Aceh Barat, NU Online
Pengurus Lembaga Amil Zakat, Infak dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kabupaten Aceh Barat Provinsi Aceh masa khidmah 2026–2029 resmi dikukuhkan di Kantor Sekretariat PCNU Aceh Barat, Meulaboh.
Dalam kepengurusan baru tersebut, Tgk H Mukhsinuddin dipercaya menjabat sebagai Ketua, didampingi Suroto MA sebagai Sekretaris bersama jajaran pengurus lainnya.
Prosesi pengukuhan dilakukan langsung oleh Ketua PCNU Aceh Barat, Tgk H Khairul Azhar serta disaksikan Ketua PWNU Aceh Tgk H Faisal Ali atau akrab disapa Abu Sibreh dan Ketua Mustasyar NU Aceh Barat. Kegiatan tersebut dirangkai dengan prosesi peusijuk Kantor Sekretariat PCNU Aceh Barat yang berlokasi di Kota Meulaboh, Senin (18/5/2026) malam..
Sebagai lembaga filantropi Nahdlatul Ulama, LAZISNU bergerak dalam pengelolaan zakat, infak, sedekah (ZIS) untuk mendukung pemberdayaan ekonomi umat serta pelayanan sosial masyarakat.
Ketua PCNU Aceh Barat yang akrab disapa Waled Khairul kepada NU Online, Kamis (21/5/2026), mengatakan keberadaan LAZISNU diharapkan mampu menjadi instrumen penting dalam memperkuat kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan dana umat yang profesional dan amanah.
”Lembaga ini hadir untuk membangun kehidupan umat yang lebih berkualitas melalui pengelolaan filantropi yang tepat sasaran,” ujarnya.
Menurutnya, penguatan lembaga filantropi NU menjadi bagian penting dalam memperluas khidmat organisasi kepada masyarakat, khususnya di bidang sosial dan ekonomi keumatan.
Sementara itu, Ketua PWNU Aceh Tgk H Faisal Ali atau Abu Sibreh menyampaikan rasa syukur atas hadirnya sekretariat baru PCNU Aceh Barat sekaligus terbentuknya kepengurusan LAZISNU yang baru.
Ia berharap LAZISNU mampu menjadi motor penggerak pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengelolaan zakat dan infak secara terstruktur dan berkelanjutan.
“LAZISNU harus menjadi kekuatan sosial umat dalam membantu masyarakat dan memperkuat ekonomi Nahdliyin,” katanya.
Abu Sibreh yang juga Ketua MPU Aceh mengingatkan seluruh pengurus NU di Aceh agar tetap bijak dan berhati-hati dalam menyikapi berbagai isu sosial maupun keagamaan yang berkembang di tengah masyarakat.
Menurutnya, NU harus tetap hadir sebagai organisasi yang menjaga keseimbangan antara pelaksanaan syariat Islam, toleransi, dan semangat kebangsaan.
“Tidak ada halangan bagi kita melaksanakan syariat Islam secara kaffah, tetapi ada sisi-sisi yang tidak perlu dikampanyekan secara berlebihan. Toleransi dan nasionalisme dalam berpikir sangat penting,” ujarnya.
Ia menegaskan Nahdliyin harus terus menjaga tradisi moderasi, ukhuwah, serta semangat persatuan di tengah dinamika kehidupan masyarakat yang semakin kompleks.
Pengukuhan LAZISNU Aceh Barat berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan dihadiri pengurus NU, tokoh masyarakat, kader nahdliyin, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Kepengurusan baru tersebut diharapkan mampu memperkuat peran NU dalam bidang sosial, pendidikan, kemanusiaan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat di Aceh Barat.





Comments are closed.