KABARBURSA.COM – PT Bintang Samudera Mandiri Lines Tbk (BSML) menyatakan rencana pemerintah menerapkan tata kelola ekspor sumber daya alam (SDA) melalui mekanisme satu pintu tidak berdampak terhadap operasional maupun kondisi keuangan perseroan.
Pernyataan tersebut disampaikan sebagai tanggapan atas permintaan penjelasan regulator terkait rencana penerbitan Peraturan Pemerintah (PP) Pengelolaan Ekspor SDA.
Corporate Secretary BSML, Pramayari Hardian D mengatakan perseroan telah melakukan evaluasi terhadap rencana kebijakan tersebut dan menyimpulkan tidak ada pengaruh langsung terhadap aktivitas usaha perusahaan.
“Perseroan mengevaluasi bahwa rencana penerbitan PP Pengelolaan Ekspor SDA tidak berpengaruh pada aktivitas bisnis Perseroan, baik terhadap usaha Perseroan, kegiatan operasional Perseroan, kondisi keuangan Perseroan termasuk pendapatan usaha, laba usaha, laba bersih dan arus kas, kesepakatan kerja sama dengan pelanggan yang ada, pemenuhan kewajiban dalam perjanjian pembiayaan Perseroan maupun risiko atau prestasi kontrak,” ujar Pramayari dalam keterbukaan informasi dikutip Senin, 1 Juni 2026.
BSML merupakan emiten sektor energi yang bergerak di bidang jasa pelayaran dan transportasi laut. Perseroan melayani pengangkutan berbagai komoditas, termasuk batu bara, serta sejumlah muatan pendukung sektor industri dan infrastruktur.
Berdasarkan profil perusahaan, BSML didirikan pada 2012 dan mulai mengoperasikan armada milik sendiri pada 2017. Saat ini perseroan mengoperasikan delapan unit kapal tunda (tug boat) dan tujuh unit tongkang (barge) yang melayani berbagai wilayah perairan Indonesia.
Meski sebagian aktivitasnya berkaitan dengan pengangkutan komoditas sumber daya alam, manajemen menilai posisi perseroan sebagai penyedia jasa transportasi laut membuat dampak kebijakan tersebut belum dirasakan secara langsung.
Pramayari menambahkan perseroan akan terus memantau perkembangan regulasi yang tengah disusun pemerintah.
“Perseroan masih akan mencermati perkembangan kebijakan Pemerintah dimaksud dan mengambil langkah-langkah penyesuaian apabila di kemudian hari terdapat ketentuan yang berpotensi mempengaruhi aktivitas bisnis Perseroan,” katanya.
Menurut dia, hingga saat ini kegiatan usaha perusahaan tetap berjalan normal dan tidak terdapat informasi material yang dapat memengaruhi kelangsungan usaha maupun keputusan investasi pemegang saham.
“Hingga saat ini kegiatan usaha Perseroan tetap berjalan normal dan tidak terdapat informasi material lainnya yang dapat mempengaruhi kelangsungan usaha maupun keputusan investasi pemegang saham dan investor,” ujar Pramayari.
Di pasar modal, saham BSML pada Jumat, 29 Mei 2026 ditutup menguat 4 poin atau 0,99 persen ke level Rp410 per saham. Dalam satu bulan terakhir, saham perseroan bergerak di rentang Rp400 hingga Rp426 per saham sebelum kembali berada di kisaran Rp410.
Aktivitas perdagangan menunjukkan investor domestik masih mendominasi transaksi dengan porsi 90,79 persen, sedangkan investor asing berkontribusi 9,21 persen. Nilai pembelian domestik tercatat sebesar Rp6,12 miliar dan penjualan domestik Rp5,92 miliar.
Sementara itu, investor asing membukukan pembelian senilai Rp509,86 juta dan penjualan Rp711,23 juta, sehingga tercatat net foreign sell sebesar Rp201,37 juta.
Meski mencatat penguatan dalam jangka pendek, pergerakan saham BSML masih berada dalam tren pelemahan jangka panjang. Data perdagangan menunjukkan saham perseroan masih mengalami koreksi sekitar 42 persen hingga 50 persen dalam beberapa periode pengamatan.
Sebagai informasi, Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini mengumumkan rencana penerapan ekspor SDA melalui mekanisme satu pintu yang akan dikelola oleh PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI), entitas baru yang dibentuk pemerintah. Pada tahap awal, kebijakan tersebut direncanakan mencakup komoditas kelapa sawit, batu bara, dan paduan besi.
Pemerintah mengklaim nantinya skema tersebut dapat meningkatkan efisiensi tata niaga ekspor, memperkuat posisi tawar Indonesia di pasar global, serta mengoptimalkan penerimaan negara dari komoditas strategis. Meski demikian, BSML menegaskan hingga saat ini rencana kebijakan tersebut belum memberikan dampak terhadap operasional maupun kinerja keuangan perseroan.(*)
Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.





Comments are closed.