Mon,4 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Technology
  3. Tanpa Mikrofon! Teknologi AI Ini Ubah Gerakan Leher Menjadi Suara Asli

Tanpa Mikrofon! Teknologi AI Ini Ubah Gerakan Leher Menjadi Suara Asli

tanpa-mikrofon!-teknologi-ai-ini-ubah-gerakan-leher-menjadi-suara-asli
Tanpa Mikrofon! Teknologi AI Ini Ubah Gerakan Leher Menjadi Suara Asli
service


Foto: Getty Image

Teknologi.id – Konsep “berbicara” tanpa mengeluarkan suara yang selama ini identik dengan fiksi ilmiah kini mulai diwujudkan ke dunia nyata. Para peneliti dari Pohang University of Science and Technology (POSTECH) berhasil mengembangkan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang mampu membaca niat berbicara seseorang meski tidak ada suara yang diucapkan.

Berbeda dengan teknologi pengenal suara pada umumnya, sistem inovatif ini sama sekali tidak menggunakan mikrofon. Sebagai gantinya, peneliti merancang perangkat sensor khusus yang ditempelkan pada leher untuk membaca pergerakan halus otot dan kulit.

Mekanisme Sensor Tanpa Suara


Foto: Syos

Saat seseorang mengucapkan kata di dalam hati atau mencoba berbicara tanpa mengeluarkan suara, otot di sekitar leher tetap menghasilkan gerakan halus. Gerakan kecil inilah yang ditangkap dan diolah oleh sistem.

Untuk menangkap sinyal tersebut, peneliti mengembangkan perangkat wearable (sandang) yang disebut multiaxial strain mapping sensor. Berikut adalah cara kerja perangkat tersebut:

  • Deteksi Kulit dan Otot: Sensor menggabungkan kamera mini dengan bahan silikon fleksibel yang dilengkapi penanda (marker). Komponen ini secara presisi mampu mendeteksi perubahan sekecil apa pun pada permukaan kulit leher.

  • Desain Adaptif: Perangkat dirancang agar tetap nyaman digunakan di area leher dan memiliki kemampuan untuk menyesuaikan ulang secara otomatis apabila posisinya bergeser.

  • Pemrosesan AI: Setiap pergerakan leher yang terdeteksi oleh sensor akan langsung dikirim dan diproses oleh sistem kecerdasan buatan untuk diterjemahkan menjadi kata atau kalimat yang utuh.

Baca juga: Perekam Suara AI di Casing TWS! Ini Bocoran Spek Anker Soundcore Liberty 5 Pro Max

Sintesis Suara yang Personal

Setelah sistem AI berhasil mengenali kata dari gerakan otot leher, langkah selanjutnya adalah menyuarakannya. Sistem akan mengubah teks tak bersuara tersebut menjadi audio menggunakan teknologi sintesis suara.

Menariknya, sintesis suara ini dilatih secara khusus berdasarkan profil vokal pengguna. Artinya, meskipun pengguna tidak benar-benar mengeluarkan suara, hasil akhir yang diperdengarkan oleh sistem akan tetap terdengar seperti suara asli pengguna tersebut.

Baca juga: Anker Soundcore R50i Jadi TWS Terlaris 2026, Bass Nendang Harga Rp100 Ribuan

Potensi Medis dan Komunikasi Masa Depan

Berdasarkan pengujian internal tim POSTECH, teknologi deteksi gerakan leher ini menunjukkan tingkat akurasi yang tinggi dalam merekonstruksi ucapan. Bahkan, karena tidak bergantung pada mikrofon konvensional, sistem ini dapat mengenali pola kalimat dengan baik di lingkungan yang sangat bising.

Teknologi ini dinilai memiliki potensi penerapan yang sangat luas, di antaranya:

  • Pemulihan Medis: Memberikan kemampuan berkomunikasi kembali bagi pasien yang kehilangan suara akibat kerusakan pita suara atau pascaoperasi.

  • Komunikasi Profesional: Digunakan dalam situasi yang membutuhkan ketenangan, seperti menyampaikan pendapat secara virtual dari ruang rapat.

  • Interaksi Manusia-AI: Menciptakan jalur komunikasi yang lebih natural di mana AI bisa langsung memahami niat pengguna tanpa perlu vokalisasi fisik.

Saat ini, para peneliti POSTECH berencana untuk terus menyempurnakan teknologi ZC-DCFC tersebut. Fokus pengembangannya meliputi peningkatan akurasi, perluasan dukungan bahasa, serta integrasi yang lebih mulus dengan perangkat konsumen di masa depan. Inovasi ini menandai arah baru interaksi digital di mana komunikasi manusia tidak lagi selalu bergantung pada gelombang suara.

Baca berita dan artikel lainnya di Google News

(WN/ZA)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.