Mon,18 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Business
  3. Tekanan Rupiah Dinilai Berkaitan dengan Persepsi dan Ekspektasi Investor

Tekanan Rupiah Dinilai Berkaitan dengan Persepsi dan Ekspektasi Investor

tekanan-rupiah-dinilai-berkaitan-dengan-persepsi-dan-ekspektasi-investor
Tekanan Rupiah Dinilai Berkaitan dengan Persepsi dan Ekspektasi Investor
service

KABARBURSA.COM – Anggota Komisi XI DPR RI Muhammad Kholid menilai gejolak nilai tukar rupiah serta tekanan di pasar keuangan nasional tidak dapat diatasi semata melalui pendekatan teknis kebijakan moneter. Dalam situasi pasar yang sarat volatilitas, faktor paling krusial justru terletak pada kemampuan otoritas ekonomi membangun kredibilitas serta mengelola ekspektasi publik dan investor.

Menurutnya, dinamika pasar keuangan global kini bergerak jauh lebih agresif dan sangat sensitif terhadap persepsi. Sedikit ketidakpastian dalam komunikasi kebijakan dapat memicu kegelisahan pasar dan memperbesar tekanan terhadap stabilitas ekonomi domestik.

Karena itu, Kholid menekankan pentingnya konsistensi komunikasi antara pemerintah, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, hingga otoritas fiskal agar pelaku pasar tidak membangun asumsi berlebihan terhadap kondisi ekonomi nasional.

“Perlu ada strategic management, ekspektasi. Bagaimana mengelola ekspektasi itu strategic. Jadi bukan hanya kebijakan teknis modern, tapi manajemen ekspektasinya harus diperkuat,” ujar Muhammad Kholid di Komplek Senayan, Jakarta, Senin 18 Mei 2026.

Legislator Fraksi PKS tersebut menjelaskan bahwa pola pembacaan investor terhadap situasi ekonomi global kini mengalami transformasi mendasar. Jika sebelumnya pasar banyak mengandalkan data historis sebagai pijakan analisis, saat ini pelaku pasar lebih fokus membaca arah risiko masa depan dan konsistensi kebijakan pemerintah.

Dalam konteks itu, respons otoritas ekonomi dinilai tidak cukup hanya berupa intervensi teknikal di pasar keuangan. Kholid bahkan menyinggung teori rational expectation yang diperkenalkan ekonom Robert Lucas untuk menggambarkan perilaku pasar modern.

Menurut dia, investor, hedge fund, hingga pelaku industri kini melakukan kalkulasi berbasis risiko futuristik sebelum mengambil keputusan investasi. Dengan kata lain, pasar telah lebih dahulu memproyeksikan kemungkinan krisis maupun ketidakpastian yang berpotensi muncul di masa mendatang.

“Bahwa pelaku pasar, investor, hedge fund, industri, mereka itu membuat pricing yang rational dengan cara apa? Bukan data kemarin, bukan data hari ini, tapi pricing futurist. Jadi risiko-risiko di masa depan itu dipricing oleh market, ditarik pada hari ini,” tegasnya.

Dalam pandangannya, tantangan terbesar pemerintah saat ini bukan sekadar menjaga stabilitas rupiah, melainkan mematahkan persepsi publik bahwa Indonesia tengah bergerak menuju situasi krisis seperti 1998. Trauma kolektif terhadap krisis moneter masa lalu, kata dia, masih membekas dalam cara masyarakat maupun pasar membaca kondisi ekonomi nasional.

Karena itu, Kholid menilai pesan yang disampaikan otoritas ekonomi harus tegas, konsisten, dan mudah dipahami pasar. Sinkronisasi komunikasi antarlembaga menjadi elemen vital untuk menjaga optimisme dan menghindari kepanikan yang tidak perlu.

“Message-nya harus loud and clear, harus konsisten. Ini sangat penting. Jadi kalau otoritas itu kompak, otoritas moneter, industri jasa keuangan, kementerian keuangan, dan tetap diikuti dengan tindakan policy yang konsisten, itu memberikan signal bahwasannya hari ini itu berbeda dengan 98,” pungkas Muhammad Kholid.(*)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.