Sat,2 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Hidup di Atas Awan, Ular Ini Bertahan di Ketinggian Hampir 5.000 Meter di Lereng Himalaya

Hidup di Atas Awan, Ular Ini Bertahan di Ketinggian Hampir 5.000 Meter di Lereng Himalaya

hidup-di-atas-awan,-ular-ini-bertahan-di-ketinggian-hampir-5.000-meter-di-lereng-himalaya
Hidup di Atas Awan, Ular Ini Bertahan di Ketinggian Hampir 5.000 Meter di Lereng Himalaya
service

Pit viper Himalaya (Gloydius himalayanus) atau ular beludak Himalaya, adalah ular berbisa yang hidup hingga hampir 5.000 meter di atas permukaan laut, menjadikannya salah satu reptil tertinggi di dunia. Peneliti menemukan bahwa ia mampu bertahan di udara tipis dan suhu dingin ekstrem dengan bersembunyi di celah batu dan berjemur untuk mengatur suhu tubuh. Riset terbaru menemukan variasi genetik besar di antara populasi ular ini. Salah satu populasi bahkan diusulkan sebagai spesies baru bernama Gloydius chambensis, menunjukkan adaptasi cepat terhadap lingkungan pegunungan. Ular ini berperan penting menjaga keseimbangan ekosistem gunung dengan mengendalikan populasi hewan kecil. Meski habitatnya sulit dijangkau dan masih kurang diteliti, studi lanjutan  terus mengungkap rahasia adaptasinya terhadap udara dingin dan oksigen rendah di Himalaya. Di lereng batu Himalaya, tempat udara begitu tipis hingga napas terasa berat, ada kehidupan yang tak terduga. Seekor ular berbisa beradaptasi di antara suhu dingin dan tekanan oksigen rendah. Namanya Gloydius himalayanus, atau pit viper Himalaya, atau ular beludak Himalaya. Ular ini menjadi salah satu reptil yang hidup di ketinggian paling ekstrem di dunia, mendekati 5.000 meter di atas permukaan laut. Benar-benar hidup di atas awan. Bagi sebagian besar reptil, lingkungan seperti itu mustahil untuk ditinggali. Suhu siang hari jarang hangat, malam bisa turun hingga di bawah nol. Namun ular beludak Himalaya justru menjadikannya rumah. Ia hidup di antara bebatuan, padang tinggi, dan tebing terbuka, di mana sedikit makhluk lain sanggup bertahan. Sinar matahari menjadi sumber panas utama, dan celah batu menjadi tempat perlindungan dari udara beku. Ular beludak Himalaya (Gloydius himalayanus) di habitat…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.