Sun,3 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Paus Paling Kesepian di Dunia, dan Misteri Panggilan yang Tak Dijawab Selama 30 Tahun

Paus Paling Kesepian di Dunia, dan Misteri Panggilan yang Tak Dijawab Selama 30 Tahun

paus-paling-kesepian-di-dunia,-dan-misteri-panggilan-yang-tak-dijawab-selama-30-tahun
Paus Paling Kesepian di Dunia, dan Misteri Panggilan yang Tak Dijawab Selama 30 Tahun
service

Suara paus berfrekuensi 52 hertz pertama kali terdeteksi pada akhir 1980-an oleh Angkatan Laut AS di Samudra Pasifik dan sejak itu dikenal sebagai Whale 52 Hz, paus paling kesepian di dunia karena tidak ada paus lain yang menjawab panggilannya. Riset terbaru menunjukkan paus ini mungkin bukan individu tunggal, karena analisis akustik dan teknologi kecerdasan buatan mendeteksi lebih dari satu panggilan serupa, sementara metode environmental DNA kini digunakan untuk mengidentifikasi spesiesnya. Studi tahun 2024–2025 juga menemukan bahwa struktur laring paus baleen membatasi kemampuan mereka untuk mengubah frekuensi suara, sehingga kebisingan kapal menjadi ancaman besar bagi komunikasi paus dan menegaskan perlunya pengurangan kebisingan laut secara global. Pada akhir 1980-an, jaringan mikrofon bawah laut milik Angkatan Laut Amerika Serikat menangkap suara yang tidak dikenal di Samudra Pasifik. Frekuensinya sekitar 52 hertz, lebih tinggi dari suara paus biru maupun paus sirip. Suara itu muncul di tengah kebisingan kapal selam dan gelombang sonar yang digunakan untuk memantau aktivitas militer. Awalnya, para teknisi mengira itu gangguan sinyal. Namun setelah dianalisis, suara itu memiliki pola teratur yang menyerupai panggilan paus. Dalam beberapa tahun berikutnya, suara ini terus muncul. Posisinya berpindah mengikuti musim, dari wilayah utara dekat Alaska hingga ke pesisir California. Frekuensinya tetap sama, sekitar 52 hertz, tanpa variasi besar. Setiap kali terdengar, tidak ada suara lain yang menjawabnya. Para ilmuwan mulai menduga bahwa panggilan itu berasal dari seekor paus yang unik dan berbeda dari spesies lain. Sumber suara ini kemudian dijuluki Whale 52 Hz (Paus 52 Hz). Selama lebih dari tiga dekade, para peneliti hanya bisa…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.