Thu,21 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. Khutbah Jumat: Meraih Pertolongan Allah dengan Membantu Sesama

Khutbah Jumat: Meraih Pertolongan Allah dengan Membantu Sesama

khutbah-jumat:-meraih-pertolongan-allah-dengan-membantu-sesama
Khutbah Jumat: Meraih Pertolongan Allah dengan Membantu Sesama
service

Setiap manusia pasti membutuhkan pertolongan. Tidak ada seorang pun yang mampu hidup sendiri tanpa bantuan Allah dan bantuan sesama manusia. Ada saatnya kita menghadapi kesulitan ekonomi, musibah, penyakit, kesempitan hidup, dan berbagai ujian lainnya. Maka di antara sebab terbesar datangnya pertolongan Allah adalah ketika seorang hamba gemar menolong saudaranya.

Naskah khutbah Jumat berikut ini dengan judul, “Khutbah Jumat: Meraih Pertolongan Allah dengan Membantu Sesama”. Untuk mencetak naskah khutbah Jumat ini, silakan klik ikon print berwarna merah di atas atau bawah artikel ini (pada tampilan desktop). Semoga bermanfaat!

Khutbah I

الْحَمْدُ ِللهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ مُحَمَّدٍ بْنِ عَبْدِ اللهِ الْقَائِمُ بِحُقُوْقِ اللهِ وَلَاحَوْلَ وَلَاقُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ وَعَلَى أَلِهِ وَمَنْ وَالَاهُ،

أَمَّا بَعْدُ; فَيَا عِبَادَ اللَّهِ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللَّهِ وَقَالَ اللَّهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: وَمَنْ يَّتَّقِ اللهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا، وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَايَحْتَسِبُ، وَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اِتَّقِ اللَّهَ حَيْثُمَا كُنْتَ وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ

Hadirin jamaah Jumat yang dirahmati Allah,

Betapa banyak nikmat yang Allah limpahkan kepada kita setiap hari. Namun, di antara sekian banyak nikmat itu, ada dua anugerah terbesar yang patut terus kita syukuri, yaitu nikmat iman dan Islam. Tidak semua orang diberi kesempatan merasakan indahnya hidayah ini. Karena itu, menjadi kewajiban bagi kita sebagai hamba yang dipilih Allah untuk menjaga, merawat, dan mensyukurinya dalam setiap langkah kehidupan.

Shalawat serta salam juga senantiasa kita curahkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad saw., beserta keluarga dan para sahabat beliau. Melalui perantara Rasulullah kita mengenal cahaya Islam, memahami kebenaran, dan menemukan jalan keselamatan. Maka, memperbanyak shalawat bukti cinta dan harapan agar kelak kita mendapat syafaat di hari akhir.

Dalam kesempatan ini, khatib juga mengajak diri pribadi dan seluruh jamaah untuk terus memperkuat ketakwaan kepada Allah Swt. Ketakwaan bukan hanya terlihat dalam ibadah, tetapi juga tercermin dalam sikap, ucapan, dan perbuatan sehari-hari. Sebab, pada akhirnya, tidak ada bekal terbaik yang dapat menyelamatkan manusia selain ketakwaan kepada Allah.

Allah Swt. berfirman:

فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى وَاتَّقُونِ يَاأُولِي الْأَلْبَابِ

Artinya; “Maka sesungguhnya sebaik-baiknya bekal adalah ketakwaan, dan hendaklah bertakwa kepada-Ku wahai orang-orang yang mempunyai akal.” (QS. al-Baqarah: 197)

Hadirin jamaah Jumat yang dirahmati Allah,

Pada dasarnya, meningkatkan ketakwaan tidak hanya berkaitan dengan ibadah mahdhah seperti shalat dan puasa. Ketakwaan juga tumbuh melalui hubungan sosial kita dengan sesama makhluk. Dalam berinteraksi dengan orang lain, kita hendaknya senantiasa berusaha berbuat baik, sesering dan sebanyak mungkin.

Salah satu kebaikan yang diajarkan dalam agama kita adalah tolong-menolong. Menolong tidak selalu harus dengan harta atau materi. Karena itu, tidak sepatutnya kita yang secara ekonomi masih pas-pasan atau bahkan terbatas menjadikan kondisi tersebut sebagai alasan untuk tidak membantu tetangga maupun orang lain yang sedang membutuhkan pertolongan.

Coba kita perhatikan firman Allah ini:

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ وَلاَ تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Artinya; “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebaikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah sangat keras siksaan-Nya. (QS. Al-Maidah: 2)

Hadirin jamaah Jumat yang dirahmati Allah,

Pada ayat ini, Allah tidak menyebutkan harta atau materi sama sekali. Justru, pertolongan itu digambarkan dalam bentuk kebaikan dan ketakwaan. Artinya, membantu orang lain dapat dilakukan oleh siapa saja, tidak hanya oleh mereka yang memiliki kelebihan harta. Sebab, hakikat pertolongan adalah memudahkan urusan sesama, selama tidak bertentangan dengan syariat.

Tolong-menolong juga dapat diwujudkan dalam bentuk nasihat, dukungan moral, maupun kebaikan-kebaikan lainnya. Sebab, sering kali ketika ada saudara, kolega, atau teman yang mencurahkan isi hatinya, itu menandakan bahwa ia sedang membutuhkan jalan keluar agar hatinya lebih tenang dan pikirannya tidak lagi risau.

Lebih dari itu, sejatinya ketika kita menolong orang lain, kita pun akan mendapatkan pertolongan dari Allah. Hal ini sebagaimana sabda Nabi yang diriwayatkan Imam Muslim dalam kitab Shahih Muslim:

وَاللَّهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ

Artinya; “Allah menolong hamba-Nya selama hamba itu menolong saudaranya,” (HR. Imam Muslim).

Hadirin jamaah Jumat yang dirahmati Allah,

Hadis ini mengajarkan bahwa setiap bentuk kebaikan yang kita lakukan untuk orang lain, sekecil apapun, akan membuka pintu pertolongan Allah. Pertolongan Allah itu sering kita rasakan dalam kehidupan sehari-hari, melalui ketenangan hati, kelancaran rezeki, keluarga harmonis, dan kemudahan menghadapi ujian hidup.

Hidup akan terasa lebih tenang ketika kita menolong orang yang kesulitan, misalnya tetangga yang sakit atau teman yang menghadapi masalah. Allah menenangkan hati kita dan mengurangi rasa gelisah. Rezeki menjadi lancar dan berkah ketika kita tulus membantu sesama, entah melalui bantuan materi, tenaga, atau waktu. 

Dalam keluarga, saling menolong membangun keharmonisan, sehingga rumah menjadi tempat yang nyaman dan penuh kasih sayang. Hanya saja mungkin kita tidak menyadari kalau semua itu merupakan balasan Allah atas kebaikan kita dalam memudahkan urusan orang lain.

Syekh Al-Maraghi dalam kitab Tafsir Al-Maraghi juz 6 halaman 46, menjelaskan bahwa menolong orang lain merupakan bagian dari ajaran agama yang dapat memberi manfaat, baik bagi individu maupun masyarakat, baik yang berkaitan dengan urusan agama maupun dunia.

Namun, yang paling penting, menurut Al-Maraghi, generasi awal Islam, yaitu Nabi Muhammad saw. dan para sahabat, telah memberi teladan dalam hal ini dengan penuh keikhlasan, tanpa tendensi dan tanpa motif apa pun, berbeda dengan kebiasaan yang sering kita lihat pada zaman sekarang.

Dengan kata lain, Syekh Al-Maraghi seakan mengingatkan kita agar lebih banyak melakukan refleksi diri: hendaklah kita membantu orang lain dengan tulus, bukan karena kepentingan tertentu atau maksud tersembunyi. 

Sebab, ketika bantuan diberikan karena motif duniawi yang tersembunyi, pahala bisa hilang, dan pertolongan dari Allah pun menjadi sulit diperoleh, sebagaimana disebutkan dalam hadis sebelumnya.

Menjelang Idul Adha, marilah kita membiasakan diri membantu sesama dengan tulus, semata-mata mengharap pahala dan pertolongan Allah. Ibadah kurban bukan hanya ritual, tetapi juga wujud kepedulian sosial kepada fakir miskin, anak yatim, dan mereka yang membutuhkan. Melalui kurban, kita berbagi kebahagiaan, mempererat persaudaraan, serta menumbuhkan empati dan solidaritas antarsesama.

Semoga Allah menjadikan kita hamba-Nya yang senantiasa menolong saudara, memperoleh pertolongan Allah dalam setiap urusan, dan senantiasa berkontribusi dalam kebaikan bagi umat manusia.

بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِي اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمِ

Khutbah II

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا اَمَرَ، اَشْهَدُ اَنْ لَا اِلَهَ اِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ اِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَبِهِ وَ كَفَرَ، وَ اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ سَيِّدُ
الْخَلَاِئِقَ وَالْبَشَرِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى اَلِهِ وَ اَصْحَابِهِ وَسَلَّمُ تَسْلِيْمًا كَثِيْراً 

اَمَّابَعْدُ: فَيَاعِبَادَ ﷲ, اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. وَاتَّقُوْا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرٍ.إِنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ، وَأَيُّهَا الْمُؤْمِنُوْنَ مِنْ جِنِّهِ وَإِنْسِهِ، فَقَالَ قَوْلًا كَرِيْمًا:  ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠّٰﻪَ ﻭَﻣَﻼَﺋِﻜَﺘَﻪُ ﻳُﺼَﻠُّﻮْﻥَ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲِّ، ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬﺎَ ﺍﻟَّﺬِﻳْﻦَ ﺀَﺍﻣَﻨُﻮْﺍ ﺻَﻠُّﻮْﺍ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠِّﻤُﻮْﺍ ﺗَﺴْﻠِﻴْﻤًﺎ .ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺻَﻞِّ ﻋَﻠَﻰسَيِّدِنَا ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﻭَﻋَﻠَﻰ ﺁلهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْن

اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ، اَلْأَحْياءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ. اللَّهُمَّ أَصْلِحْنَا وَأَصْلِحْ أَحْوَالَنَا، وَأَصْلِحْ مَنْ فِي صَلَاحِهِمْ صَلَاحُنَا وَصَلَاحُ الْمُسْلِمِيْنَ، وَأْهْلِكْ مَنْ فِي هَلَاكِهِمْ صَلاحُنَا وَصَلَاحُ الْمُسْلِمِيْنَ، اللهُمَّ وَحِّدْ صُفُوْفَ الْمُسْلِمِيْنَ، وَارْزُقْنَا وَإِيَّاهُمْ زِيَادَةَ التَّقْوَى وَالْإِيْمَانِ، اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتَنِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا إِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عامَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ.  اللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَاَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ.

عٍبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتاءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشاءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

——–

M. Syarofuddin Firdaus, Dosen Pesantren Luhur Ilmu Hadis Darus-Sunnah Ciputat

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.