Sat,2 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Mengapa Nelayan Kecil Sulit Dapatkan BBM Bersubsidi?

Mengapa Nelayan Kecil Sulit Dapatkan BBM Bersubsidi?

mengapa-nelayan-kecil-sulit-dapatkan-bbm-bersubsidi?
Mengapa Nelayan Kecil Sulit Dapatkan BBM Bersubsidi?
service

Sejak bahan bakar minyak (BBM) jenis BB Tertentu (BBT) atau solar yang mendapatkan subsidi dari pemerintah mengalami kenaikan pada 2022, nelayan skala kecil dan tradisional secara perlahan mulai mendapatkan tambahan masalah  Selain harga yang membengkak dari Rp5.150 per liter menjadi Rp6.800 per liter, nelayan juga masih menemui kesulitan untuk mengakses BBM bersubsidi. Padahal, mereka biasa menghabiskan antara 5 hingga 30 liter untuk sekali melaut Kenaikan harga yang membuat nelayan harus merogoh kocek lebih dalam hingga mencapai kisaran Rp2 juta per bulan itu, mengharuskan mereka untuk bersiasat dengan mengurangi intensitas menangkap ikan hingga lima kali Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus berusaha mencari solusi yang tepat untuk mengatasi kesulitan akses BBM bersubsidi bagi nelayan. Salah satunya, bekerja sama dengan pihak swasta untuk membangun Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN)   Bahan bakar minyak (BBM) masih menjadi elemen utama untuk menangkap ikan oleh para nelayan. Mereka biasa menggunakan BBM jenis Bahan Bakar Tertentu (BBT) atau solar untuk kelancaran aktivitas di atas perahu selama di laut. Bahkan, sekitar 65% biaya produksi berasan dari komponen ini. Sayangnya, tidak semua nelayan bisa membeli solar dengan mudah. Terutama, nelayan kecil atau tradisional. Berdasar data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), jumlah nelayan tradisional pada 2022 mencapai 2.401.540 orang, angka itu setara dengan 85% nelayan Indonesia. Itulah mengapa, setiap kenaikan harga BBM akan berdampak terhadap nasib nelayan. Destructive Fishing Watch (DFW) Indonesia mengatakan, nelayan kecil menjadi salah satu pihak paling terdampak tatkala harga BBM naik. Pada 2022 misal, ketika harga BBM naik, Nilai Tukar Nelayan (NTN) menurun.…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.