Sun,3 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Ular Cecak Sulawesi, Jenis Endemik yang Misterius

Ular Cecak Sulawesi, Jenis Endemik yang Misterius

ular-cecak-sulawesi,-jenis-endemik-yang-misterius
Ular Cecak Sulawesi, Jenis Endemik yang Misterius
service

  Ular cecak sulawesi berhasil didokumentasikan di lanskap hutan sekunder di Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Selama ini keberadaannya hanya di ketahui di Sulawesi Utara dan Lore Lindu. Jenis ini agresif ketika disentuh yaitu coba menggigit, lalu kabur. Jika disentuh lagi, ia melakukan gerakan serupa. Namun, setelah beberapa kali, strategi pertahanan dirinya berganti. Kelompok Lycodon sejak lama dikenal sebagai ular malam atau nocturnal. Aktivitasnya yang tersembunyi membuat keberadaannya jarang didokumentasikan. Di Sulawesi, ular ini bahkan hanya tercatat dalam publikasi terbatas, tanpa detil ekologi. Ular cecak sulawesi pertama dideskripsikan lebih seabad lalu, tetapi sampai sekarang belum ada evaluasi ulang menyeluruh. Sedangkan variasi warna yang ditemukan di alam cukup beragam, hitam polos, ada pula yang belang mirip Lycodon subcinctus.   Apa jadinya, bila ular yang selama ini dianggap menakutkan justru bagian penting ekosistem? Itulah kisah menarik ular cecak sulawesi (Lycodon stormi), reptil endemik yang berhasil didokumentasikan di lanskap hutan sekunder di Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Muh. Imam Ramdani, anggota komunitas Bogor Nature Wildlife Photography, orang yang beruntung merekam momen langka tersebut. Tengah malam, di tepi sungai kecil berbatu vegetasi rapat, dia mendapati sosok ramping berwarna cokelat kekuningan itu melata perlahan. “Saya temukan sekitar 10 meter dari aliran sungai kecil, sekitar jam 10 malam waktu setempat,” ujarnya, Kamis (2/10/2025). Malam pertama, dia mendapati seekor individu. Malam berikutnya, satu individu lain terpantau menyebrang sungai selebar 3-5 meter dengan kedalaman tak lebih setengah meter. “Karena dangkal, ular itu terlihat jelas di bebatuan.” Demi mendapat visual yang baik, lelaki ini harus mendekat dan sempat menyaksikan…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.