Fri,7 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Roosseno Soerjohadikoesoemo, Bapak Beton Indonesia Sekaligus “Bapaknya” FT UI, UGM, dan ITB

Roosseno Soerjohadikoesoemo, Bapak Beton Indonesia Sekaligus “Bapaknya” FT UI, UGM, dan ITB

roosseno-soerjohadikoesoemo,-bapak-beton-indonesia-sekaligus-“bapaknya”-ft-ui,-ugm,-dan-itb
Roosseno Soerjohadikoesoemo, Bapak Beton Indonesia Sekaligus “Bapaknya” FT UI, UGM, dan ITB
service

Roosseno Soerjohadikoesoemo, Bapak Beton Indonesia Sekaligus “Bapaknya” FT UI, UGM, dan ITB


Roosseno Soerjohadikoesoemo, namanya mungkin tak asing bagi mahasiswa maupun jebolan jurusan teknik di seluruh kampus di Indonesia. Ia disebut sebagai Bapak Beton Indonesia karena berjasa dalam pengembangan dan penerapan konstruksi beton bertulang serta beton prategang di Tanah Air.

Roosseno merampungkan pendidikan Teknik Sipil di Technische Hoogeschool te Bandoeng (kini Institut Teknoogi Bandung/ITB) di tahun 1932. Kala itu, gelar yang diperoleh adalah Ingenieur atau “Ir.”.

Sebetulnya, cita-cita untuk menjadi insinyur sudah muncul sejak ia berumur delapan tahun. Saat itu, ia melihat jembatan yang tetap gagah berdiri meskipun dilewati kereta.

Ketertarikannya ini akhirnya membawanya lulus dengan predikat cumlaude di Technische Hoogeschool te Bandoeng. Melalui situs resmi alumni.itb.ac.id, Roosseno lulus di bulan Mei 1932 bersama Muhammad Tahir.

Mereka adalah dua pribumi dari 10 orang yang lulus dari kampus tersebut di periode yang sama. Disebutkan bahwa ia juga mendapatkan beasiswa pada sejak berkuliah di tahun 1928 hingga lulus di tahun 1932.

Bapak Beton Indonesia

Julukan “Bapak Beton Indonesia” bukan tanpa sebab. Roosseno merupakan insinyur termasyhur Indonesia yang konsisten mengenalkan dan mengembangkan beton, baik yang lentur maupun tarik, dalam rekayasa bangunan di Indonesia.

Sebagai ahli beton, ia sudah banyak sekali menangani proyek-proyek penting, mulai dari jembatan, pelabuhan, gedung, sampai hotel berbintang. Ia juga merupakan anggota International Association for Bridge and Structural Engineering (IBSE), Zurich dan Federation International de Precontreinte (FIP).

Disadur dari Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM), Roosseno adalah sosok di balik pembangunan proyek besar di Indonesia, seperti Monumen Nasional, Hotel Indonesia, Gedung Sarinah, Stadion Ganefo (Gelora Bung Karno), hingga Masjid Istiqlal. Selain itu, ia juga terlibat dalam perancangan dan konstruksi Jembatan Semanggi, Gedung DPR/MPR, dan pemugaran Candi Borobudur.

Berkat jasanya yang luar biasa, di tahun 1962, pemerintah Indonesia menganugerahkan Satya Lencana untuknya. Ia dianggap sangat berjasa dalam pembangunan Kompleks Asian Games Senayan.

Luar biasanya, ini bukanlah penghargaan satu-satunya. Roosseno kembali mendapatkan penghargaan dari ITB di tahun 1977 sebagai Doctor Honoris Causa. Beberapa tahun setelahnya, Presiden Soeharto memberikan Bintang Mahaputra Utama.

Predikat Bapak Beton Indonesia diberikan kepada Roosseno saat ia wafat pada 15 Juni 1996. Kemudian, di tahun 2003, dirinya kembali diabadikan dalam perangko yang dikeluarkan di tahun 2003.

“Bapaknya” FT UI, UGM, ITB

1 September 1948, Roosseno diangkat menjadi Guru Besar Luar Biasa Konstruksi Beton Bertulang di ITB. Ia merupakan professor pribumi pertama di jurusan teknik sipil ITB.

Kendati lulus dan diangkat menjadi Guru Besar Luar Biasa ITB, nyatanya Roosseno juga berperan besar di dua kampus top Indonesia lainnya, Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Disadur dari laman Fakultas Teknik (FT) UGM, Roosseno mengambil ali Bandung Kogyo Daigaku (TH Bandung) dari Jepang. Lalu, perguruan tinggi dibuka kembali dengan nama Sekolah Tinggi Teknik (STT) Bandung di bawah kepemimpinannya.

Namun, situasi kala itu di Bandung tidak aman. Ia pun memindahkan STT Bandung ke Yogyakarta. Ia menjadi ketua pertama STT Bandung di Yogyakarta dan kini sudah berubah menjadi FT UGM. Bahkan, Roosseno juga disebut punya peran dalam pendirian UGM.

Di tahun 1964, Presiden Soekarno mengabulkan usulan Roosseno dan rekan-rekan insinyurnya untuk membuka fakultas teknik di Jakarta. Bapak Proklamator ini pun menunjuk Roosseno sebagai Dekan FT UI yang pertama.

Selain moncer di bidang akademik, Roosseno juga aktif dan dikenal luas sebagai praktisi profesional dan politikus. Ia pernah menduduki berbagai jabatan strategis di pemerintahan, termasuk pernah menjadi Menteri Pekerjaan Umum dan Menteri Perhubungan RI.

Tahun 1950, Roosseno juga tercatat mendirikan Institut Sains dan Teknologi Nasional (ISTN), perguruan teknik swasta pertama di Indonesia yang terletak di Jakarta. Sebelum berubah menjadi ISTN, kampus itu bernama Akademi Teknik Nasional (ATN), di mana Roosseno menjadi rektor pertamanya.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.