Mojokerto (beritajatim.com) – Satreskrim Polres Mojokerto masih menunggu hasil otopsi jenazah Siti Arofah (54) dari RS Bhayangkara Pusdik Watukosek, Kecamatan Porong, Kabupaten Pasuruan. Dari hasil otopsi diharapkan bisa menjawab penyebab kematian korban.
“Kami masih menunggu hasil otopsi di RS Bhayangkara Pusdik Watukosek. Kami masih menunggu penyebab kematiannya seperti apa? Kami intens melakukan komunikasi dengan teman-teman di sana,” ungkap Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Aldhino Prima Wirdhan, Rabu (6/5/2026).
Sementara itu, korban selamat yakni istri terduga pelaku, Sri Wahyuni (36), masih menjalani perawatan di RSU dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto. Hasil pemeriksaan sementara ada luka di leher akibat benda tajam. Diduga luka tersebut disebabkan oleh senjata tajam (sajam) jenis pisau dapur.
“Kita harus cek dan kita masih menunggu tim. Tim sudah kita bagi, ada yang di tempat forensik dan ada yang di rumah sakit. Barang bukti yang sudah diamankan sebilah pisau, baju korban serta pisau dapur. Masih kita dalami (digunakan untuk melukai kedua korban). Nanti kita rilis terkait motif dan lain-lainnya,” jelasnya.
Sementara, terduga pelaku yang tak lain menantu korban, Satuan (43), sudah berhasil diamankan tim gabungan Satreskrim Polres Mojokerto bersama Polsek Asemrowo, Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Bapak satu anak ini sudah dibawa ke Mapolres Mojokerto guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Sebelumnya, warga Desa Sumbergirang, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Rabu (6/5/2026) geger. Seorang perempuan paruh baya ditemukan tewas dengan luka di bagian leher, sementara satu korban lainnya selamat meski mengalami luka di bagian leher dan wajah. [tin/suf]





Comments are closed.