Sun,10 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Jejak Ikan Terbesar di Dunia yang Ada di Laut Indonesia

Jejak Ikan Terbesar di Dunia yang Ada di Laut Indonesia

jejak-ikan-terbesar-di-dunia-yang-ada-di-laut-indonesia
Jejak Ikan Terbesar di Dunia yang Ada di Laut Indonesia
service

Hiu paus (Rhincodon typus) adalah ikan terbesar di dunia yang ukurannya bisa mencapai 10 meter dengan berat sekitar sembilan ton saat dewasa. Spesies pemakan plankton ini, sudah hidup sejak 60 juta tahun lalu. Hiu paus biasa bermigrasi, mengembara ke perairan tropis dan beriklim hangat. Tubuh besarnya memiliki corak unik seperti titik-titik dan usia hidupnya hingga 70 tahun. Satwa akuatik ini diyakini pertama kali diketahui pada 1828 di Cape Town, Afrika Selatan. Saat itu, seorang ahli zoologi, Andrew Smith menemukan hewan laut sepanjang 46 meter yang diyakini sebagai hiu paus di tahun berikutnya. Sebagai kota yang menjadi lokasi pertemuan Samudera Hindia dan Atlantik, perairan Cape Town cocok menjadi tempat megafauna berkunjung. Terlebih, hiu paus suka berada di perairan dangkal, meski bisa menyelam hingga kedalaman 914 meter. Karakteristik perairan tersebut dimiliki Indonesia, yang juga dikenal memiliki sejumlah lokasi hiu paus. Selain Teluk Cendrawasi di Papua Tengah, ada juga Teluk Saleh di Nusa Tenggara Barat. Kebiasaan hiu paus yang suka melintas jarak jauh, ternyata bisa melewati 13 negara dan laut lepas. Temuan itu didapat setelah penelitian terbaru (2026) dilakukan pada 70 individu yang ada di Indonesia selama 10 tahun dari 2015 hingga 2025. Konservasi Indonesia yang memimpin penelitian itu, melakukan penandaan pada seluruh individu di empat lokasi berbeda. Selain Teluk Cendrawasih dan Teluk Saleh, dua lokasi lainnya adalah Kaimana (Papua Barat) dan Teluk Tomini (Gorontalo). Analisis data pelacakan satelit dilakukan juga saat mereka berada di kawasan perairan Indo Pasifik. Analisis tersebut melibatkan para pakar dari Elasmobranch Institute Indonesia, Universitas Indonesia, Universitas Diponegoro, dan…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.