Tue,5 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Business
  3. Menkeu Purbaya Klaim Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen: Isu Pelemahan Tak Terbukti

Menkeu Purbaya Klaim Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen: Isu Pelemahan Tak Terbukti

menkeu-purbaya-klaim-ekonomi-ri-tumbuh-5,61-persen:-isu-pelemahan-tak-terbukti
Menkeu Purbaya Klaim Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen: Isu Pelemahan Tak Terbukti
service

KABARBURSA.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa menepis anggapan miring mengenai pelemahan ekonomi nasional di awal tahun 2026. Data terbaru menunjukkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tumbuh ekspansif hingga 31 Maret 2026, dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,61 persen serta lonjakan penerimaan pajak yang signifikan di angka 20,7 persen pada triwulan pertama.

Menkeu menegaskan bahwa kondisi fundamental ekonomi Indonesia saat ini dalam posisi yang sangat solid, kontradiktif dengan isu penurunan daya beli yang berkembang di masyarakat.

“Jadi angka-angka ini kita pantau terus dari bulan ke bulan. Kalau ada yang melemah, kita perbaiki kebijakannya. Terus kita tahu nanti performanya seperti apa. Jadi tidak benar bahwa ekonomi kita melambat pada saat sekarang. Paling tidak sampai bulan April ya, sampai Mei,” tegas Purbaya dalam konferensi pers APBNKITA, Selasa 5 Mei 2026.

Manufaktur Melaju, Daya Beli Diklaim Solid

Berdasarkan data kementerian, sektor manufaktur tumbuh meyakinkan di angka 5,5 persen, disusul sektor non-manufaktur sebesar 5,4 persen.

Pertumbuhan ini bahkan lebih tinggi dibandingkan periode-periode sebelumnya. Sektor perdagangan yang mencerminkan konsumsi rumah tangga juga mencatatkan pertumbuhan impresif sebesar 5,52 persen.

“Konsumsi rumah tangga tumbuh 5,52 persen. Jadi signifikan sekali. Sebelumnya kan 4,9, 4,95, sekarang 5,5. Kontribusi ke ekonominya 54,36. Jadi ini menunjukkan daya beli masyarakat baik! Bagus! Kira-kira begitu. Jadi itu yang saya bingung kenapa orang masih bilang hancur daya beli masyarakat,” ungkap Purbaya.

Pemerintah juga tengah menyiapkan stimulus tambahan, khususnya di sektor properti yang saat ini tumbuh 3,54 persen. Kerja sama dengan BP Tapera terus diintensifkan untuk membuka akses pinjaman perumahan bagi puluhan juta orang.

Purbaya juga menjelaskan bahwa realisasi belanja pemerintah yang tumbuh 21,81 persen di kuartal pertama tahun ini telah menjadi motor penggerak ekonomi.

Dari sisi pendapatan, pajak khusus saja tumbuh 20 persen, sementara pendapatan negara secara total tumbuh 10 persen hingga Maret.

Menanggapi kekhawatiran sejumlah pengamat terkait risiko hiperinflasi akibat kebijakan moneter dan fiskal yang longgar, Purbaya memberikan jawaban telak. Ia memaparkan bahwa inflasi per April 2026 masih terkendali di level 2,4 persen.

“Orang bilang ‘wah, ini bakal hiperinflasi gara-gara kebijakan kita, kita menuju hiperinflasi’. Padahal dia nggak tahu definisi hiperinflasi itu apa. Bisa 40 persen, bisa 50 persen itu hiperinflasi. Tapi kita lihat angka inflasinya. Ternyata hitungnya berapa inflasinya? Setelah faktor musiman ada di sistem, musiman ada di sistem otomatis ya, itu angka terakhir hanya 2 persen. April itu 2,4 persen. Itu angka yang saya sebutkan selama ini kan,” jelasnya.

Target Optimis Menuju 8 Persen

Di tengah ketidakpastian global, Menkeu Purbaya memastikan koordinasi antara pemerintah dan Bank Sentral tetap harmonis dalam menjaga suplai uang melalui instrumen Bond Stabilization Fund guna mengendalikan suku bunga dan ongkos utang.

Pemerintah mematok target pertumbuhan ekonomi yang cukup berani untuk beberapa tahun ke depan, didukung oleh mesin pertumbuhan sektor publik dan swasta yang mulai berjalan sinkron.

“Jadi karena angkanya bagus, kita jalankan kebijakan seoptimal mungkin supaya bisa diterima masyarakat. Supaya kita bisa tumbuh terus menuju ke arah 6 persen tahun ini, tahun depan 7 persen, tahun depannya lagi 8 persen. Dan Anda ingat, ini terjadi ketika dunianya sedang kacau,” pungkas Purbaya.(*)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.