Fri,8 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Jurnalistik
  3. Riset media sosial di 43 negara: Bahaya kesehatan mental mengintai remaja kurang mampu

Riset media sosial di 43 negara: Bahaya kesehatan mental mengintai remaja kurang mampu

riset-media-sosial-di-43-negara:-bahaya-kesehatan-mental-mengintai-remaja-kurang-mampu
Riset media sosial di 43 negara: Bahaya kesehatan mental mengintai remaja kurang mampu
service

Seiring menguatnya peran media sosial dalam kehidupan kaum muda, kekhawatiran terhadap dampaknya bagi kesehatan mental pun terus meningkat.

Sayangnya, perdebatan publik dan langkah-langkah kebijakan yang diambil cenderung memperlakukan remaja sebagai satu kelompok yang seragam. Kita kerap mengabaikan fakta bahwa penggunaan media sosial tidak memengaruhi setiap kaum muda dengan cara yang sama, begitu pula dampak yang dihasilkan terhadap kesejahteraan mereka.

Dalam temuan terbaru World Happiness Report 2026 yang diterbitkan oleh UN Sustainable Development Solutions Network (PBB) bekerja sama dengan Universitas Oxford, kami meneliti kaitan antara penggunaan media sosial yang bermasalah dengan kesejahteraan remaja dari berbagai latar belakang sosioekonomi.

Kami meneliti 43 negara yang tersebar di enam kawasan luas—Anglo-Keltik, Kaukasus-Laut Hitam, Eropa Tengah-Timur, Mediterania, Nordik, dan Eropa Barat—yang mencakup negara-negara Eropa serta wilayah di sekitarnya.

Berbasis data lebih dari 330 ribu anak muda, kami menemukan pola yang jelas dan konsisten: tingginya tingkat penggunaan media sosial yang bermasalah—keterlibatan kompulsif atau tidak terkendali dengan media sosial—berkaitan erat dengan buruknya tingkat kesejahteraan remaja.

Mereka cenderung mengalami lebih banyak keluhan psikologis, seperti merasa sedih, gugup, mudah marah, atau kesulitan tidur. Mereka juga memiliki tingkat kepuasan hidup yang lebih rendah. Ini menjadi ukuran seberapa positif mereka mengevaluasi kehidupan mereka secara keseluruhan.

Pola ini muncul di seluruh negara dalam studi kami, tapi kekuatannya bervariasi antarnegara. Dampak ini sangat nyata terlihat di negara-negara Anglo-Keltik seperti Inggris dan Irlandia, sementara kekuatannya relatif lebih lemah di wilayah Kaukasus-Laut Hitam.

Latar belakang sosioekonomi penentu nasib

Temuan ini tidak hanya berhenti pada faktor geografis. Remaja global dari latar belakang yang kurang mampu cenderung rentan terhadap dampak negatif penggunaan media sosial yang bermasalah dibandingkan rekan-rekan mereka yang lebih beruntung.

Hal ini berarti status sosioekonomi—sumber daya materi dan sosial yang tersedia dalam rumah tangga, seperti pendapatan dan kondisi tempat tinggal yang dialami kaum muda sebagai akibat dari lingkungan daring berperan aktif membentuk risiko dan peluang setiap individu.

Hubungan antara status sosioekonomi (SES) dengan keluhan psikologis dan kepuasan hidup. Authors’ own, Author provided (no reuse)

Menariknya, ketimpangan ini amat kontras ditinjau dari tingkat kepuasan hidup. Perbedaan kelompok sosioekonomi memang lebih kecil dalam hal keluhan psikologis, tapi jauh lebih nyata dan konsisten pada cara remaja menatap kehidupan mereka masing-masing.

Tingkat kepuasan hidup lebih sensitif terhadap perbandingan sosial jadi salah satu pemicunya. Media sosial terus-menerus memaparkan standar acuan bagi kaum muda—mengenai apa yang orang lain miliki, lakukan, dan capai. Ini ujung-ujungnya memperlebar persepsi perbedaan peluang serta sumber daya.

Pada saat yang sama, pola-pola ini tidak selalu identik di setiap tempat. Sebagai contoh, perbedaan sosioekonomi dalam keluhan psikologis cenderung tidak terlalu besar di sebagian besar wilayah, termasuk negara-negara Eropa kontinental seperti Prancis, Austria, atau Belgia, tapi terpantau lebih jelas di negara-negara Anglo-Keltik seperti Skotlandia dan Wales.

Sebaliknya, kesenjangan sosioekonomi dalam kepuasan hidup muncul di hampir semua wilayah, meski cenderung lebih lemah di negara-negara Mediterania seperti Italia, Siprus, dan Yunani.

Hubungan antara status sosioekonomi (SES), penggunaan media sosial, dan keluhan kesehatan mental di berbagai wilayah geografis. Authors’ own, Author provided (no reuse)

Masalah yang terus tumbuh

Kami juga meneliti bagaimana pola-pola ini berkembang dari waktu ke waktu. Keterkaitan antara penggunaan media soial yang bermasalah dengan buruknya kesejahteraan remaja pada rentang 2018 – 2022 semakin kuat.

Ini menunjukkan bahwa risiko terkait penggunaan media sosial bermasalah mungkin telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Ini membuktikan kawula muda makin ketergantungan teknologi digital selama dan setelah pandemi COVID-19

Yang perlu diingat adalah peningkatan ini telah memengaruhi remaja di berbagai kelompok sosioekonomi dengan cara yang hampir serupa di sebagian besar wilayah. Dengan kata lain, meskipun ketimpangan tetap ada, kesenjangan tersebut tidak melebar selama periode ini.


Read more: Social media addiction disrupts the sleep, moods and social activities of teens and young adults


Tidak ada satu solusi untuk semua

Meskipun debat publik mengenai media sosial dan kesehatan mental sering kali memperlakukan remaja sebagai satu kelompok demografi yang seragam, hasil penelitian kami menunjukkan realitas yang lebih kompleks.

Penggunaan media sosial berisiko berkaitan dengan tingkat kesejahteraan yang lebih rendah di berbagai negara, tapi dampaknya dibentuk oleh realitas sosial. Dampak tersebut bervariasi tergantung pada tempat tinggal kaum muda dan sumber daya apa yang tersedia bagi mereka.

Tidak semua remaja mengalami dunia digital dengan cara yang sama, dan tidak semua memiliki kesiapan yang setara untuk menghadapi tekanannya.

Menyadari hal ini sangatlah penting untuk pemerintah merancang kebijakan yang tidak hanya efektif, tetapi juga adil. Tujuannya untuk memastikan intervensi menjangkau para remaja yang paling rentan terhadap risiko digital.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.