Thu,28 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. At-Tadhiyah fi Taudhihi Masa’ilil Udhiyah: Panduan Fiqih Kurban dalam Mazhab Syafi’i

At-Tadhiyah fi Taudhihi Masa’ilil Udhiyah: Panduan Fiqih Kurban dalam Mazhab Syafi’i

at-tadhiyah-fi-taudhihi-masa’ilil-udhiyah:-panduan-fiqih-kurban-dalam-mazhab-syafi’i
At-Tadhiyah fi Taudhihi Masa’ilil Udhiyah: Panduan Fiqih Kurban dalam Mazhab Syafi’i
service

Bulan Dzulhijjah memiliki keistimewaan tersendiri bagi umat Muslim di seluruh dunia. Di dalamnya terdapat beberapa peristiwa penting dan bersejarah, termasuk waktu khusus untuk melaksanakan ibadah haji dan berkurban. Dua ibadah ini hanya dapat dilaksanakan pada bulan mulia ini.

Kitab berjudul At-Tadhiyah fi Taudhihi Masa’ilil Udhiyah karya Syekh Abu Bakar bin Muhyiddin Al-Ahsani Al-Farafuri hadir untuk mempermudah setiap umat Muslim dalam melaksanakan ibadah kurban.

Sebagaimana dikatakan oleh penulisnya sendiri, motivasi utama hadirnya kitab ini untuk mempermudah dan memperjelas tentang semua hal yang berkaitan dengan ibadah musiman ini; kurban.

Profil dan Karya Penulis

Sebelum lebih jauh mengulik konten kitab ini, bagi yang ingin mengenal penulis dan karya-karyanya, bisa dibaca tulisan Ustadz Alwi Jamalulel Ubab di NU Online berjudul: Al-Yaqut wal Marjan fi Fadhaili Syahri Sya’ban, Kitab Ringkasan Keutamaan Bulan Sya’ban”. Dalam artikel ini dijelaskan profil singkat dan karya-karya penulis kitab ini.

Latar Belakang dan Tujuan Utama Penulisan

Syekh Abu Bakar, penulis kitab ini, menjelaskan secara ringkas alasan penulisan kitab tersebut. Dalam kata pengantarnya, ia memaparkan bahwa ia telah menulis risalah yang menjelaskan keutamaan-keutamaan bulan Dzulhijjah.

Hanya saja, di dalamnya tidak dijelaskan sama sekali pembahasan tentang hal-hal yang berkaitan dengan ibadah kurban, karena khawatir pembahasan tersebut menjadi terlalu panjang. Padahal, katanya, ibadah ini termasuk ibadah yang pahalanya agung dan hanya ada pada bulan Dzulhijjah.

Dengan alasan inilah ia berinisiatif menulis risalah khusus yang membahas kurban. Ia memberi judul risalah ini At-Tadhiyah fi Taudhihi Masa’ilil Udhiyah. Inilah latar belakang penulisannya.

Sementara itu, sebagaimana telah disinggung di atas, tujuan utama atau motivasi ditulisnya kitab ini untuk mempermudah dan memperjelas tentang semua hal yang berkaitan dengan ibadah kurban. Inilah tujuan utama penulisan kitab ini. Semangat ini senafas dengan petikan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim berikut:

وَاللهُ فِى عَوْنِ الْعَبْدِ مَادَامَ الْعَبْدُ فِى عَوْنِ اَخِيْهِ

Artinya, “Allah senantiasa menolong hamba-Nya selama ia menolong saudara muslimnya.” (HR. Imam Muslim).

Risalah yang Komprehensif

Meskipun kitab ini disebut risalah seperti yang dikatakan langsung oleh penulisnya, tetapi termasuk risalah yang sangat komprehensif. Kalau biasanya sebuah risalah berisi sekitar 50 sampai 100 halaman saja, risalah tentang ibadah kurban dalam mazhab Syafi’i ini mencapai 200 halaman lebih.

Dan memang, ketika kita membacanya lembar demi lembar, risalah ini sangat komprehensif. Mulai dari pembahasan yang paling sederhana hingga persoalan kurban yang sering menjadi polemik di tengah masyarakat dibahas dalam risalah ini. Jadi, risalah ini sangat cocok dibuat semacam panduan fiqih kurban dalam mazhab Syafi’i.

Cuplikan Konten: Mulai dari Pembahasan Sederhana hingga Topik-topik Menarik

Mengawali pembahasannya, Syekh Abu Bakar membahas “al-udhiyah” dari sisi bahasa dan diksi”. Mengutip penjelasan Syekh Al-Khatib Asy-Syarbini dalam kitab Mughnil Muhtaj, diksi al-udhiyah bisa dibaca dalam delapan macam bahasa.

Di antaranya bisa dibaca al-udhiyah (dengan dibaca dhammah hamzahnya: الأُضحية), bisa dibaca al-idhiyah (dengan dibaca kasrah hamzahnya: الإِضحية), bisa juga dengan ditasydid ya’-nya atau tidak ditasydid, bisa dibaca al-udhiyah (الأُضْحِيَة) atau al-udhiyyah (الأُضْحِيَّة). Ini adalah contoh konten paling sederhana yang dibahas oleh penulis kitab ini. (Lihat: halaman 13).

Selanjutnya, penulis juga menjelaskan kisah mimpi Nabi Ibrahim as dalam Ash-Shaffat ayat 102. Kisah lengkapnya, bisa dibaca di NU Online dengan judul “Hikmah Ayat Mimpi Nabi Ibrahim dan Dialog Keimanan dalam Ash-Shaffat ayat 102”.

Lebih jauh lagi, tentu pembahasan normatif tentang kurban dalam kajian fiqih Syafi’i diulas secara komprehensif, seperti definisi kurban, keutamaan berkurban, perbedaan ulama tentang hukum berkurban, syarat-syarat berkurban, hewan apa saja yang bisa dijadikan kurban, kesunnahan berkurban, waktu berkurban, dan lainnya.

Selain itu, penulis juga membahas topik-topik menarik tentang kurban yang kerap terjadi di tengah masyarakat dan sering menjadi pertanyaan setiap kali memasuki bulan Dzulhijjah.

Misalnya, bagaimana hukumnya berkurban satu kambing untuk tujuh anggota keluarga? Adakah ulama yang memperbolehkan berkurban selain unta, sapi, dan kambing? Apakah dalam berkurban disyaratkan adanya niat?  Apakah menyimpan daging kurban hingga setelah hari tasyriq diperbolehkan? Bolehkan menjual kulit hewan kurban? Dan beberapa topik kekinian juga dibahas dalam kitab ini.

Menjawab pertanyaan pertama, Syekh Abu Bakar mengutip penjelasan beberapa fuqaha. Di antaranya penjelasan Imam an-Nawawi dalam kitab Minhajut Thalibin dan Al-Majmu’, dan uraian Syekh Asy-Syarwani dalam kitab Hasyiah Asy-Syarwani.

Konsep dasarnya, unta dan sapi bisa dibuat untuk 7 orang, sedangkan kambing untuk 1 orang. Mari simak redaksi berikut:

قال الإمام النووي: وَالْبَعِيرُ وَالْبَقَرَةُ عَنْ سَبْعَةِ، وَالشَّاةُ عَنْ وَاحِدٍ

Artinya, “Imam an-Nawawi berkata: unta dan sapi untuk tujuh orang dan kambing untuk satu orang.” (Lihat: halaman 53).

Namun demikian, jika yang hanya sekadar ingin memperoleh pahalanya, diperbolehkan satu kambing untuk beberapa orang atau lebih dari satu orang.

Artinya, dari sisi pahalanya, tetap mendapatkan pahala, tetapi tidak untuk menggugurkan tuntutan berkurban. Lebih spesifiknya, kata Imam Ibnu Hajar, berkurban kambing yang pahalanya sekaligus diniatkan untuk orang lain tidak dikatakan berkurban untuk orang lain tersebut.

Bahkan, ada ulama yang menyatakan bahwa konsep ini (satu kambing yang pahalanya untuk beberapa orang) hanya berlaku bagi orang yang sudah wafat.

Mari simak penjelasan berikut:

لو أشرك غيره في ثَوَابِهَا جَازَ وَأَنَّهُ مَذْهَبْنَا اهـ.  وقال الإمام ابن حجر الهيتمي: الْإِشْرَاكَ فِي الثَّوَابِ لَيْسَ أَضْحِيَّةً عن الغير اهـ

Artinya, “Andaikan seseorang memberi bagian (isyrak) kepada orang lain dalam pahala kurban satu kambing, maka hal tersebut diperbolehkan, dan konsep ini adalah mazhab kita (Syafi’i). Imam Ibnu Hajar al-Haitami berkata, ‘Memberi bagian (isyrak) dalam pahala tidak disebut kurban untuk orang lain’.” (Lihat: halaman 55).

Pada halaman berikutnya, Imam Ibnu Hajar al-Haitami dalam kitab at-Tuhfah memaparkan bahwa konsep isyrak ini berlaku bagi orang yang telah wafat. Pendapat ini berbeda dengan penjelasan dalam kitab Nihatul Muhtaj yang memutlakkan konsep ini, juga berlaku untuk orang yang masih hidup. (lihat: halaman 56—57).

Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan berikutnya, bisa langsung merujuk pada kitab ini. Dejelaskan dengan komprehensif, dan tentu dengan merujuk pada kitab-kitab mu’tabar dalam mazhab Syafi’i. Dalam daftar rujukan, lebih dari 80 kitab digunakan sebagai rujukan dalam penulisan kitab ini.

Dalam suatu karya tulis, tentu terdapat keunggulan dan kekurangan. Keunggulan dari kitab ini, selain sangat komprehensif; hampir setiap hal yang berkaitan dengan kurban dibahas, juga disajikan dengan sistematis dan setiap kutipan tidak hanya disebutkan nama kitabnya tapi juga dilengkapi dengan halaman dan ada dijilid berapa.

Akan tetapi, sayangnya, tidak dilengkapi dengan keterangan penerbit, dan hal ini sekaligus menjadi kekurangan yang dirasakan oleh peresensi.

Ala kulli hal, kitab ini sangat bagus untuk dibuat panduan kurban dalam mazhab Syafi’i, terutama bagi setiap Muslim yang bersentuhan langsung dengan praktik berkurban; praktisi. Atau bagi para tokoh agama yang kerap mendapat pertanyaan dari masyarakat seputar kurban. Wallahu a’lam.

​​​​​​​

Identitas Kitab

Judul: At-Tadhiyah fi Taudhihi Masa’ilil Udhiyah;
Penulis: Syekh Abu Bakar bin Muhyiddin Al-Ahsani Al-Farafuri;
Penerbit: Kulliah Syariah li Jami’ah Ma’din Ats-Tsaqafah Al-Islamiyah (Fakultas Syariah Universitas Kebudayaan Islam, Kerala, India);
• Cetakan ke-1: 2022; dan
Tebal:  223 halaman.

Peresensi: Syifaul Qulub Amin, alumnus PP Nurul Cholil, sekarang aktif menjadi perumus LBM PP Nurul Cholil dan editor website PCNU Bangkalan.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.