Tiga orang meninggal dunia setelah diduga terinfeksi hantavirus. Mereka adalah penumpang kapal pesiar MV Hondius berbendera Belanda yang mengarungi Samudra Atlantik.
Seorang penumpang lain yang telah dinyatakan positif tertular hantavirus, masih dirawat di ruang perawatan intensif (ICU) di Afrika Selatan.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan kematian ketiga penumpang kapal dalam sebuah pernyataan di media sosial pada Senin (4/5).
Pihak berwenang sedang menyelidiki dugaan penularan hantavirus pada penumpang MV Hondius lainnya.
Sembari penyelidikan berlangsung, berikut sejumlah hal yang perlu kita ketahui mengenai hantavirus yang sangat mematikan.
Apa itu hantavirus?
Hantavirus adalah kelompok virus zoonosis (menular dari hewan ke manusia) yang bisa menyebabkan gangguan paru dan ginjal. Infeksinya bisa memicu penyakit pernapasan dan ginjal yang langka, dan efeknya sangat parah. Gejalanya dapat menyebabkan pendarahan hebat, demam, bahkan kematian.
Virus ini bisa menular dari hewan pengerat, seperti tikus dan mencit—terutama lewat urine dan kotoran hewan yang terinfeksi.
Hantavirus biasanya tidak menyebar dari manusia ke manusia. Namun, dalam kasus yang jarang terjadi, virus ini dapat menyebar antarmanusia.
Secara global, diperkirakan ada 150 ribu hingga 200 ribu kasus hantavirus setiap tahun.
Karena kemungkinan penularan antarmanusia sangat kecil, penyebaran hantavirus tidak semasif virus yang penyebarannya melalui udara, seperti COVID dan influenza.
Read more: What is a virus? How do they spread? How do they make us sick?
Hantavirus sangat mematikan
Ada dua jenis utama hantavirus, yaitu yang menyerang paru dan ginjal. Masing-masing menimbulkan gejala yang berbeda.
Sindrom paru hantavirus (yang menyerang paru-paru) banyak ditemukan di Amerika Serikat. Infeksi hantavirus pada paru dalam beberapa hari bisa menyebabkan pasien batuk dan sesak napas.
Seiring perkembangan penyakit, mereka dapat mengalami gejala seperti kelelahan, demam, dan nyeri otot. Gejala lainnya meliputi sakit kepala, pusing, mual, muntah, dan sakit perut.
Hantavirus yang menginfeksi paru adalah jenis yang paling mematikan. Sekitar 38% orang yang terinfeksi hantavirus jenis ini meninggal dunia.
Berikutnya, demam berdarah dengan sindrom ginjal hantavirus (yang menyerang ginjal). Penyakit ini banyak ditemukan di Eropa dan Asia. Akan tetapi, strain (hasil mutasi) hantavirus yang menyerang ginjal ada beberapa. Salah satunya virus Seoul—yang telah menyebar ke seluruh dunia.
Read more: 5 virus families that could cause the next pandemic, according to the experts
Biasanya gejala baru muncul dalam kurun dua minggu setelah hantavirus menginfeksi ginjal. Gejala awal meliputi sakit kepala parah, sakit perut, mual, dan penglihatan kabur.
Gejala lebih lanjut menimbulkan tekanan darah rendah, pendarahan internal, hingga gagal ginjal akut.
Tingkat keparahannya bergantung dengan strain hantavirus penyerang ginjal. Beberapa lebih mematikan daripada yang lain dengan persentase antara 1% dan 15% kasus dapat berakibat fatal.
Sayangnya, tidak ada pengobatan atau penyembuhan khusus untuk kedua jenis hantavirus. Namun, perawatan medis dini dapat meningkatkan peluang pasien bertahan hidup. Misalnya, dengan menggunakan respirator (alat penyaring udara), terapi oksigen, dan dialisis (proses menghilangkan racun dari tubuh).
Sejauh ini, pihak berwenang masih menyelidiki jenis hantavirus yang menginfeksi para penumpang kapal pesiar MV Hondius.
Bagaimana virus ini bisa menyebar di kapal pesiar?
Ada dua kemungkinan cara hantavirus menulari penumpang di lingkungan tertutup seperti kapal pesiar.
Salah satunya adalah terpapar virus saat mengikuti tur wisata pantai.
Kemungkinan lainnya adalah hewan pengerat (seperti tikus atau marmut) yang terinfeksi masuk ke kapal melalui kargo, lalu menyebarkan virus tersebut kepada penumpang melalui urine atau kotoran.
Faktor lainnya—seperti standar kebersihan dan praktik penyimpanan makanan di kapal—mungkin menyebabkan infeksi menyebar lebih cepat.
Read more: How do viruses mutate and jump species? And why are ‘spillovers’ becoming more common?
Untuk mengatasi penularan lebih lanjut, pihak berwenang pertama-tama harus memastikan semua hewan pengerat telah dikurung dan dikeluarkan dari kapal dengan aman.
Selanjutnya, mereka harus memantau semua penumpang yang diduga terinfeksi hantavirus. Infeksi virus ini bisa didiagnosis dengan tes PCR (polymerase chain reaction)—yang juga digunakan untuk mendiagnosis COVID.
Karena tidak ada pengobatan khusus untuk penyakit ini, pihak berwenang harus membantu penumpang yang terinfeksi meredakan gejalanya. Ini termasuk memeriksa apakah mereka bernapas normal dan ginjal mereka berfungsi dengan baik.
Tetap waspada, tapi jangan khawatir berlebih
Meski mengkhawatirkan, kasus hantavirus tetap sangat jarang terjadi.
Yang harus kita waspadai adalah gejalanya bisa mirip dengan penyakit pernapasan lainnya.
Segera periksakan diri ke dokter, jika kita pernah berada di daerah ditemukannya hantavirus dan mengalami sesak napas, demam, atau gejala mirip flu lainnya.





Comments are closed.