Tue,2 June 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Perspektif
  3. PBNU Gaungkan Gerakan Nasional Pesantrenku Aman Ramah Anak, Libatkan Pengasuh dan Santri

PBNU Gaungkan Gerakan Nasional Pesantrenku Aman Ramah Anak, Libatkan Pengasuh dan Santri

pbnu-gaungkan-gerakan-nasional-pesantrenku-aman-ramah-anak,-libatkan-pengasuh-dan-santri
PBNU Gaungkan Gerakan Nasional Pesantrenku Aman Ramah Anak, Libatkan Pengasuh dan Santri
service

Pasuruan, Arina.id—Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Satuan Anti Kekerasan (Saka) Pesantren kembali menguatkan upaya perlindungan santri melalui roadshow Gerakan Nasional Pesantrenku Aman Ramah Anak di empat provinsi.

Roadshow perdana digelar di Pondok Pesantren Al Yasini, Pasuruan, Jawa Timur, pada 1–2 Juni 2026. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang sosialisasi, tetapi juga konsolidasi para pengasuh pesantren serta pelatihan bagi ustaz, ustadzah, musyrif, musyrifah, dan santri.

Para peserta akan mengikuti pelatihan tarbiyah jinsiyah (pendidikan seksual), literasi media, serta penguatan pola pengasuhan berbasis perlindungan anak. Selain itu, akan digelar Halaqah Pengasuh Pesantren yang mempertemukan para kiai, pengasuh, dan narasumber ahli untuk membahas penguatan sistem perlindungan anak di lingkungan pesantren.

Ketua Saka Pesantren PBNU, Alissa Wahid, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari kampanye Gerakan Nasional Pesantrenku Aman Ramah Anak yang diluncurkan di Pesantren Darul Mughni, Bogor, Jawa Barat, pada 18 Mei 2026.

“Gerakan ini hadir untuk menjawab kebutuhan mendesak dalam memperkuat sistem pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan pesantren. Sekaligus menegaskan bahwa pesantren merupakan ruang yang aman, ramah, dan mendidik bagi seluruh santri,” ujarnya.

Menurut Alissa, gerakan ini diharapkan mampu membantu pesantren membangun mekanisme internal yang efektif untuk deteksi dini, penanganan, dan pelaporan kasus kekerasan, sekaligus memperkuat peran pengasuh sebagai pendidik dan pelindung yang memiliki perspektif perlindungan anak.

Selain di Jawa Timur, roadshow juga akan dilaksanakan di Lampung, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Di setiap titik kegiatan, panitia menargetkan keterlibatan sekitar 4.400 peserta yang berasal dari pesantren tuan rumah maupun pesantren di wilayah sekitarnya.

Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah PBNU, KH Hodri Arief, menambahkan bahwa roadshow ini sekaligus menjadi forum konsolidasi para pemangku kepentingan pesantren untuk memperkuat komitmen perlindungan santri.

“Karena itu, selain pelatihan, kami juga menyelenggarakan Halaqah Pengasuh Pesantren. Forum ini mempertemukan para pengasuh, kiai, dan narasumber ahli untuk merumuskan kebijakan perlindungan anak yang sesuai dengan nilai-nilai pesantren,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan akan ditutup dengan pembacaan 9 Aksi Pesantren Aman, deklarasi bersama, serta penandatanganan komitmen untuk mewujudkan lingkungan pesantren yang aman, nyaman, bermartabat, dan ramah anak.

Pasca-roadshow, RMI PBNU menargetkan penguatan implementasi gerakan melalui adopsi pakta integritas oleh 1.000 pesantren anggota RMI, penyusunan dashboard monitoring pelaksanaan program, serta menjadikan kampanye Pesantrenku Aman sebagai agenda tahunan menjelang Hari Santri.

“Gerakan ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah ikhtiar bersama untuk memastikan pesantren tetap menjadi tempat yang aman, nyaman, dan bermartabat bagi santri dalam menuntut ilmu dan membangun masa depannya,” kata Hodri.

Saka Pesantren merupakan tim khusus yang diinisiasi PBNU sejak 2024 sebagai strategi komprehensif dalam pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan pesantren.

Lembaga ad hoc yang sebelumnya bernama Satgas Pesantren ini telah menangani berbagai pengaduan, melakukan pendampingan korban, menyusun Buku Standar Pesantren, serta menyelenggarakan halaqah dan pelatihan di berbagai pesantren di Indonesia. RMI PBNU menjadi pelaksana dan fasilitator utama dalam implementasi lapangan gerakan ini.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.