
Pesan Suara Indonesia dari Luar Tata Surya Mendadak Muncul Jadi Teror di Film Backrooms
Sebuah kejutan besar datang dari jagat sinema Hollywood. Rumah produksi prestisius A24 baru saja merilis cuplikan film fiksi ilmiah horor psikologis terbaru mereka, Backrooms. Bagi publik Indonesia, ada satu detail yang mendadak membuat bulu kuduk berdiri. Bukan hanya karena atmosfer horornya, melainkan karena hadirnya sebuah suara yang sangat familier di tengah lorong labirin yang mencekam.
Suara itu adalah rekaman audio kuno berbahasa Indonesia. Isinya sebuah ucapan perpisahan yang tenang namun terasa magis di ruang hampa.
Bagi mereka yang gemar mengulik sejarah eksplorasi luar angkasa, suara tersebut langsung mengarah pada satu memori penting di tahun 1977. Saat itu, NASA meluncurkan misi luar angkasa paling ambisius dalam sejarah umat manusia melalui wahana Voyager 1 dan Voyager 2. Misi ini bukan lagi sekadar menjelajahi planet di tata surya kita, melainkan sebuah misi Interstellar, perjalanan menembus batas menuju ruang antarbinatang yang tak berujung.
Sutradara Backrooms, Kane Parsons, dengan sangat jeli memanfaatkan aspek historis ini. Audio yang digunakan dalam filmnya bukanlah hasil rekayasa studio modern, melainkan potongan asli dari Voyager Golden Record. Piringan emas ini sengaja dititipkan di dalam kedua satelit Voyager sebagai semacam “surat perkenalan” dari peradaban bumi, andai suatu saat nanti ada makhluk cerdas di luar angkasa yang menemukannya.
Di dalam piringan tersebut, terdapat kompilasi gambar, musik dunia, dan salam dalam 59 bahasa. Beruntung, Indonesia menjadi salah satu wakil dari Asia Tenggara yang mendapatkan kehormatan abadi tersebut. Ada tiga jejak kebudayaan Nusantara yang kini berada jauh di luar sistem tata surya kita.
-
Salam dari Ilyas Harun: Sebuah rekaman suara berdurasi 54 detik yang diisi oleh seorang pria bernama Ilyas Harun. Kalimat yang diucapkannya terdengar begitu formal sekaligus hangat: “Selamat malam hadirin sekalian, selamat berpisah dan sampai bertemu lagi di lain waktu.” Siapa sangka, kalimat ramah yang ditujukan untuk menyapa peradaban asing di galaksi lain, kini justru bergema di dalam labirin dimensi Backrooms untuk membangun kesan asing dan penuh misteri.
Gending Jawa “Puspawarna”: Selain suara salam, piringan emas tersebut juga membawa alunan musik tradisional Jawa gubahan Sri Paduka Mangkunegara IV. Karya adiluhung berdurasi 4 menit 43 detik ini disandingkan dengan mahakarya musisi legendaris dunia seperti Johann Sebastian Bach dan Chuck Berry. Sebuah bukti bahwa keindahan gamelan diakui sebagai salah satu pencapaian tertinggi umat manusia.
Foto Penari Bali: Kekayaan visual kita juga ikut abadi di ruang kosmik. Pada urutan gambar ke-64 dari 116 foto yang dibawa, terdapat potret seorang penari Bali yang sedang memperagakan gerak tari tradisional.
Satelit Voyager sendiri saat ini tercatat sebagai objek buatan manusia dengan daya jelajah terjauh yang pernah ada.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News
Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Akhyari Hananto lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Akhyari Hananto.
Tim Editor





Comments are closed.