Jakarta –
Banyak orang menganggap manicure sebagai bagian dari perawatan diri yang aman. Namun, kisah yang viral di media sosial Threads belakangan ini membuat publik heboh terhadap risiko yang muncul dari perawatan kuku.
Melalui akun @rizqafputri, Rizqa Febriliany Putri membagikan cerita seorang perempuan yang didiagnosis mengalami kanker kulit stadium awal. Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan kebiasaannya menjalani manicure menggunakan lampu sinar ultraviolet (UV).
Berdasarkan informasi yang dibagikan, perempuan itu disebut sangat telaten merawat kukunya dan menjalani manicure setiap tiga minggu sekali. Kebiasaan itu bahkan telah dilakukan selama kurang lebih 18 tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa tahun kemudian, muncul benjolan atau lesi kecil di bagian punggung tangannya. Dalam setahun terakhir, kondisi lesi tersebut semakin memburuk dengan gejala seperti kemerahan, penebalan kulit, permukaan yang kasar, hingga tampak bersisik.
Untuk mengetahui penyebabnya secara pasti, tim medis melakukan pemeriksaan lebih lanjut melalui biopsi.
“Hasilnya, dua lesi sudah termasuk kanker kulit tahap sangat awal (Squamous Cell Carcinoma/SCC in situ), satu lesi lain termasuk actinic keratosis (AK) yang merupakan lesi prakanker akibat paparan UV,” ungkap Rizqa dikutip dari laman detikcom, Senin (1/6/2026).
Selain itu, dugaan tim medis semakin kuat setelah mereka menemukan pola penyebaran benjolan yang tidak umum pada pasien tersebut, Bunda.
Dokter bagikan tips aman merawat kuku
Spesialis Kulit, Kelamin, dan Estetika, dr. I Gusti Nyoman Darmaputra, SpDVE, SubspOBK, menekankan bahwa manicure tidak perlu dihindari sepenuhnya. Menurutnya, yang terpenting adalah membatasi paparan sinar UV yang tidak diperlukan pada kulit selama proses perawatan kuku.
Bagi yang ingin tetap merawat kuku tanpa khawatir risiko kanker kulit, ada beberapa langkah perlindungan yang bisa dilakukan. Langkah ini sebaiknya diterapkan sebelum tangan dimasukkan ke dalam mesin UV nail lamp.
“Untuk mengurangi risiko, sebaiknya gunakan sunscreen broad-spectrum minimal SPF 30 hingga 50 pada seluruh punggung tangan sekitar 15-20 menit sebelum prosedur manicure dimulai,” ujar dr. Darma.
“Atau gunakan sarung tangan khusus anti-UV yang bagian ujung jarinya bolong, jadi hanya membuka area kuku saja,” tambahnya.
TERUSKAN MEMBACA KLIK DI SINI.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ndf/rap)





Comments are closed.