Thu,28 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. Semangat Kebersamaan Warnai Penyembelihan Hewan Kurban di Batang

Semangat Kebersamaan Warnai Penyembelihan Hewan Kurban di Batang

semangat-kebersamaan-warnai-penyembelihan-hewan-kurban-di-batang
Semangat Kebersamaan Warnai Penyembelihan Hewan Kurban di Batang
service

Batang, NU Online

Beberapa sapi tampak berdiri tenang di lahan milik warga yang berada tepat di sebelah Masjid Baitul Mahmud, Dukuh Paten, Desa Rowosari, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang. Di dekatnya, beberapa ekor kambing dituntun warga menuju area penyembelihan.

Pagi itu langit tampak cerah. Sinar matahari yang menembus celah pepohonan dan rumpun pisang menghadirkan bayangan panjang di halaman kampung.

Suasana desa terasa hidup. Mulai dari anak kecil, bayi yang digendong ibunya, para ibu rumah tangga, pemuda, hingga orang dewasa berkumpul di pinggir jalan sambil menyaksikan persiapan penyembelihan hewan kurban.

Beberapa warga tampak sibuk mengikat tali pada kaki sapi, sementara yang lain menyiapkan bambu, terpal, dan mengasah pisau. Di sudut area, sejumlah pemuda menggali lubang untuk tempat mengalirkan darah hewan kurban.

Suara obrolan warga saling bersahutan, berpadu dengan embikan kambing dan sesekali lenguhan sapi yang terdengar keras. Beberapa bapak memberikan arahan sambil bercanda, menghadirkan suasana hangat khas kehidupan desa. Ada pula warga yang membantu menenangkan sapi sebelum disembelih agar proses berjalan lancar.

Tak berselang lama, seekor sapi mulai direbahkan. Suara takbir terdengar di antara kerumunan warga. Sejumlah warga memegang tali dengan erat, sementara yang lain membantu menjegal tubuh sapi agar tetap tenang.

“Tarek sitik maning! (Tarik sedikit lagi).”
“Yo… siji, loro, telu! (Ya, satu, dua, tiga).”
“Wes, wes kuat! (Sudah, sudah kuat).”

Peluh mulai membasahi wajah para warga yang sejak pagi sibuk bekerja. Namun, tak satu pun terlihat mengeluh.

Setelah proses penyembelihan selesai, aktivitas semakin ramai. Sejumlah orang dewasa dan pemuda dengan cekatan mulai menguliti sapi, sementara warga lain membantu memotong bagian-bagian daging agar lebih mudah dipisahkan.

Di sisi lain, beberapa warga membawa jeroan menuju sungai untuk dibersihkan. Sementara itu, di atas terpal oranye yang membentang di halaman berukuran sekitar 12 x 5 meter, tumpukan daging kurban mulai tersusun rapi.

Sejumlah warga tampak sibuk menimbang dan membungkus daging ke dalam kantong plastik putih. Tangan mereka bergerak cepat membagi bagian demi bagian agar seluruh warga mendapatkan jatah secara merata.

Di salah satu sudut pelataran, seorang pria berbaju merah abu-abu tampak serius mencatat jumlah pembagian daging di atas lembaran kertas putih. Di sampingnya, beberapa kupon pembagian tersusun rapi bersama sebuah teko perak dan sebungkus rokok di atas meja kayu panjang yang juga dijadikan bangku.

Di belakangnya, deretan pria duduk beralaskan lantai sambil sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Ada yang melipat kantong plastik, menghitung jumlah paket daging, hingga bercakap santai sambil menikmati teh hangat dan es teh.

Suara ketukan ritmis pemotongan tulang terdengar dari kejauhan, berpadu dengan obrolan warga yang saling bersahutan. Sesekali gelak tawa pecah ketika salah seorang melempar candaan ringan.

Riyan, salah satu warga RT 04 Dukuh Paten, mengatakan kegiatan kurban seperti ini menjadi cara warga menjaga hubungan sosial di tengah kesibukan sehari-hari.

Menurutnya, momen Iduladha membuat warga yang sehari-hari jarang bertemu bisa kembali berkumpul dan bekerja bersama.

Hal senada disampaikan Samuri, warga lain yang sejak pagi ikut membantu pemotongan daging. Tangannya masih memegang pisau kecil ketika bercerita bahwa kegiatan seperti ini menjadi kesempatan langka untuk saling bertemu antartetangga.

“Kalau nggak ada kegiatan seperti ini, sesama tetangga kadang belum tentu ketemu. Kalau nggak ada tahlilan juga belum tentu kumpul. Jadi momen seperti inilah warga bisa ketemu,” katanya.

Bagi warga Dukuh Paten, gotong royong saat Iduladha bukan sekadar tradisi turun-temurun, tetapi juga perekat hubungan sosial di tengah perubahan zaman yang semakin individualistis.

Ketua panitia kurban Dukuh Paten, Sunarto, mengatakan bahwa tahun ini terdapat tiga ekor sapi dan enam kambing yang disembelih. Menurutnya, seluruh proses penyembelihan hingga distribusi daging tidak akan cepat selesai tanpa gotong royong warga.

“Kalau dikerjakan panitia saja ya tidak cepat selesainya. Alhamdulillah warga mulai dari RT 01 sampai 04 ikut membantu,” katanya.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.