Mon,1 June 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Yoris Sebastian: Kebebasan untuk Berkreasi Harus Bertanggung Jawab

Yoris Sebastian: Kebebasan untuk Berkreasi Harus Bertanggung Jawab

yoris-sebastian:-kebebasan-untuk-berkreasi-harus-bertanggung-jawab
Yoris Sebastian: Kebebasan untuk Berkreasi Harus Bertanggung Jawab
service

31 Mei 2026 21.00 WIB • 2 menit

Yoris Sebastian: Kebebasan untuk Berkreasi Harus Bertanggung Jawab


Yoris Sebastian adalah sosok yang dikenal memegang peranan penting bagi industri kreatif di Indonesia. Sebelum aktif secara penuh di industri kreatif seperti sekarang ini, Yoris pada masa mudanya – tepatnya di usia 26 tahun – pernah ditunjuk sebagai General Manager dari jejaring restoran musik ternama kelas internasional yaitu Hard Rock Cafe Indonesia.

Sosok kelahiran Makassar pada 53 tahun lalu ini selain sebagai pengusaha menyandang banyak predikat dari mulai penulis, trainer, sampai pembicara publik. Namun, dari sekian banyak predikat tersebut Yoris lebih dikenal akan idenya yang kreatif sehingga sering dilibatkan dalam proyek-proyek tertentu, salah satunya peluncuran album musik.

Yoris sejak 2000-an telah memimpin perusahaan konsultan yang diberi nama Oh My Goodness (OMG) Creative. Melalui perusahaan inilah ia bisa menjual sejumlah ide kreatif sekaligus menemukan banyak pengalaman berbeda terkait industri kreatif yang terus bertumbuh secara dinamis.

Kreativitas Dimiliki Semua Orang

Dalam sebuah perusahaan, mengolah kreativitas untuk melancarkan sebuah target bisnis biasanya dilakukan tim kreatif. Biasanya tim semacam ini pada era teknologi bekerja meliputi mengunggah konten di medsos atau membuat tulisan yang menggoda klien baru.

Akan tetapi, seiring waktu Yoris menemukan bahwa kreativitas bisa dilakukan siapa saja bahkan oleh tim procurement (pengadaan) sekalipun. Dari situ Yoris pun menyimpulkan bahwa kreativitas bisa dibangun oleh siapa saja, tidak terbatas oleh tim kreatif saja.

“Ternyata procurement bisa kreatif. Jadi creativity ini adalah sesuatu yang bisa dilakukan semua orang,” ucap Yoris.

Mengenai kreativitas procurement sendiri, Yoris merasa kreatif di divisi tersebut dulunya hanya berpatokan dengan urusan jual-beli saja. Perkembangan kreativitas yang lebih mumpuni lantas dilihatnya dari divisi ini di mana penggunaan data hingga algoritma, alhasil membuatnya yakin kreativitas tidak ada batasan.

“Dulu terakhir saya ke beberapa perusahaan procurement-nya sudah sangat advance kreatif menggunakan data segala dan dari seminar workshop saya sangat yakin every person is a creative person,” ungkapnya.

Kebebasan yang Bertanggung Jawab

Di balik kesuksesan ada kegagalan yang kerap menyertai. Hal itulah yang pernah dirasakan Yoris dalam menggapai cita-citanya bekerja di industri kreatif. Ia mencicipi kegagalan masuk jurusan Komunikasi Massa Universitas Indonesia yang diharapkannya membantu tumbuh kembang kreativitas yang dibangunnya sejak masa SMA. Lantas masuklah Yoris ke jurusan Akuntansi di Universitas Atmajaya.

Yoris mengaku memilih jurusan tersebut karena memiliki nilai yang bagus semasa bersekolah. Ia percaya daya pikir dalam berkreasi juga bisa terasah di jurusan yang mengandalkan daya pikir berhitung.

“Itu yang mungkin jadi keuntungan gue. Kalau di buku gue, orang kreatif bukan hanya otak kanan. Karena kalau otak kanan 100 persen lo jadi seniman. Tapi kalo gue balance, otak kiri – otak kanan gue tuh bahkan lebih dominan kiri dikit. Sehingga mau sekreatif apapun ujung-ujungnya tetap harus rasional,” ucap Yoris.

Yoris paham bahwa kedua bagian otak memang harus dimaksimalkan sepenuhnya. Kreatif tentu boleh dan dibebaskan, tetapi jangan melupakan kreatif bertanggung jawab dan mengutamakn  produktivitas semisal berkarya untuk memenuhi kebutuhan hidup.

“Jadi orang kreatif lebih senang kebebasan. Sementara kalau gua maunya kebebasan harus bertanggung jawab. Dapur harus ngepul, bos,” kata dia.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dimas Wahyu Indrajaya lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dimas Wahyu Indrajaya.

Tim Editorarrow

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.