Banjarnegara, Arina.id —Tradisi kurban massal di Desa Batur, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah kembali menunjukkan kekuatannya pada Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026. Warga berhasil menghimpun 176 ekor sapi dan 714 ekor kambing. Daging kurban itu kemudian disalurkan tidak hanya untuk masyarakat setempat, tetapi juga ke berbagai daerah di Jawa Tengah.
Kepala Desa Batur, Ahmad Fauzi, mengatakan jumlah hewan kurban yang terkumpul pada Idul Adha tahun ini menunjukkan tingginya semangat gotong royong dan kepedulian sosial masyarakat desa yang berada di kawasan dataran tinggi Dieng tersebut.
Khusus di Dusun Krajan, tercatat sebanyak 52 ekor sapi dan 339 ekor kambing dikurbankan oleh 703 shohibul kurban. Dibandingkan tahun sebelumnya, jumlah hewan kurban di dusun tersebut meningkat sekitar 170 ekor. Meski jumlah sapi sedikit menurun, peningkatan signifikan terjadi pada jumlah kambing.
Menurut Fauzi, perubahan tersebut dipengaruhi oleh kenaikan harga sapi yang semakin tinggi sehingga sebagian masyarakat memilih berkurban kambing.
“Tahun ini ada pergeseran tren kurban di Krajan dari dominasi sapi ke kambing. Hal ini disebabkan harga sapi yang semakin mahal. Meskipun satu ekor sapi dapat digunakan untuk tujuh orang, secara perhitungan harga kambing relatif lebih stabil dan lebih terjangkau meskipun dibeli secara perorangan,” ujarnya, Sabtu (30/5/2026).
Pelaksanaan penyembelihan hewan kurban dilakukan secara serentak di masjid dan mushola yang ada di Dusun Krajan pada Hari Raya Idul Adha. Setelah proses penyembelihan, daging kurban dikumpulkan di Gedung Muhammadiyah setempat untuk kemudian didistribusikan kepada masyarakat.
Kata Fauzi, sistem tersebut telah diterapkan selama bertahun-tahun dan dinilai efektif dalam menjaga ketertiban serta pemerataan distribusi daging kurban.
Fauzi juga menjelaskan, tradisi kurban massal di Desa Batur telah berlangsung selama puluhan tahun. Hewan kurban dibeli dari hasil iuran warga yang dikumpulkan secara rutin sepanjang tahun.
“Iuran dihimpun per keluarga, bukan per jiwa. Besarannya disesuaikan dengan kondisi ekonomi dan pekerjaan masing-masing warga. Dana yang terkumpul kemudian diakumulasikan menjelang Iduladha untuk membeli hewan kurban,” jelasnya.
Selain dibagikan kepada masyarakat Desa Batur, daging kurban juga disalurkan ke sejumlah daerah lain di Jawa Tengah, antara lain Kabupaten Wonosobo, Batang, Pekalongan, Temanggung, Cilacap, hingga Magelang.
Melalui tradisi yang terus terjaga tersebut, kurban di Desa Batur tidak hanya menjadi bagian dari pelaksanaan ibadah, tetapi juga menjadi sarana memperkuat solidaritas sosial dan berbagi manfaat kepada masyarakat yang lebih luas.




Comments are closed.