Jakarta, Arina.id—Wabah mematikan terjadi di sebuah kapal pesiar mewah yang tertahan di lepas pantai Afrika Barat. Kapal itu membawa sebagian besar penumpang asal Inggris, Amerika, dan Spanyol.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengonfirmasi bahwa ada tiga orang yang meninggal akibat hantavirus atau virus hanta, penyakit yang biasanya ditularkan ke manusia dari hewan pengerat.
“Asumsi kami adalah mereka terinfeksi sebelum naik ke kapal, namun kami meyakini mungkin ada penularan dari manusia ke manusia yang terjadi di antara kontak yang sangat dekat, seperti pasangan suami istri atau orang yang berbagi kabin,” ujar Maria Van Kerkhove, ahli epidemiologi dan penasihat teknis WHO, Rabu (6/5).
Tidak hanya terbatas pada kapal pesiar MV Hondius, WHO juga melacak lebih dari 80 orang di pesawat terbang yang sempat ditumpangi salah satu korban meninggal.
Dikutip dari AFP, pesawat tersebut menempuh rute Pulau Saint Helena (wilayah Inggris di Samudera Atlantik) menuju Johannesburg, Afrika Selatan, pada 25 April 2026. Pesawat milik maskapai Airlink itu membawa 82 penumpang dan 6 awak kabin.
Varian ini sangat berbahaya dengan tingkat kematian mencapai 40 persen, jauh lebih tinggi dibanding varian Sin Nombre di Amerika Serikat yang memiliki tingkat fatalitas 25 persen.
Hingga saat ini, tidak ada obat atau vaksin khusus, dokter hanya bisa memberikan perawatan suportif seperti terapi oksigen untuk menstabilkan kondisi pasien.
Gejala awal Hantavirus sering menyerupai flu, sehingga banyak kasus tidak terdeteksi sejak dini. Penderita biasanya mengalami:
1. Demam tinggi dan menggigil
2. Nyeri otot dan kelelahan ekstrem
3. Sakit kepala
4. Mual atau gangguan pencernaan
Jika tidak segera ditangani, kondisi dapat berkembang menjadi lebih serius seperti gangguan pernapasan akut akibat cairan di paru-paru, penurunan tekanan darah, gangguan fungsi ginjal, tingkat kematian pada beberapa jenis Hantavirus bahkan bisa mencapai sekitar 40 persen, menjadikannya salah satu penyakit zoonosis yang berbahaya.




Comments are closed.