristiwa satu dua kali, melainkan terjadi terus menerus dan berulang di kawasan industri IWIP. “Cerita-cerita kematian mendadak cukup sering beredar di kalangan buruh, baik lewat percakapan langsung maupun tersebar lewat pesan singkat antara sesama pekerja,” kata Azhar Irfansyah, peneliti Sembada Bersama Indonesia. Tepat hari ini juga, 1 Mei 2026, mereka memperingati Hari Buruh Sedunia atau May Day. Tetapi hak-hak terkait kesehatan, kesejahteraan, dan keselamatan masih belum terpenuhi, termasuk di kawasan industri nikel. IWIP adalah salah satu kawasan industri nikel terbesar yang pemerintah Indonesia resmikan pada 2018. Perusahaan pertambangan sekaligus pengolahan bijih nikel untuk bahan baku baterai kendaraan listrik ini merupakan patungan investor dari Tiongkok, Tsingshan Holding Group, Huayou Group, dan Zhenshi Holding Group. Kawasan industri IWIP yang dituding berkontribusi terhadap paparan merkuri dan arsenik. Foto: Garry Latulung. Kematian mendadak Kematian mendadak atau Karoshi dalam istilah Jepang, menjadi salah satu temuan utama dalam laporan Sembada imi. Dari 23 buruh yang diwawancarai, 19 orang mengaku pernah mendengar kabar kematian mendadak rekan kerja mereka. Dua orang lain pernah melihat langsung kejadian itu. Sekitar 10…This article was originally published on Mongabay
Laporan Sebut Fenomena Bunuh Diri sampai Mati Mendadak Buruh di Kawasan Nikel Teluk Weda
Laporan Sebut Fenomena Bunuh Diri sampai Mati Mendadak Buruh di Kawasan Nikel Teluk Weda





Comments are closed.